Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Penguatan Pendidikan Karakter melalui Full Day School Lubis, Suaidah; Nurhasanah, Nurhasanah; Sari, Indah Puspita
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol 11 No 1 (2024): Maret
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v11i1.2094

Abstract

Pendidikan karakter merupakan hal yang sangat urgen bagi siswa sebagai modal dalam melakukan berbagai aktivitas kehidupan di sekolah dan di lingkungan masyarakat. Tujuan artikel ini adalah untuk memberikan gambaran tentang program full day school di SDIT Amanah Langkat, dalam upaya penguatan karakter siswanya. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Penerapan Penguatan Pendidikan Karakter melalui Full Day School di SDIT Amanah Langkat dilakukan dengan menggunakan teori behaaviour. Adapun kegiatan pembelajaran Full Day School di SDIT Amanah Langkat meliputi muraja’ah (tahfidz), shalat dhuha, shalat zuhur, shalat ashar, sedekah, infaq, dan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Proses pembentukan karakter juga dilaksanakan melalui kegiatan ekstrakurikuler pramuka, renang, dan panahan. Nilai karakter siswa yang menonjol di SDIT Amanah Langkat yaitu karakter religius, mandiri, dan kedisiplinan.
HUBUNGAN MOTIVASI BELAJAR DAN KONFORMITAS TERHADAP PROKRASTINASI AKADEMIK Lubis, Suaidah; Siregar, Hirmar Waki Omnihara; Sinurat, Jakobus Maruli Tua; Nasution, Muhammad Faisal Ramadhan; Tresna, Nurayu Resmara; Lubis, Rizky Amelia
JURNAL DARMA AGUNG Vol 30 No 1 (2022): APRIL
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Darma Agung (LPPM_UDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46930/ojsuda.v30i1.2807

Abstract

Prokrastinasi akademik sudah merupakan masalah yang segera harus disadari dan segera dibenahi. Dalam pemahaman yang demikian, maka penting diadakan penelitian guna mengetahui variabel lain yang berkorelasi dengan Prokrastinasi Akademik, secara positif maupun negatif. Penelitian ini secara khusus mempertemukan dua variabel independen (X) yakni Motivasi Belajar dan Konformitas dengan variabel dependen (Y) Prokrastinasi Akademik. Dengan teknik total sampling diperolehlah 60 orang mahasiswa dari salah satu Universitas Swasta di Medan sebagai subjek penelitian. Terhadap data yang telah terkumpul akan dilakukan tahapan analisis data serta uji hipotesis dengan metode analisis regresi berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) tidak ada hubungan antara Motivasi Belajar dengan Prokrastinasi Akademik, (2) ada hubungan positif antara Konformitas dengan Prokrastinasi Akademik, dan (3) ada hubungan positif antara Motivasi
Kepercayaan diri dan dukungan orang tua terhadap minat penerima bantuan sosial melanjutkan ke perguruan tinggi Hutabarat, Ester; Lubis, Suaidah; Indrawan, Yudhistira Fauzy
Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia Vol 10, No 1 (2024): Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1202423859

