Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN PENERIMAAN DIRI PADA RESIDEN REHABILITASI DI LRPPN BHAYANGKARA INDONESIA MEDAN Ningsih, Siska Dwi; Mora, Indo; Ramadhani, Sri; Tarihoran, Mia Solistika
JURNAL PSYCHOMUTIARA Vol. 5 No. 1 (2022): Jurnal Psychomutiara
Publisher : Psikologi Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/psikologi.v5i1.3272

Abstract

After receiving the status of being a resident and undergoing the rehabilitation process, the negative stigma they received from the community had an impact on their self-assessment. During the pandemic, which limits the scope of socialization and activities as well as government programs for lock down, of course it will limit the number of visits by family members, reducing resident interactions with people from outside rehabilitation. Research This research on "The Relationship between Family Support and Self-Acceptance in Rehabilitation Residents at LRPPN Bhangkara Indonesia Medan" aims to see the relationship between family support and self-acceptance of Rehabilitation residents. The type of research used is quantitative research. It is called quantitative because the research data is in the form of numbers and data analysis uses statistics. The sample taken in this study is the rehabilitation resident of LRPPN Bhayangakara Indonesia, Medan who has undergone the rehabilitation process with a total of 26 people. Based on the results of the study, the value of R = 0.331 indicates the relationship between the two variables is in the low category. The resident's family support is not related to the self-acceptance of the rehabilitation resident of LRPPN Bhyangkara Indonesia Medan
Pengaruh Kepemimpinan Otoriter terhadap Burnout dengan Psychological Capital sebagai Mediasi pada Karyawan Lubis, Suaidah; Oktavely, Anggita Dwi; Damanik, Anggi Hayani; Sitorus, Dinda Fernando; Sinaga, Herna Juniar; Tarihoran, Mia Solistika; Panjaitan, Naomi Anggriani; Wikayatuddini
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i1.4261

Abstract

Burnout adalah kondisi kelelahan psikologis yang dialami karyawan akibat tekanan kerja yang berkepanjangan serta gaya kepemimpinan yang maladaptif, salah satunya kepemimpinan otoriter. Kepemimpinan otoriter ditandai dengan kontrol yang ketat, minimnya partisipasi bawahan, dan komunikasi satu arah, yang berpotensi meningkatkan tingkat burnout pada karyawan. Di sisi lain, modal psikologis (psychological capital) yang terdiri dari harapan (hope), keyakinan diri (self-efficacy), ketangguhan (resilience), dan optimisme (optimism), diyakini berperan sebagai sumber daya psikologis yang mampu melindungi karyawan dari dampak negatif lingkungan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan otoriter terhadap burnout, dengan modal psikologis sebagai variabel mediasi pada karyawan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui metode survei dengan teknik total sampling. Data dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan otoriter berpengaruh positif terhadap burnout, modal psikologis berpengaruh negatif terhadap burnout, serta kepemimpinan otoriter berpengaruh negatif terhadap modal psikologis. Selain itu, modal psikologis terbukti memediasi hubungan antara kepemimpinan otoriter dan burnout. Temuan ini menegaskan pentingnya pengembangan modal psikologis sebagai upaya untuk meminimalkan burnout pada karyawan yang dipicu oleh gaya kepemimpinan otoriter.