Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PERANCANGAN PEMODELAN ALAT MONITORING RUANGAN MENGGUNAKAN WEBCAM BERBASIS MIKROKONTROLER ARDUINO ATMEGA16 Hendriyanto
Jurnal Informatika SIMANTIK Vol 2 No 1 (2017): Jurnal Informatika SIMANTIK
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Panca Sakti Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada umumnya webcam digunakan sebagai media komunikasi dunia maya. Namun pada model sistem monitoring yang direalisasikan menggunakan webcam sebagai sensor yang mengganti indra penglihatan untuk melakukan monitoring di dalam ruangan. Dalam melakukan monitoring, webcam dapat digerakkan secara horizontal dan vertikal menggunakan 2 buah motor servo yang dikendalikan oleh mikrokontroller Atmega 16. Pada model sistem ini, dikembangkan pula program motion detection untuk mendeteksi adanya pergerakan di dalam ruangan. Jika terjadi pergerakan, maka tampilan gambar dari webcam akan direkam pada Personal Computer.  Karena webcam memiliki keterbatasan pencahayaan ketika ruangan gelap, maka dilakukan penambahan modul infra merah yang dilengkapi sensor LDR. Dengan modul ini, pergerakkan di dalam ruangan yang gelap dapat terdeteksi sejauh 6 meter. Untuk jarak antara ruang pengawas dan ruang yang dipantau, didapatkan panjang kabel sejauh 8 meter.
Asas Keadilan dalam Undang-Undang Pokok Agraria: Perspektif Hukum Islam dalam Pengelolaan Tanah Anam, Khurul; Hendriyanto; Sani, Abdullah; Jaudi, La; Solapari, Nuryati
Al-Mizan Vol 11 No 2 (2024): Al-Mizan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Institut Agama Islam (IAI) Al-Aziziyah Samalanga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54621/jiam.v11i2.942

Abstract

Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dirancang untuk menciptakan distribusi tanah yang adil, namun implementasinya menghadapi berbagai tantangan, termasuk ketimpangan penguasaan tanah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis asas keadilan dalam UUPA melalui perspektif hukum Islam, dengan fokus pada kesesuaian prinsip-prinsip keadilan distributif dan keberlanjutan. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan, dengan pendekatan deskriptif-analitis terhadap dokumen hukum nasional dan sumber hukum Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hukum Islam menawarkan pendekatan holistik yang dapat memperkuat asas keadilan dalam UUPA melalui pembatasan penguasaan tanah dan distribusi sumber daya yang lebih merata. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam mengintegrasikan nilai-nilai hukum Islam ke dalam kebijakan agraria nasional untuk menciptakan pengelolaan tanah yang lebih inklusif dan berkeadilan.
Klasifikasi Citra Buah Apel Multikelas Menggunakan Transfer Learning dan Implementasi Inferensi Berbasis Web Aryanti, Sri; Gustam Efendi; Yanti Setiyowati; Butar Butar, Charles; Hendriyanto
EPIC Journal of Electrical Power Instrumentation and Control Vol 8 No 2 (2025): EPIC
Publisher : Universitas Pamulang, Prodi teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/epic.v8i2.58702

Abstract

Pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan membuka peluang besar dalam modernisasi sektor hortikultura, khususnya pada otomatisasi identifikasi komoditas. Penelitian ini bertujuan untuk mengintegrasikan metode transfer learning ke dalam sistem klasifikasi citra buah apel multikelas yang terhubung dengan layanan inferensi berbasis web. Permasalahan utama yang diangkat adalah ketergantungan industri pada proses identifikasi varietas secara konvensional yang memiliki risiko tinggi terhadap subjektivitas manusia, inefisiensi waktu, dan kesalahan penentuan jenis. Metodologi penelitian ini menerapkan pendekatan deep learning dengan memanfaatkan arsitektur Convolutional Neural Network (CNN) melalui teknik transfer learning untuk mengenali enam varietas apel unggulan. Pengembangan sistem dilakukan dengan membangun antarmuka web menggunakan bahasa pemrograman PHP yang berfungsi menjembatani pengguna dengan model prediktif melalui Hugging Face Inference API. Mekanisme ini memungkinkan pemrosesan data citra dilakukan secara real-time tanpa memerlukan komputasi lokal yang berat. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penggabungan model pembelajaran mendalam dengan infrastruktur berbasis cloud mampu menghasilkan sistem klasifikasi yang tidak hanya memiliki tingkat akurasi tinggi, tetapi juga menawarkan kemudahan akses bagi pengguna akhir. Implementasi ini diharapkan dapat menjadi prototipe bagi sistem penyortiran buah otomatis yang lebih efisien dan reliabel di masa depan.
Rancang Bangun Alat Pengering Produk Pertanian Berbasis Tenaga Surya dengan Kontrol Suhu Otomatis dan Suplai Udara Panas Berbasis Internet of Things Erdo Adriosa; I Putu Hikariantara; Adiman; Ulpen Hiermy; Hendriyanto
EPIC Journal of Electrical Power Instrumentation and Control Vol 8 No 2 (2025): EPIC
Publisher : Universitas Pamulang, Prodi teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/epic.v8i2.58711

Abstract

Proses pengeringan konvensional yang mengandalkan sinar matahari memiliki keterbatasan pada ketergantungan cuaca dan risiko kontaminasi, yang merugikan kualitas pascapanen petani. Penelitian ini bertujuan merancang dan mengembangkan sistem pengering hasil pertanian otomatis berbasis tenaga surya (smart solar dryer) berkapasitas 50–60 kg yang terintegrasi dengan pemanas resistif cadangan. Metode penelitian melibatkan implementasi mikrokontroler ESP32 sebagai unit kendali utama, sensor DHT11 untuk pemantauan suhu dan kelembaban, serta sistem forced-convection berbasis blower untuk distribusi panas yang merata. Sistem ini juga mengintegrasikan teknologi Internet of Things (IoT) melalui platform Blynk untuk pemantauan dan kendali jarak jauh secara real-time. Pengujian dilakukan pada komoditas sayuran kangkung, bayam, dan sawi untuk mengukur tingkat penyusutan bobot dan performa termal ruang pengering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem mampu menjaga kestabilan suhu otomatis pada rentang 50–60°C dengan akurasi yang konsisten meskipun kondisi cuaca berfluktuasi. Pemanas resistif terbukti efektif mempertahankan suhu saat radiasi matahari menurun, sementara sistem forced-convection mempercepat evaporasi dan memastikan keseragaman hasil pengeringan. Integrasi IoT melalui Blynk menunjukkan performa jaringan yang andal dalam transmisi data sensor. Disimpulkan bahwa prototipe ini memberikan solusi teknologi tepat guna yang efisien bagi UMKM pertanian untuk meningkatkan kualitas produk dan kemandirian energi di wilayah tropis.