Abstract

Tidak hanya terkait dengan rendahnya pendapatan, tetapi juga rendahnya pendidikan, kesehatan, dan ketidakberdayaan untuk berpartisipasi dalam pembangunan Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kepercayaan diri dan dukungan orang tua terhadap minat melanjutkanke perguruan tinggi pada siswa SMA/SMK penerima bantuan sosial. Penelitian dengan metode kuantitatif melalui skala likert, dengan sampel 130 siswa penerima bantuan sosial di Kecamatan Medan Deli. Analisis data menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkanterdapat pengaruh signifikan kepercayaan diri dan dukungan orang tua terhadap minat melanjutkan ke perguruan tinggi, dengan nilai signifikansi masing-masing 0,000 < 0,05. Dan hipotesis ketiga yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh positif yang signifikan antara kepercayaan diri dan dukungan orang tua terhadap minat melanjutkan ke perguruan tinggi pada siswa ini dapat dilihat dari nilai F hitung sebesar 393.139 dengan tingkat signifikan sebesar 0,000. Sedangkan nilai F tabel pada taraf signifikan 95% (α = 0,05) adalah 2,68 dimana (F hitung > F tabel) sehingga 393,139 > 2,68 dan nilai sig < 0,05 (0,000 < 0,05).
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kenakalan Remaja di Kalangan Pelajar SMK Negeri 1 Percut Sei Tuan Lubis, Suaidah; Yuningsih, Yuningsih; Marbun, Risma Anjelita; Tarigan, Siska; Achyar, Ahmad Juliansyah
Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development Vol. 7 No. 3 (2025): Ranah Research : Journal Of Multidisciplinary Research and Development
Publisher : Dinasti Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/rrj.v7i3.1426

Abstract

Kenakalan remaja menjadi perhatian penting dalam dunia pendidikan karena dampaknya terhadap perkembangan individu dan sosial peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kenakalan remaja di SMK Negeri 1 Percut Sei Tuan dan memberikan rekomendasi untuk mengatasinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kenakalan remaja meliputi membolos, merokok, tawuran, dan penyalahgunaan narkoba. Faktor-faktor penyebabnya terdiri dari faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi kontrol diri yang lemah, kurangnya nilai moral, serta rendahnya kesadaran akan konsekuensi perilaku. Sedangkan faktor eksternal mencakup pengaruh lingkungan keluarga yang tidak kondusif, teman sebaya yang memiliki perilaku negatif, dan kurangnya pengawasan dari pihak sekolah. Penelitian juga mengungkapkan bahwa tekanan sosial dan keinginan untuk diakui dalam kelompok sering menjadi pendorong utama tindakan menyimpang. Dari sisi sekolah, kurangnya kegiatan positif dan lemahnya pengawasan turut memperbesar peluang siswa untuk terlibat dalam kenakalan. Upaya yang dilakukan sekolah mencakup program bimbingan dan konseling, pengawasan yang lebih ketat, serta penyediaan kegiatan ekstrakurikuler. Namun, keberhasilan upaya ini memerlukan keterlibatan aktif orang tua dan masyarakat. Orang tua diharapkan dapat meningkatkan perhatian dan pengawasan terhadap anak-anak mereka, sementara masyarakat diharapkan menciptakan lingkungan sosial yang mendukung perkembangan remaja. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa kenakalan remaja merupakan masalah multidimensi yang memerlukan pendekatan holistik. Kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat menjadi kunci untuk mencegah dan mengatasi kenakalan remaja. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan kebijakan dan program yang lebih efektif untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan kondusif.
Forensic Psychology to Speed Up Recovery of Rape Victims Patisina, Patisina; Lubis, Suaidah
Journal of Legal and Cultural Analytics Vol. 4 No. 2 (2025): May 2025
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/jlca.v4i2.14076

Abstract

This study investigates the psychological recovery of rape victims in Indonesia, emphasizing the critical role of forensic psychologists in facilitating healing. Utilizing qualitative and juridical normative methodologies, data were collected through interviews with five key informants, including professionals from the Indonesian Forensic Psychology Association and law enforcement. The findings reveal that victims often experience PTSD, anxiety, and depression, necessitating tailored therapeutic interventions such as Neuro-Linguistic Programming, hypnotherapy, and play therapy. Results indicate that comprehensive support systems, including legal protection and community awareness, are essential for effective recovery. This research contributes to understanding the multifaceted needs of rape victims and underscores the importance of professional psychological assistance in their healing journey.
Penguatan Pendidikan Karakter melalui Full Day School Lubis, Suaidah; Nurhasanah, Nurhasanah; Sari, Indah Puspita
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol. 11 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v11i1.2094

