Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI DALAM PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI WILAYAH KERJA UPT PUSKESMAS AIR PUTIH SAMARINDA Aries Abiyoga
Jurnal Medika : Karya Ilmiah Kesehatan Vol 4 No 2 (2019): Jurnal Medika : Karya Ilmiah Kesehatan Vol 4 No 2 Tahun 2019
Publisher : ITKES Wiyata Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.692 KB) | DOI: 10.35728/jmkik.v4i2.94

Abstract

Latar Belakang : Ibu berperan sangat penting dalam pemenuhan kebutuhan dan perkembangan anak dimulai dari saat kehamilan hingga pasca kelahiran. Pemberian Air Susu Ibu (ASI) Ekslusif sangatlah penting, karena ASI mempunyai nilai yang paling tinggi dibandingkan dengan makanan bayi ataupun susu hewan. ASI Ekslusif pada bayi baru lahir hingga enam bulan adalah cara terbaik untuk memenuhi pertumbuhan dan perkembangan bayi. Banyaknya bayi yang tidak mendapatkan ASI Eksklusifdi Indonesia disebabkan oleh berbagai faktor, diantaranya dukungan dariberbagai pihak yang masih kurang, salah satunya dukungan suami. Keberhasilan ASI Ekslusif akan lebih mudah bila dukungan dari suamiturut berperan di dalamanya. Saat ibu dalam masa menyusui memerlukan kondisi emosional yang stabil,mengingat faktor psikologis ibu sangat mempengaruhi produksi ASI.Tujuan :Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungandukungan suami dalam pemberian ASI Eksklusif di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Air Putih Samarinda Tahun 2019. Metode : Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik korelasi dengan metode cross sectional, yang dilakukan pada bulan Mei 2019. Jumlah populasi 182 ibu menyusui yang memiliki anak usia 6-24 bulan dan sampel yang diambil sebanyak 125 orang, yang dipilih menggunakan tehnik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner. Analisa data menggunakan uji Chi Square. Hasil : Setelah dilakukan uji analisis didapatkan bahwa nilai P value 0.037< dari nilai α 0.05. Kesimpulan :Terdapat hubungan antara dukungan suami dalam pemberian ASI Ekslusif. Ibu yang mendapatkan dukungan dari suami berpeluang lebih besar untuk memberikan ASI Eksklusif.
Asuhan Keperawatan Dengan Diagnosa Keperawatan Utama Ansietas Pada Pasien Anak Dengan Permasalahan Hospitalisasi Menggunakan Teknik Distraksi Story Telling Di Ruang Melati RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda Putri, Serina; Abiyoga, Aries; Fahnida, Aulya
Jurnal Keperawatan Galuh Vol 6, No 1 (2024): Januari
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jkg.v6i1.12795

Abstract

Hospitalisasi merupakan suatu kondisi yang tidak hanya berdampak terhadap kondisi fisik anak, tetapi juga kondisi psikologis anak salah satunya ansietas. Ansietas pada anak yang mengalami hospitalisasi dapat diberikan teknik story telling. Story telling merupakan salah satu teknik bermain terapeutik bercerita dalam menyampaikan isi perasaan, buah pikiran atau sebuah cerita kepada anak-anak. Menganalisis asuhan keperawatan pada anak post-operasi dengan intervensi inovasi teknik distraksi story telling untuk mengatasi ansietas pada anak yang mengalami hospitalisasi. Instrumen yang digunakan kuisioner: Human Anxiety Rating Scale(HARS). Berdasarkan landasan teori terkait dengan penerapan teknik distraksi menggunakan story telling untuk menurunkan tingkat ansietas pada anak, didapatkan bahwa penggunaan teknik distraksi story telling tersebut berhasil untuk menurunkan tingkat ansietas pada anak yang di rawat di Rumah Sakit. Penggunaan teknik distraksi menggunakan story telling memiliki pengaruh yang signifikan untuk menurunkan tingkat ansietas pada anak.
Penerapan Evidence Based Nursing Tepid Sponge Bath dalam Menurunkan Suhu Tubuh Anak Demam Rafael, Stefanus Evan; Yusuf, Ah; Nihayati, Hanik Endang; Abiyoga, Aries
Journal of Telenursing (JOTING) Vol 5 No 2 (2023): Journal of Telenursing (JOTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/joting.v5i2.5922

