Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Urgensi pendidikan karakter bagi milenial dan genial indonesia Siregar, Ameilia Zuliyanti; Rahmadi, Indra; Syukron, M.
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.22111

Abstract

AbstrakMembentuk karakter mahasiswa adalah perjalanan yang berkelanjutan dan membutuhkan kesadaran diri serta komitmen yang kuat. proses ini melibatkan pengembangan nilai-nilai, keterampilan, dan sikap yang diperlukan untuk mencapai kesuksesan di dunia akademik dan masa depan profesional.Tujuan pengabdian ini adalah membantu individu mahasiswa yang berkarakter menjadi pribadi yang berintegritas, bertanggung jawab, jujur, memiliki empati, disiplin, dan memiliki sikap positif terhadap diri sendiri dan orang lain. Disamping membangun bangsa yang tangguh, dimana masyarakatnya berakhlak mulia, bermoral, bertoleransi, dan bergotong-royong. Pengabdian ini dilaksanakan dalam bentuk Sosialisasi informasi pendidikan karakter, Seminar Nasional Pendidikan Karakter Bagi Gen Zenial dan Milenial di Tabagsel pada hari Kamis, 8 Februari 2024 di Aula UMTS Padang Sidempuan, tapanuli Selatan. Selanjutnya diinisiasi untuk membentuk pola dengan prinsip 18 nilai yang bisa dikembangkan di sekolah dan perguruan tinggi bagi generasi muda, terdiri dari:  Religius, Jujur, Toleransi, Displin, Kerja Keras, Kreatif, Mandiri, Demokratis, Rasa Ingin Tahu, Semangat Kebangsaan, Cinta Tanah Air, Menghargai Prestasi, Bersahabat/ Komunikatif, Cinta Damai, Gemar Membaca, Peduli Lingkungan, Peduli Sosial, Tanggungjawab dengan memperhatikan 5 aspek, yaitu: praktik-praktik interpersonal mahasiswa, karakter dan model sinergis dosen dan mahasiswa, mahasiswa memiliki otonomi pengelolaan aspirasi yang komunikatif, mahasiswa melakukan refleksi, berdebat atau berkolaborasi mencari pemecahan isu moral, Sharing visi dan sence of collectivity dan responsibility serta Social skiil training dengan bertumpu pada kearifan lokal Tabagsel, diantaranya marsialapari (gotong royong) dan aplikasi Poda Na Lima dalam kehidupan sehari-hari. Kata kunci: karakter; milenial; zenial; kearifan lokal; tabagsel. Abstract                                                                                                                                        Building student character is an ongoing journey that requires self-awareness and strong commitment. This process involves developing the values, skills, and attitudes necessary to achieve success in the academic world and professional future. The purpose of this service is to help individual students with character become individuals with integrity, responsibility, honesty, empathy, discipline, and positive attitudes towards themselves and others. Besides building a strong nation, where the people are noble, moral, tolerant, and work together. This service was carried out in the form of Socialization of character education information, National Seminar on Character Education for Gen Zenial and Millennials in Tabagsel on Thursday, February 8, 2024 at UMTS Padang Sidempuan Hall, South Tapanuli. Furthermore, it was initiated to form a pattern with the principle of 18 values that can be developed in schools and universities for the younger generation, consisting of:  Religious, Honest, Tolerance, Discipline, Hard Work, Creative, Independent, Democratic, Curiosity, National Spirit, Love for the Country, Respect for Achievement, Friendly / Communicative, Love Peace, Love Reading, Care for the Environment, Social Care, Responsibility by paying attention to 5 aspects, namely: students' interpersonal practices, characters and synergistic models of lecturers and students, students have autonomy in managing communicative aspirations, students are able to manage their own aspirations, and students are able to communicate with their peers, students reflect, debate or collaborate to find solutions to moral issues, share their vision and sense of collectivity and responsibility as well as social skills training based on the local wisdom of Tabagsel, including marsialapari (mutual cooperation) and the application of Poda Na Lima in everyday life. Keywords: character; millennial; zenial; local wisdom; tabagsel.
Strategi Pembangunan Citra Publik Lembaga Pendidikan melalui Optimalisasi Media Digital dan Partisipasi Masyarakat Ramadan, Fariz; Syukron, M.; Aprianto, Iwan; Mahdayeni, Mahdayeni
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5614

Abstract

Pencitraan publik merupakan strategi krusial bagi lembaga pendidikan untuk membangun legitimasi, kepercayaan, dan dukungan masyarakat di era digital yang kompetitif. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi model kepemimpinan ideal yang mengintegrasikan nilai spiritualitas Islam dengan prinsip manajemen modern, serta menganalisis tahapan strategis dalam membangun citra positif lembaga secara berkelanjutan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode riset kepustakaan (library research), penelitian ini mengkaji berbagai literatur manajemen pendidikan, jurnal ilmiah, serta dokumen kebijakan terkait yang relevan dengan pengembangan institusi pendidikan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembangunan citra publik yang efektif melibatkan empat tahapan utama yang sistematis: (1) riset dan analisis citra awal untuk memetakan persepsi stakeholder, (2) penetapan identitas dan positioning sebagai pembeda dari lembaga lain, (3) implementasi program komunikasi yang konsisten di berbagai lini, serta (4) evaluasi berkala untuk mengukur efektivitas pesan. Studi kasus pada MAS Darusy Syafi’iyah memperkuat temuan ini, di mana lembaga tersebut berhasil menerapkan strategi komunikasi hibrida. Melalui kombinasi optimal antara pemanfaatan media digital (Facebook, Instagram, dan TikTok) untuk menjangkau audiens luas serta penguatan kegiatan partisipasi masyarakat seperti pengajian bulanan, lembaga mampu meningkatkan jumlah pendaftar baru dan dukungan pemangku kepentingan secara signifikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan pencitraan pendidikan tidak hanya terletak pada kecanggihan teknologi komunikasi, tetapi sangat bergantung pada keselarasan antara narasi yang dikomunikasikan dengan integritas serta kontribusi nyata lembaga di lapangan. Kepemimpinan yang berbasis nilai spiritual menjadi ruh yang memastikan bahwa citra yang ditampilkan tetap autentik dan berorientasi pada pengabdian masyarakat.