Kiani, Safa Tiara
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGETAHUAN MAHASISWA KEPERAWATAN DALAM PENCEGAHAN TUBERKULOSIS PARU Rohmah, Ulfa Nur; Kiani, Safa Tiara; Fitriani, Dhia Diana; La Ramba, Hardin
Journal of Nursing and Midwifery Sciences Vol. 4 No. 2 (2025): Volume 4 Issue 2
Publisher : Faculty of Nursing and Midwifery, Binawan University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54771/93yrgb44

Abstract

Tuberkulosis (TB) paru merupakan penyakit menular dengan angka morbiditas dan mortalitas tinggi di dunia. Indonesia menempati urutan kedua dengan beban TB terbesar. Mahasiswa keperawatan memiliki peran penting dalam pencegahan TB, namun pengetahuan mereka seringkali masih terbatas.Tujuan penelitian ini Adalah mengetahui gambaran pengetahuan mahasiswa keperawatan dalam pencegahan tuberkulosis paru. Metode yang digunakan desain deskriptif kuantitatif dengan accidental sampling. Instrumen berupa kuesioner karakteristik responden dan pengetahuan pencegahan TB. Analisis dilakukan dengan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian ini didapatkan mayoritas responden berusia 19–21 tahun (65,3%), perempuan (91,7%), bersuku Melayu (43,8%), tidak merokok (96,7%), belum mendapat vaksin BCG (74,4%), dan tidak tinggal dengan penderita TB (94,2%). Tingkat pengetahuan menunjukkan 21,5% kategori baik, 68,6% cukup, dan 9,9% rendah. Sebagian besar mahasiswa memiliki pengetahuan cukup tentang pencegahan TB paru. Hal ini menegaskan perlunya penguatan kurikulum keperawatan melalui praktik klinis, simulasi, studi kasus, dan pelatihan berbasis komunitas untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan mahasiswa sebagai calon tenaga kesehatan dalam pengendalian TB.
Korelasi Pengetahuan Dan Sikap Dengan Stigma Masyarakat Terhadap Orang Dengan Gangguan Jiwa Fitriani, Dhia Diana; Wahyuni, Citra Putri; Rohmah, Ulfa Nur; Kiani, Safa Tiara; Kasumawati, Frida
JKM : Jurnal Keperawatan Merdeka Vol 5 No 2 (2025): Jurnal Keperawatan Merdeka
Publisher : Jurusan Keperawatan, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkm.v5i2.3501

Abstract

Background: The increasing prevalence of mental disorders continues to be accompanied by a high level of community stigma, which contributes to delayed help-seeking behavior, poor treatment adherence, and a heightened risk of relapse. This study aims to analyze the correlation between the level of knowledge and attitudes with community stigma toward individuals with mental disorders in Kampung Kadongdong RT 002/003, Pasir Nangka Village, Tigaraksa District, Tangerang Regency. Methods: This research employed a descriptive analytic design with a cross-sectional approach and involved all 61 heads of households as respondents selected through a total sampling method. Data were analyzed using Chi-Square test with a significance level of α = 0.05. Results: Nearly half of the respondents had a moderate level of knowledge (47.5%), a neutral attitude (41.0%), and a low level of stigma (41.0%). There was a significant correlation between the level of knowledge and stigma (p = 0.000), as well as between attitudes and stigma (p = 0.005). Conclusion: This study showed a significant relationship between public knowledge and attitudes toward stigma against people with mental disorders; therefore, enhancing mental health literacy through education and anti-stigma campaigns was considered necessary to promote better understanding and acceptance of individuals with mental illnessBackground: The increasing prevalence of mental disorders continues to be accompanied by a high level of community stigma, which contributes to delayed help-seeking behavior, poor treatment adherence, and a heightened risk of relapse. This study aims to analyze the correlation between the level of knowledge and attitudes with community stigma toward individuals with mental disorders in Kampung Kadongdong RT 002/003, Pasir Nangka Village, Tigaraksa District, Tangerang Regency. Methods: This research employed a descriptive analytic design with a cross-sectional approach and involved all 61 heads of households as respondents selected through a total sampling method. Data were analyzed using Chi-Square test with a significance level of α = 0.05. Results: Nearly half of the respondents had a moderate level of knowledge (47.5%), a neutral attitude (41.0%), and a low level of stigma (41.0%). There was a significant correlation between the level of knowledge and stigma (p = 0.000), as well as between attitudes and stigma (p = 0.005). Conclusion: This study showed a significant relationship between public knowledge and attitudes toward stigma against people with mental disorders; therefore, enhancing mental health literacy through education and anti-stigma campaigns was considered necessary to promote better understanding and acceptance of individuals with mental illness
Pemberdayaan Siswa dalam Mengenal Hipertensi Remaja melalui Video Adukasi Animasi Latifin, Khoirul; Purwanto, Sigit; Jaji, Jaji; Zikran, Zikran; Kiani, Safa Tiara; Suwahyu, Romy; Amalia, Lisa Rizky; Utami, Desti Kurnia
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 3 (2026): Volume 9 Nomor 3 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i3.24169

