Kesehatan reproduksi remaja merupakan isu penting dalam bidang kesehatan masyarakat karena masa remaja ditandai oleh perubahan fisik, sosial, dan psikologis yang signifikan, sehingga meningkatkan kerentanan terhadap berbagai permasalahan kesehatan reproduksi. Kurangnya pengetahuan serta minimnya akses terhadap informasi yang benar dan komprehensif dapat berdampak negatif, antara lain kehamilan tidak diinginkan, infeksi menular seksual, perilaku seksual berisiko, serta gangguan psikologis pada remaja. Oleh karena itu, diperlukan upaya edukasi yang sistematis dan berkelanjutan untuk meningkatkan pemahaman remaja terkait kesehatan reproduksi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan serta mengevaluasi dampak penyuluhan kesehatan reproduksi pada remaja di SMA Negeri 1 Batang Angkola. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 16 Oktober 2025 dengan melibatkan 96 siswa dari kelas X-1, XI-1, dan XII-1. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan kesehatan melalui diskusi interaktif, penyampaian materi menggunakan media PowerPoint, serta pemanfaatan poster sebagai media edukasi pendukung. Evaluasi efektivitas kegiatan dilakukan dengan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan tingkat pengetahuan peserta sebelum dan sesudah penyuluhan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan setelah penyuluhan, ditandai dengan perubahan proporsi pengetahuan dari 100% kategori kurang sebelum intervensi menjadi 75% kategori baik setelah intervensi. Selain itu, partisipasi aktif peserta juga terlihat dari keterlibatan siswa dalam sesi tanya jawab dan diskusi. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penyuluhan kesehatan reproduksi efektif dalam meningkatkan pemahaman remaja dan berpotensi mencegah permasalahan kesehatan reproduksi sejak dini.