Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

OPTIMALISASI LIMBAH ORGANIK DESA KLURAHAN MENJADI ECOENZYME GUNA MENCEGAH HAMA TIKUS Zikri, Fahrul; Prastowo, Sigit; Anindya Salsabilla; Ani Toshiba; Fadilla Rahma Aulia; Fathurrohmah Putri Dzikriyah; Indah Kurniasari; Teni Wahyuningsih; Purwa Desriyandi; Khansa Bashira Pondavi; Nurlita Pratiwi
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 2 No. 04 September (2025): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Klurahan, Kecamatan Kartoharjo, Kabupaten Magetan, dilaksanakan untuk mengatasi permasalahan limbah organik sekaligus hama tikus yang merajalela di area pertanian. Limbah organik rumah tangga berupa sisa sayur dan buah seringkali terbuang sia-sia dan menimbulkan pencemaran lingkungan. Oleh karena itu, tim KKN UNS melaksanakan program edukasi dan pelatihan pembuatan ecoenzyme sebagai solusi ramah lingkungan. Metode kegiatan mencakup penyuluhan, pelatihan, praktik langsung, serta pendampingan bagi kelompok tani. Hasil kegiatan menunjukkan meningkatnya pengetahuan petani tentang pengelolaan limbah organik, tingginya partisipasi masyarakat dalam praktik pembuatan ecoenzyme, serta terbukanya peluang pemanfaatan ecoenzyme sebagai pupuk organik cair, pembersih alami, dan pengendali hama tikus. Kendala yang dihadapi adalah minimnya fasilitas fermentasi dan rendahnya minat sebagian masyarakat karena proses fermentasi membutuhkan waktu relatif lama. Namun demikian, dukungan pemerintah desa, ketersediaan bahan baku limbah organik, serta manfaat nyata ecoenzyme menjadi faktor pendorong keberhasilan program.  
Persyaratan Penggunaan Lagu Tanpa Adanya Izin Dari Pencipta Lagu Dalam Kasus Arie Sapta Hermawan Dan Agnes Monika (Analisis Putusan Nomor 92/Pdt.Sus-Hki/Hak Cipta/2024/Pn Niaga Jkt.Pst) Nurlita Pratiwi; Sheva Diandra Tresya
Jurnal Panorama Hukum Vol 10 No 2 (2025): Desember
Publisher : Fakultas Hukum Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jph.v10i2.11810

Abstract

Kasus antara Arie Sapta Hermawan yang menerapkan direct lisensi atas lagu ciptaannya untuk kepentingan komersial dan Agnes Mo yang menyanyikan lagu tersebut tanpa izin dari pencipta, menghasilkan putusan Pengadilan Niaga Jakarta Pusat berupa penolakan sebagian atas gugatan penggugat. Putusan ini menarik perhatian karena menyingkap adanya pengecualian dalam persyaratan penggunaan lagu tanpa izin pencipta sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Hak Cipta. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan perundang-undangan, baik melalui sumber primer maupun sekunder, untuk menelaah aspek hukum yang relevan. Analisis penulis diarahkan pada sudut pandang yang berbeda dengan pertimbangan hakim, khususnya terkait tidak dipertimbangkannya Pasal 25 ayat (3) UU Hak Cipta serta Pasal 3 ayat (1) PP 56/2021 yang jelas memberikan pengecualian terhadap penggunaan lagu tanpa izin pencipta. Hal ini menimbulkan implikasi bahwa hakim kurang memperhatikan norma pengecualian yang seharusnya melindungi kepentingan pencipta sekaligus pengguna karya. Lebih lanjut, pembayaran royalti seharusnya menjadi tanggung jawab penyelenggara acara, bukan dilimpahkan kepada penyanyi yang hanya berperan sebagai pelaksana karya. Dengan demikian, kasus ini menegaskan perlunya konsistensi penerapan hukum agar tercapai keadilan bagi pencipta, penyanyi, dan pihak penyelenggara dalam kerangka perlindungan hak cipta di Indonesia.