Abstract

ABSTRAK Hipertensi pada kelompok usia remaja kini menjadi perhatian kesehatan yang semakin signifikan akibat meningkatnya kebiasaan hidup sedentari, tingginya konsumsi makanan bergaram, serta rendahnya pemahaman remaja mengenai faktor-faktor risikonya. Lingkungan sekolah dipandang sebagai sarana yang strategis untuk pelaksanaan program pemberdayaan melalui kegiatan organisasi sekolah. Kegiatan ini bertujuan untuk memperluas wawasan siswa mengenai hipertensi serta meningkatkan kemampuan mereka dalam mengenali dan mendeteksi masalah terkait hipertensi. Kegiatan ini dilaksanakan melalui metode pendidikan kesehatan dengan memanfaatkan media video edukasi berbentuk animasi untuk meningkatkan pemahaman siswa, sekaligus memberikan pelatihan keterampilan dalam melakukan deteksi dini hipertensi menggunakan tensimeter digital. Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dievaluasi melalui pemberian pre-test dan post-test. Hasil analisis statistik menggunakan uji Wilcoxon sign rank testmenunjukkan peningkatan pengetahuan yang bermakna setelah intervensi, dengan p-value sebesar 0,002. Temuan tersebut mengindikasikan bahwa edukasi berbasis video yang dipadukan dengan pelatihan pemeriksaan mampu memperkuat pemahaman remaja mengenai hipertensi serta urgensi deteksi dini. Oleh karena itu, program pemberdayaan sekolah melalui organisasi sekolah direkomendasikan untuk diimplementasikan secara berkesinambungan sebagai langkah preventif dalam pengendalian hipertensi sejak usia remaja. Kata Kunci: Video Edukasi Animasi, Hipertensi Remaja, Pemberdayaan Siswa.  ABSTRACT Hypertension in adolescents is becoming an increasingly significant health concern due to increasing sedentary lifestyles, high consumption of salty foods, and low understanding of risk factors. The school environment is seen as a strategic platform for implementing empowerment programs through school organization activities. These activities aim to broaden students' knowledge about hypertension and improve their ability to recognize and detect hypertension-related problems. These activities are implemented through health education methods, utilizing animated educational videos to enhance student understanding, while also providing skills training in early hypertension detection using digital blood pressure monitors. The implementation of community service was evaluated through pre- and post-tests. Statistical analysis using the Wilcoxon signed-rank test showed a significant increase in knowledge after the intervention, with a p-value of 0.002. These findings indicate that video-based education combined with screening training can strengthen adolescents' understanding of hypertension and the urgency of early detection. Therefore, the ongoing implementation of school empowerment programs through school organizations is recommended as a preventive measure in controlling hypertension starting in adolescence. Keywords: Animated Educational Videos, Adolescent Hypertension, Student Empowerment.