Moh. Tarojjil Mahbub
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

VERBA BERVALENSI DUA PADA BAHASA MADURA DALAM FILM PENDEK REJEKI SUDAH DIATUR (KAJIAN SINTAKSIS) Dwi Suryani; Moh. Tarojjil Mahbub; Haris Khoironi; Sumarlam
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 9 No. 3 (2024): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v9i3.526

Abstract

This research aims to describe double-valent verbs in Madurese language compound and simple sentences in the short film "Rejeki Sudah Diatur". This research uses a syntactic approach with qualitative descriptive methods. The data in this research is in the form of conversations between characters in the short film in which there are double-valent verbs and their context. The data source in this research is a short video film with the title "Rejeki Sudah Diatur" which was uploaded on the Mavia Project YouTube channel and has a duration of 18:21. The data collection method in this research uses the listening method and advanced techniques of proficient free-involved listening, as well as note-taking techniques through orthographic transcription. The analytical method used is the ethnographic method with the Spradley model covering domain analysis, taxonomy analysis and componential analysis by eliminating cultural theme analysis. In this study, 6 data were found, in the form of sentences that had the structure SPOP1 and included verbs with two valences.
Analisis Kualitas Keterbacaan pada Terjemahan Cerita Anak Inggris-Indonesia di Website Penjaring Moh. Tarojjil Mahbub; M.R. Nababan; Muhammad Yunus Anis
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 4 (2025): Penulis dari 3 negara (Indonesia, Jerman dan Turki)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i4.7237

Abstract

Keterbacaan (readability) menunjuk pada derajat kemudahan sebuah tulisan untuk dipahami maksudnya. Produk terjemahan tidak hanya melibatkan pengalihan kata-kata, tetapi juga harus memperhatikan konteks dan tingkat pemahaman anak. Peraturan No. 030/P/2022, Pedoman Penjenjangan Buku, menetapkan tingkat bacaan untuk anak-anak berdasarkan jenjang pendidikan mereka. Ini mengarah pada struktur kata, farasa, klausa, dan kalimat yang digunakan untuk menceritakan kisah anak tersebut didasarkan pada jenjang pembacanya. Namun Ada beberapa pedoman yang sesuai dan tidak sesuai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji tingkat keterbacaan dari terjemahan cerita anak. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan mengambil objek kajian berupa terjemahan cerita anak pada web penjaring. Teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, analisis dokumen. Sumber data dokumen mencakup terjemahan cerita anak pada jenjang pembaca dini hingga pembaca madya dan responden yang merupakan anak-anak untuk menguji tingkat keterbacaan terjemahan cerita anak dari berbagai jenjang. Data terdiri atas kompleksitas kalimat dan leksis yang mencakup hanya terbatas pada contentword dan tingkat keterbacaan cerita anak. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah analisis dokumen dan wawancara yangmelibatkan anak-anak untuk menguji aspek keterbacaan terjemahan cerita anak. Penelitian ini menerapkan metode Spradley untuk analisis data yang berupa analisis domain, taksonomi, komponensial, dan tema-budaya.  Hasil pada penelitian ini menunjukkan bahwa nilai keterbacaan pada terjemahan cerita anak tergolong tinggi. Keterbacaan pembaca dini mencapai nilai 2,97, pembaca awal dengan nilai 2,57,  pembaca semenjana dengan nilai 2,87 dan pembaca madya dengan nilai 2,93.