Nixon Sondakh
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Perlakuan Akuntansi Aset Sewa Bagi Penyewa Berdasarkan PSAK 116 Studi Kasus BPJS Kesehatan Kedeputian Hana Sirait; Alpindos Toweula; Nixon Sondakh
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 5 No. 6: September 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v5i6.17862

Abstract

BPJS Kesehatan merupakan badan hukum publik yang dibentuk berdasarkan (UU No. 24 Tahun 2011) yang mengelola dua jenis dana, yaitu Dana Jaminan Sosial (DJS) dan Dana BPJS. Dalam menjalankan operasional usahanya BPJS Kesehatan membutuhkan aset berupa rumah dinas dan kendaraan operasional. Aset tersebut diperoleh dengan cara sewa yang diangsur berdasarkan perjanjian kotrak kerja. Perlakuan akuntansi sewa atas aset tersebut dilakukan berdasarkan standar akuntansi PSAK 116 tentang Sewa. Dalam PSAK tersebut perlakuan akuntansi transaksi sewa di pisahkan antara sisi Lesse (Penyewa) dan Lessor (Pesewa). Dalam penelitian ini penulis membahas dari sisi penyewa. Penelitian ini bertujuan menganalisis perlakuan akuntansi aset sewa pada BPJS Kesehatan berdasarkan PSAK 116. Fokus kajian mencakup lima area: pengidentifikasian kontrak sewa, pengukuran liabilitas, pencatatan transaksi, penyajian laporan, serta dampak perpajakan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif komparatif, menggabarkan perlakuan akuntansi sewa dari sisi penyewa dan membandingkannya dengan standar akuntansi PSAK 116 menggunakan studi kasus transaksi sewa yang terjadi di BPJS Kesehatan. BPJS Kesehatan menggunakan tingkat diskonto berbeda tiap tahun sesuai SBDK, yaitu 8,57% tahun 2025, 8,47% tahun 2024, dan 8,29% tahun 2023. Secara umum penerapan PSAK 116 sudah sesuai untuk pengakuan aset hak-guna dan liabilitas sewa, namun penyajian laporan keuangan dan pengelompokan liabilitas belum konsisten. Transaksi sewa telah dikenakan PPh Pasal 23, tetapi pencatatan pajak masih perlu disesuaikan dengan peraturan.
Desain Sistem Akuntansi UMKM Untuk Optimalisasi Pengelolaan Keuangan Petani Hortikultura Desa Pinasungkulan Utara Kec. Modoinding Nixon Sondakh; Roslina H.S.D. Limpeleh; Anneke M. Kaunang; Treesje L. Runtuwene; Jufry Rompas; Kiet Tumiwa; Jenifer M. Christian
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 5 No. 6: September 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v5i6.18971

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi kondisi pengelolaan keuangan petani, menganalisis kebutuhan sistem akuntansi, serta merancang sistem akuntansi UMKM yang dapat meningkatkan efektivitas pengelolaan keuangan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis untuk menghasilkan desain sistem akuntansi yang sesuai dengan kebutuhan pengguna. Sistem yang dirancang akan diuji coba dan dievaluasi untuk memastikan kemudahan penggunaan dan manfaatnya bagi petani, Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan keuangan UMKM petani hortikultura di Desa Pinasungkulan Utara masih dilakukan secara sederhana dan belum menerapkan sistem akuntansi yang terstruktur. Pencatatan transaksi keuangan umumnya masih bersifat tradisional, tidak dilakukan secara lengkap, serta belum menghasilkan laporan keuangan yang dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan usaha. Kondisi tersebut menyebabkan petani mengalami kesulitan dalam mengetahui posisi keuangan, laba rugi usaha, dan mengendalikan biaya operasional Oleh karena itu, dirancang suatu sistem akuntansi UMKM yang dimulai dari pencatatan transaksi, penyusunan jurnal khusus, posting ke buku besar, penyusunan neraca saldo, hingga penyajian lapaporan keuangan berupa lap laba rugi, lap perubahan modal, neraca, dan lap arus kas. Desain sistem ini diharapkan dapat membantu petani hortikultura dalam mengelola keuangan secara, akurat, dan sistematis, sehingga mampu meningkatkan efisiensi usaha.