Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS SAFETY WAREHOUSE RACKING SYSTEM  SEBAGAI UPAYA MEMINIMALISIR POTENSI KECELAKAAN KERJA PADA AREA WAREHOUSE DI PT. X TAHUN 2024 Yeni Wulandari
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 2 No. 05 Oktober (2025): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jumlah kecelakaan kerja di Indonesia masih tinggi, yaitu sebanyak 108.573 kasus kecelakaan kerja yang tercatat per Juni 2020. Jumlah ini meningkat 28% jika dibandingkan dengan angka kecelakaan kerja pada tahun 2019 sebanyak 85.109 kasus. Berdasarkan teori piramida kecelakaan Heinrich, jika 300 kejadian hampir celaka (nearmiss) dibiarkan maka akan mengakibatkan 29 kecelakaan kecil dan 1 kecelakaan serius terjadi. Salah satu cara mengendalikan kecelakaan kerja adalah dengan menjalankan Safety Management System. Salah satunya dengan menjalankan 5 tingkatan pengendalian bahaya. Meliputi pengendalian bahaya secara eliminasi, subtitusi, engineering control, administrasi serta menggunakan alat pelindung diri (APD). PT. X merupakan sebuah Perusahaan manufactur otomotif roda dua yang terdapat di Karawang, Jawa Barat. Perusahaan tersebut menggunakan system vertical rak penyimpanan barang tinggi untuk mengoptimalkan area warehouse material nya. Terdapat data dari lapangan bahwa beberapa pengendalian secara engineering control belum dilakukan  maksimal. Seperti leg protector belum terpasang 89%, raw spacer belum terpasang 45%, connector rak belum terpasang 100%, safety lock belum terpasang 92%, pelindung rak belum terpasang 31%, cross bracing belum terpasang 27%, serta belum terpasang informasi visual belum menyertakan aturan safety penyimpanan barang berat dan ringan pada tingkatan rak. Aktivitas pekerjaan di warehouse meliputi  forklift, manual handling, trolley handling, pengambilan barang dengan tangga dan lainnya. Keselamatan penyimpanan barang tinggi pada rak secara vertical perlu pengendalian khusus untuk meminimalisir risiko saat terjadinya gempa bumi. Adanya pengendalian secara engineering control pada penyimpanan barang pada rak tinggi akan mengurangi dampak dari berbagai potensi risiko kecelakaan kerja karena kondisi & aktivitas tidak aman di area warehouse di PT. X. Hal tersebut dilihat dari segi perencanaan, implementasi serta eveluasi proam SWRS tersebut.
An Evaluation Study of the Merdeka Curriculum Lesson Plan in Islamic Elementary School Erdiyanti; Kharis Sulaiman Hasri; Ahmad Hilmi; Yeni Wulandari
JIP Jurnal Ilmiah PGMI Vol 11 No 2 (2025): JIP (Jurnal Ilmiah PGMI)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jip.v11i2.31373

Abstract

Many experts have conducted studies on lesson plans, but research evaluating the Merdeka Curriculum lesson plan using Stake theory is still limited. This study examined teachers’ understanding of the Merdeka Curriculum lesson plan, the process of developing it, and the teaching module documents they created. Using a qualitative descriptive approach, data were collected through observation, interviews, and documentation at State Islamic Elementary School (MIN) 2 Konawe Selatan. The participants consisted of two teachers and one principal. Data validity was tested using time and technique triangulation. Data analysis techniques followed the Miles and Huberman procedure, which consists of three stages: data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that teachers have a deep understanding of the Merdeka Curriculum. They used the ATM (Observe, Imitate, Modify) approach in creating lesson plans and adapting them to the local context. However, improvements were still needed in the use of technology and learning media. Most of the prepared learning module documents met the established standards, although some components still need improvement. The implications of this study highlight the importance of teacher training and competency development, as well as educational policies that support the use of technology in lesson planning. These findings provide valuable insights for improving the quality of education in Indonesia, particularly in the implementation of the Merdeka Curriculum.