Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dimensi Eksistensial dan Humanisme dalam Karya Angkatan Pujangga Baru 1966 Fotivar, Sahputra Daniel; Azzahra, Nadira; Syarifah, Rini; Azizah, Nurul
Literasi Bahasa dan Sastra Jurnal Vol. 2 No. 1 (2025): LIBAS Vol. 2 No.1 March 2025
Publisher : Yayasan Tri Edukasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63462/7kk9f157

Abstract

The 1966 New Poet Generation was an important milestone in the development of Indonesian literature, which was born amidst the political, social and cultural upheaval after the events of 1965. This research reveals the existential and humanist dimensions in their works, which are often overlooked in previous studies. Using a qualitative approach, this research analyzes poetry, short stories and essays by writers such as Taufiq Ismail, Iwan Simatupang and Ajip Rosidi. The research results show that the work of the Class of 1966 is not only a medium for social criticism but also a space for individual contemplation of the meaning of existence, collective wounds and national identity.
Kegagalan Felicity Conditions dan Pelanggaran Maksim Grice dalam Tuturan Fitnah Aparat: Studi Kasus Sudrajat Es Gabus Sabrina, Fadhilah; Alpris, Zai; Aprilia, Saibil; Sihite, Yusnika; Syarifah, Rini; Puspitarini, Herning; Gafari, M. Oky Fardian
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/wfpmgm34

Abstract

Dalam penelitian ini, kondisi felicity teori speech acts (Austin & Searle) dan maksim Grice digunakan untuk menganalisis kegagalan komunikatif yang melanggar prinsip pragmatik ketika aparat negara menuduh Sudrajat Es Gabus. Dengan menggunakan pendekatan pragmatik kualitatif, data primer dari transkrip tuturan fitnah aparat di media sosial dan konferensi pers diuji menggunakan checklist felicity conditions (sincerity, preparatory, propositional, essential) dan klasifikasi pelanggaran maksim (Quantity, Quality, Relation, Manner). Mengungkapkan kegagalan sincerity condition karena niat manipulatif dan pelanggaran kualitas karena informasi palsu dan pelanggaran hubungan yang menimbulkan implikasi fitnah.