Abstract

Pendidikan karakter merupakan hal yang sangat urgen bagi siswa sebagai modal dalam melakukan berbagai aktivitas kehidupan di sekolah dan di lingkungan masyarakat. Tujuan artikel ini adalah untuk memberikan gambaran tentang program full day school di SDIT Amanah Langkat, dalam upaya penguatan karakter siswanya. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Penerapan Penguatan Pendidikan Karakter melalui Full Day School di SDIT Amanah Langkat dilakukan dengan menggunakan teori behaaviour. Adapun kegiatan pembelajaran Full Day School di SDIT Amanah Langkat meliputi muraja’ah (tahfidz), shalat dhuha, shalat zuhur, shalat ashar, sedekah, infaq, dan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Proses pembentukan karakter juga dilaksanakan melalui kegiatan ekstrakurikuler pramuka, renang, dan panahan. Nilai karakter siswa yang menonjol di SDIT Amanah Langkat yaitu karakter religius, mandiri, dan kedisiplinan.
THE EMOTIONAL DYNAMICS OF TEENAGERS IN HIGH SCHOOL STUDENTS FROM BROKEN HOMES Lubis, Suaidah; Parinduri, Rusdah; Putri, Annisa; Rambe, Rifatun Nihayah; Ningrum, Sekar Dwi; Sari, Yuli Novia
Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2025): MARET
Publisher : LPPM Univ. Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/abdidos.v9i1.2578

Abstract

Some students at a state high school in Perbaungan exhibit disruptive behavior, harming themselves and disturbing the school environment. These students often skip school, ignore assignments, fight with classmates, disobey teachers, and cause disruptions. The root cause appears to be the students' backgrounds, particularly coming from broken homes. A broken home, caused by parental divorce, leads to emotional struggles in adolescents. This research aims to explore the emotional dynamics of adolescents from broken homes due to their parents' divorce. A qualitative approach with a case study method was used, involving three respondents aged 16 and 17 from divorced families, selected through purposive sampling. Triangulation techniques—source, method, and time—were applied for data validity. Descriptive analysis was employed to analyze the data collected from the informants. The findings show that all three respondents exhibited negative behavioral changes, emotional instability, and psychological trauma. They also reported a lack of attention and affection from their parents after the divorce. Despite the challenges, they viewed parental divorce as a process of self-maturation, although it was also seen as a difficult and painful experience.
Pengaruh Self Regulated Learning Religiusitas Terhadap Student Engagement Pada Siswa Madrasah Aliyah Swasta Muallimin Univa Medan Izdiharunnisa, Izdiharunnisa; Hasanuddin, Hasanuddin; Lubis, Suaidah
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 12 No. 03 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v12i03.4593

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh self regulated learning dan religiusitas terhadap student engagement di Madrasah Aliyah Swasta Muallimin Univa Medan. Student engagement adalah keterlibatan siswa dalam berpartisipasi pada setiap kegiatan rutin maupun program sekolah, baik di dalam dan di luar kelas dengan indikator perilaku, emosional, dan kognitif. Hipotes yang diajukan yaitu ada pengaruh positif antara self regulated learning dan religiusitas terhadap student engagement. Tekni sampling dengan total sampling, sampel berjumlah 189 siswa. Penelitian ini menggunakan skala Self Regulated learning, religiusitas, dan skala student engagement. Metode analisis data adalah regresi berganda. Berdasarkan analisis data yang dilakukan, maka diperoleh hasil determinan (Rxy) = 0,804 dengan p = 0.000 < 0.050, artinya ada pengaruh positif self regulated learning dan religiusitas terhadap student engagement, semakin tinggi self regulated learning dan semakin tinggi religiusitas, maka semakin tinggi student engagement. Sumbangan self regulated dan religiusitas terhadap student engagement sebesar 64,6%. Dengan demikian, masih terdapat 35,4% pengaruh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
Kepercayaan diri dan dukungan orang tua terhadap minat penerima bantuan sosial melanjutkan ke perguruan tinggi Hutabarat, Ester; Lubis, Suaidah; Indrawan, Yudhistira Fauzy
Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1202423859

