Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi dalam Meningkatkan Literasi dan Minat Baca Anak Anak Desa Jaranguda melalui Sosialisasi Literasi Sindi Rahmadani; Raja Gusti Mandari Siregar; Siti Aulia; Ayu Andini; Nurwani Nurwani
SAFARI :Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 3 (2025): Juli : SAFARI :Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia
Publisher : BADAN PENERBIT STIEPARI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56910/safari.v5i3.3420

Abstract

The reading ability of children in Indonesia, especially in rural areas, remains a very serious problem. Jaranguda Village in Karo Regency is one of the areas facing this challenge due to the lack of facilities, reading habits, and the dominant use of gadgets. This study aims to identify effective strategies to improve literacy and reading interest in children in Jaranguda Village through literacy socialization activities conducted by KKN students. The study used a qualitative descriptive method with observation and documentation techniques of participants and activity implementers. The results showed that the implementation of four main approaches—namely literacy socialization and strengthening, media-based literacy counseling, the application of literacy in public conversations, and the application of literacy in daily activities—had a positive impact on increasing children's interest and reading ability. Children became more enthusiastic about reading, more confident in conveying the content of reading, and began to get used to reading regularly every day. These findings confirm that literacy packaged in an interactive and fun way can create meaningful learning experiences for children. Therefore, activities like this must continue to be developed and implemented sustainably in other villages so that the culture of literacy from an early age can be improved and strengthened.
Analisis Capital Asset Pricing Model (CAPM) Sebagai Dasar Pengambilan Keputusan Investasi pada Saham Saham Syariah IDXMESBUMN Desember 2023 - Mei 2024 Dino Farid Pratama; Aldyansah Arrahman Rianto; Adelia Sahputri Nainggolan; Nona Pebriana Rangkuti; Namira Fariza Isnah Suglia; Sindi Rahmadani; Fahmi Reza Sitepu; Muhammad Ikhsan Harahap
Jurnal Ilmu Manajemen, Bisnis dan Ekonomi Vol 3 No 5 (2026): In Press
Publisher : PT Maju Malaqbi Makkarana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59971/jimbe.v3i5.926

Abstract

Terdapat tujuan dalam penelitain ini yakni untuk mengkaji tingkat pengembalian saham individu (Ri), tingkat risiko sistematis (βi), serta tingkat pengembalian yang diharapkan. Selain itu, penelitian ini juga menganalisis perbandingan antara tingkat pengembalian saham individu (Ri) dan tingkat pengembalian yang diharapkan melalui metode Capital Asset Pricing Model (CAPM) di saham-saham yang tergabung dalam indeks IDX-MES BUMN selama periode Desember 2023 hingga Mei 2024. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif yang menggunakan pendekatan studi kasus. Pendekatan tersebut diterapkan pada saham-saham yang tergabung dalam indeks IDX-MES BUMN selama periode Desember 2023 hingga Mei 2024. Metode ini digunakan untuk menganalisis penilaian aset modal sebagai dasar pengambilan keputusan dalam investasi melalui pendekatan Capital Asset Pricing Model (CAPM). Penelitian ini menggunakan data panel berupa data runtut waktu (time series) dari bulan Desember 2023 hingga Mei 2024. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari publikasi resmi Bursa Efek Indonesia dan Bank Indonesia, meliputi data harga saham, BI 7-Day Reverse Repo Rate, serta Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Hasil penelitian mengindikasikan bahwa pada periode Desember 2023 hingga Mei 2024, sebanyak 16 saham yang tergabung dalam Indeks IDX-MES BUMN menunjukkan tingkat pengembalian individu yang beragam. Saham ANTM tercatat memiliki tingkat pengembalian yang diharapkan paling tinggi dengan nilai beta sebesar 1,72, sedangkan saham TPIA memiliki tingkat pengembalian yang diharapkan paling rendah dengan nilai beta sebesar 0,68. Oleh karena itu, keputusan investasi dilakukan dengan mempertimbangkan saham yang berada dalam kondisi undervalued sebagai dasar untuk melakukan pembelian atau penjualan saham.