Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

TRANSFORMASI KORIDOR MENJADI RUANG SOSIAL: STUDI PERILAKU PENGHUNI RUSUN MRANGGEN, KABUPATEN SLEMAN Octaviano, Dioni; Agustin, Dyan
Jurnal Arsitektur Kolaborasi Vol 5 No 2 (2025): Jurnal Arsitektur Kolaborasi
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54325/kolaborasi.v5i2.98

Abstract

Koridor pada rumah susun, yang secara desain berfungsi sebagai jalur sirkulasi dan ruang transisi antar unit hunian, dalam praktiknya sering dimanfaatkan secara lebih luas oleh penghuni. Dalam hunian vertikal dengan keterbatasan ruang privat, penghuni cenderung melakukan adaptasi ruang untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Koridor yang seharusnya bersifat komunal mengalami pergeseran fungsi akibat tekanan spasial dan kebutuhan akan ruang tambahan, seperti untuk menyimpan barang, menjemur pakaian, atau menerima tamu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku penghuni terhadap fungsi koridor di Rumah Susun Mranggen Gedung Hijau, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, khususnya dalam konteks pemanfaatan ruang di luar batas privat. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi langsung, wawancara mendalam, dokumentasi visual, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar penghuni memanfaatkan koridor sebagai ruang tambahan dengan fungsi yang bersifat lebih pribadi. Adaptasi ini mencerminkan respons terhadap keterbatasan ruang hunian dan kebutuhan fungsional harian. Pergeseran fungsi koridor ini berdampak pada terganggunya sirkulasi, berkurangnya kenyamanan ruang komunal, serta terbentuknya batas baru antara ruang publik dan privat. Temuan ini menegaskan bahwa desain ruang komunal dalam rumah susun perlu mempertimbangkan fleksibilitas penggunaan oleh penghuni, agar tetap mampu memenuhi kebutuhan individual tanpa mengorbankan fungsi sosial dan efisiensi tata ruang secara keseluruhan.
- MENANAMKAN BUDAYA ILMIAH DI KALANGAN PELAJAR MELALUI MODEL SBR (SCHOOL BY RESEARCH) DI SMAN 1 PARE-KEDIRI : - Octaviano, DIoni; Kusuma Pertiwi, Devi Rosa; Sulistyowati, Niken; Abimanyu, Pramudya; Septian Adi, Muhammad; Rizky Tri Putra, Arya; Azizah, Nurul
ABIDUMASY Vol 7 No 1 (2026): ABIDUMASY : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia’s economic growth has stagnated at around 5%, causing the nation to lag in innovation compared to Vietnam and Malaysia. One key factor is the weak research culture, which results in less impactful innovations. To overcome this, the East Java provincial government launched the School by Research program for senior high schools. SMAN 1 Pare, already implementing a research-oriented approach through the Independent Learning Curriculum, became a strategic starting point. The program aims to build a research culture among students through continuous socialization, orientation, and training in research practices. Conducted as a community service initiative, it combines educational outreach with pre-test and post-test assessments to measure improvements in students’ understanding of scientific writing. Results showed a notable increase in their academic writing skills. Peer learning was also emphasized, with experienced students guiding peers to foster collaborative growth. A scientific writing module, specifically tailored for high school students, was developed and formally handed over to the school as a sustainable resource. This initiative is expected to become a foundation for further activities, such as scientific writing competitions, to enhance creativity, critical thinking, and innovative expression. By sustaining the School by Research model, Indonesia can gradually strengthen its research culture, contributing to improved national innovation performance.