Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENINGKATAN PRODUKSI DAN KUALITAS PRODUK JAHE INSTAN MELALUI INOVASI TEKNOLOGI TEPAT GUNA PADA UKM JAMUNING (BU NING) Khomah, Isti; Kusnandar, Kusnandar; Khairiyakh, Refa’ul
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 3 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i3.58998

Abstract

Potensi tanaman empon-empon yang ada di Indonesia sudah banyak dimanfaatkan menjadi peluang bisnis minuman herbal. Salah satu jenis empon-empon yang mempunyai banyak khasiat adalah Jahe. Jahe dapat dioleh menjadi minuman instan herbal yang praktis dan mudah dikonsumsi. Dalam proses produksinya, adanya inovasi pengolahan jahe menjadi serbuk jahe melalui kristalisasi ini dapat meningkatkan nilai jual dan daya saing produk. UKM Jamuning (Bu Ning) menjadi salah satu UKM yang telah memproduksi Jahe instan. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah adanya peningkatan produksi dan kualitas produk Jahe Instan pada proses produksi di UKM Jamuning (Bu Ning) sehingga dapat berdaya saing pada di tengah-tengah persaingan UKM minuman tradisional yang ada di Indonesia. Metode pengabdian yang dilakukan meliputi: persiapan, sosialisasi kegiatan pengabdian ke UKM mitra, pelaksanaan kegiatan pengabdian yang terdiri atas introduksi beberapa alat/mesin yang diperlukan oleh UKM, pendampingan, monitoring dan evaluasi kegiatan pengabdian, dan pembuatan Laporan. Hasil kegiatan pengabdian ini, yaitu 1) Introduksi Mesin Grinder (penggiling) Jahe untuk mempercepat proses penggilingan jahe kering menjadi bubuk, 2) Introduksi Mesin Ekstraksi (wajan pengaduk otomatis) untuk membantu proses kristalisasi/proses pembuatan jahe instan, dan 3) Mesin Weighing and Filling Powder (mesin penimbang dan pengemas otomatis) untuk membantu pengemasan jahe serbuk ke dalam kemasan baik plastik maupun botol kemasan. Dengan adanya introduksi ketiga alat tersebut, terlihat adanya peningkatan produksi dan kualitas proses produksi di UKM Jamuning (Bu Ning).
Analisis Usaha Industri Sale Pisang Skala Rumah Tangga di Kecamatan Karangpucung Kabupaten Cilacap Prabaningrum, Riris; Sutrisno, Joko; Khairiyakh, Refa’ul
Jurnal Kewirausahaan dan Bisnis Vol 27, No 2 (2022): December
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkb.v27i2.64392

Abstract

Sale pisang merupakan makanan olahan dari buah pisang yang dikeringkan, proses pembuatannya menjadikan sale pisang memiliki rasa dan aroma yang khas. Penelitian ini bertujuan mengkaji biaya, penerimaan, keuntungan, efisiensi usaha, dan risiko usaha industri sale pisang skala rumah tangga di Kecamatan Karangpucung. Metode dasar yang digunakan adalah metode deskriptif dengan didukung teknik survei. Penentuan daerah penelitian dilakukan secara purposive sampling. Responden penelitian ini berjumlah 41 produsen yang diambil dengan teknik sensus. Data yang digunakan terdiri dari data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data dengan wawancara menggunakan kuesioner, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya rata-rata yang dikeluarkan oleh usaha industri sale pisang goreng sebesar Rp2.178.148,52 per bulan, penerimaan rata-rata sebesar Rp2.818.842,11 per bulan, keuntungan rata-rata sebesar Rp640.693,58 per bulan. Sementara pada industri sale pisang mentah di Kecamatan Karangpucung, biaya rata-rata sebesar Rp1.603.405,09 per bulan, penerimaan rata-rata sebesar Rp2.850.545,45 per bulan, keuntungan rata-rata sebesar Rp1.222.353,64 per bulan. Usaha industri sale pisang goreng dan sale pisang memiliki nilai efisiensi secara berturut-turut 1,29 dan 1,75. Usaha industri sale pisang goreng memiliki nilai koefisien variasi keuntungan sebesar 1,07 dan nilai batas bawah keuntungan -729.606,85. Sedangkan usaha sale pisang yang menjual sale pisang mentah, memiliki nilai koefisien variasi keuntungan sebesar 0,21 dan nilai batas bawah keuntungan Rp700.591,80. Kedua jenis usaha sale pisang menguntungkan dan sudah efisien untuk diusahakan. Usaha sale pisang goreng memiliki tingkat risiko yang tinggi sehingga tidak layak untuk diusahakan, sedangkan usaha sale pisang mentah terhindar dari risiko dan layak untuk diusahakan.  Kata kunci: biaya; efisiensi; keuntungan; penerimaan; risiko