Abstract

Tidak hanya terkait dengan rendahnya pendapatan, tetapi juga rendahnya pendidikan, kesehatan, dan ketidakberdayaan untuk berpartisipasi dalam pembangunan Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kepercayaan diri dan dukungan orang tua terhadap minat melanjutkanke perguruan tinggi pada siswa SMA/SMK penerima bantuan sosial. Penelitian dengan metode kuantitatif melalui skala likert, dengan sampel 130 siswa penerima bantuan sosial di Kecamatan Medan Deli. Analisis data menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkanterdapat pengaruh signifikan kepercayaan diri dan dukungan orang tua terhadap minat melanjutkan ke perguruan tinggi, dengan nilai signifikansi masing-masing 0,000 < 0,05. Dan hipotesis ketiga yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh positif yang signifikan antara kepercayaan diri dan dukungan orang tua terhadap minat melanjutkan ke perguruan tinggi pada siswa ini dapat dilihat dari nilai F hitung sebesar 393.139 dengan tingkat signifikan sebesar 0,000. Sedangkan nilai F tabel pada taraf signifikan 95% (α = 0,05) adalah 2,68 dimana (F hitung > F tabel) sehingga 393,139 > 2,68 dan nilai sig < 0,05 (0,000 < 0,05).
Peran Orang Tua dalam Membentuk Regulasi Emosi dan Kemandirian Anak Usia Dini Lubis, Suaidah; Situmeang, Sintong Ekapriasi; Nurhandayani, Ika; Manurung, Irma; Ningsih, Dwi Ayu; Hafnizar, Hafnizar; Syam, Tengku Nuranasyah; Simbolon, Lenny Marlina; Manurung, Dohar Mauli
Tut Wuri Handayani : Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran orang tua dalam membentuk regulasi emosi dan kemandirian anak usia dini di TK Bhineka Tunggal Ika. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas lima orang tua yang memiliki anak usia 4–6 tahun dan terlibat langsung dalam pengasuhan sehari-hari, serta didukung oleh informasi dari guru kelas. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan observasi partisipan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap subjek menerapkan pola pendampingan yang berbeda dalam membentuk regulasi emosi dan kemandirian anak. Regulasi emosi anak terbentuk melalui respon emosional orang tua yang hangat, keteladanan dalam mengelola emosi, serta komunikasi yang membantu anak mengenali dan mengekspresikan perasaannya. Sementara itu, kemandirian anak berkembang melalui pembiasaan aktivitas sehari-hari, pemberian kesempatan untuk mencoba secara mandiri, serta penguatan positif dari orang tua. Faktor pendukung dalam pendampingan meliputi kesabaran dan kesadaran orang tua, sedangkan faktor penghambat berupa keterbatasan waktu dan kelelahan. Penelitian ini menegaskan bahwa kualitas pendampingan orang tua berperan penting dalam mendukung perkembangan regulasi emosi dan kemandirian anak usia dini. This study aims to describe the role of parents in shaping emotional regulation and independence in early childhood at TK Bhineka Tunggal Ika. This research employed a qualitative descriptive approach. The research subjects consisted of five parents of children aged 4–6 years who were directly involved in daily caregiving, supported by information from classroom teachers. Data were collected through in-depth interviews and participant observation. The findings indicate that each subject applied different parenting practices in supporting children’s emotional regulation and independence. Emotional regulation was developed through warm emotional responses, parental role modeling, and communication that helped children recognize and express their emotions. Children’s independence was fostered through daily habituation, opportunities for autonomous practice, and positive reinforcement. Supporting factors included parental patience and awareness, while inhibiting factors involved time constraints and parental fatigue. This study highlights that the quality of parental involvement plays a crucial role in promoting emotional regulation and independence in early childhood.