Kewilaa, Arnold
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Dinamika Produksi, Populasi dan Pemotongan Ternak Kerbau Lokal sebagai Indikator Keberlanjutan Sektor Peternakan di Kabupaten Maluku Barat Daya Alam, Asmirani; Kewilaa, Arnold; Sairudy, Albertus; Matatula, Michel Johan; Sarfan, Riri
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.36766

Abstract

Ternak kerbau merupakan salah satu komoditas ternak lokal yang memiliki peran strategis dalam sistem peternakan wilayah kepulauan, khususnya sebagai sumber pangan, tabungan hidup dan bagian dari budaya masyarakat. Kabupaten Maluku Barat Daya dikenal sebagai salah satu wilayah dengan keberadaan ternak kerbau lokal yang bersifat endemik. Selain memiliki nilai ekonomi, ternak kerbau juga berperan penting dalam menjaga keberlanjutan sistem peternakan berbasis sumber daya lokal, yang didukung oleh ketersediaan lahan penggembalaan yang relatif luas serta sumber pakan alami. Namun demikian, kondisi musim kemarau yang berlangsung panjang menjadi tantangan tersendiri dalam pengelolaan pakan dan populasi ternak kerbau, terutama dalam menjaga keseimbangan antara pemanfaatan dan keberlanjutan populasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika produksi, populasi dan pemotongan ternak kerbau sebagai indikator keberlanjutan subsektor peternakan di Kabupaten Maluku Barat Daya pada tahun 2024. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder produksi, populasi dan pemotongan ternak kerbau yang diperoleh dari instansi pemerintah daerah terkait. Analisis dilakukan melalui pemaparan kondisi aktual serta perhitungan rasio pemotongan ternak sebagai indikator tekanan pemanfaatan terhadap populasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa populasi ternak kerbau pada tahun 2024 tercatat sebanyak 13.443 ekor dan terkonsentrasi di Kecamatan Moa sebagai wilayah basis utama. Produksi ternak kerbau juga didominasi oleh kecamatan tersebut, sementara beberapa kecamatan lain belum memiliki populasi maupun aktivitas produksi kerbau. Tingkat pemotongan ternak kerbau secara keseluruhan relatif rendah, sehingga tekanan pemanfaatan terhadap populasi masih tergolong kecil. Kondisi ini mencerminkan karakteristik peternakan rakyat, di mana ternak kerbau lebih banyak dipelihara sebagai aset ekonomi atau tabungan hidup. Oleh karena itu, penguatan manajemen reproduksi, perbaikan kualitas pakan serta pendampingan peternak rakyat menjadi langkah strategis dalam mendukung keberlanjutan pengelolaan ternak kerbau lokal di wilayah kepulauan.