Abstract

This study aims to analyze tepid sponge baths' effect in reducing hyperthermic children's body temperature. The research method used by Quasy is an experimental pre-test and post-test design. This study's results show a significant change in pre-measurements in respondents with hyperthermic body temperature. The criteria for achieving body temperature within normal limits with the tepid sponge bath intervention for 10-15 minutes, the post-test results show a decrease in the average body temperature of respondents from 38.5℃ to 36.5℃ in 10 respondents, the results criteria were achieved. In conclusion, providing tepid sponge bath therapy effectively reduces body temperature in children who experience problems treating hyperthermia. Keywords: Hyperthermia, Childhood Concept, Increased Body Temperature, Tepid Sponge Bath
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Length of Stay di Instalasi Gawat Darurat Roselita, Windy; Kristi Layun Rining, Marina; Abiyoga, Aries; Rusdi, Rusdi
Jurnal Keperawatan Wiyata Vol. 5 No. 1 (2024): Volume 5 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan ITKes Wiyata Husada Samarida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35728/jkw.v5i1.1311

Abstract

Latar Belakang: Emergency Department Length of Stay, bisa berarti interval waktu antara kedatangan pasien ke UGD dengan waktu pasien secara fisik meninggalkan UGD. LOS di Emergency Department, ditandai dengan waktu yang tidak tepat lama sebelum keberangkatan akhir untuk  tempat tidur di rumah sakit, rumah, atau fasilitas lain diyakini mempengaruhi hasil klinis. Lamanya LOS tentu akan memicu risiko terjadinya hal yang tidak diinginkan, mempengaruhi tingkat keselamatan menurunkan mutu pelayanan rumah sakit dan kepuasan pasien. Tujuan: Tujuan dari studi ini guna mengetahui Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Length of Stay di Instalasi Gawat Darurat RSUD Akhmad Berahim Kabupaten Tana Tidung. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif berjenis deskriptif analitik. Sampel pada penelitian ini berjumlah 85responden menggunakan metode purposive sampling dengan pendekatan cross sectional. Menggunakan lembar observasi Length of Stay. Hasil: Analisa data bivariat memakai uji chi square pada faktor Waktu Pemeriksaan Diagnostik adalah p 0.003 kurang 0.05 yang berarti ada hubungan antara  Waktu Pemeriksaan Diagnostik dengan Length of Stay di Instalasi Gawat Darurat RSUD Akhmad  Berahim Tana Tidung. Sedangkan faktor Waktu Triase p 1.000 lebih 0.05, faktor Waktu Konsultasi p 0.057 lebih  0.05, faktor Cara Kedatangan p 0.743 lebih 0.05 dan faktor Jenis Kasus p 0.388 lebih 0.05 keempatnya tidak ada hubungan dengan Length of Stay di Instalasi Gawat Darurat RSUD Akhmad Berahim Tana Tidung. Kesimpulan: Adanya Hubungan Waktu Pemeriksaan Diagnostik dengan Length of Stay di Instalasi Gawat Darurat RSUD Akhmad Berahim Tana Tidung. Tidak adanya hubungan antara Waktu Triase, Waktu Konsultasi, Cara Kedatangan, dan Jenis kasus dengan Length of Stay di Instalasi Gawat Darurat RSUD Akhmad Berahim Tana Tidung.
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG PENANGANAN DIARE DENGAN DERAJAT DEHIDRASI BALITA DI RSUD ABDUL RIVAI BERAU Ain , Anisa; Kristina Layun, Marina; Abiyoga, Aries; Regia, Regia
Jurnal Keperawatan Wiyata Vol. 5 No. 2 (2024): Volume 5 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan ITKes Wiyata Husada Samarida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35728/jkw.v5i2.1459

Abstract

Latar Belakang :Balita yang mengalami diare dapat menyebabkan dehidrasi dan kondisi yang mengancam nyawa.pengetahuan ibu menjadi dasar utama tindakan cepat guna memberikan pertolongan pertama ketika balita mengalami diare dan mencegah terjadinya dehidrasi. Tujuan : Mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang penanganan diare dengan derajat dehidrasi balita Metode : ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional,  melibatkan 44 ibu yang balitanya mengalami diare.Sample dikumpulkan dengan tehnik accidental sampling di Instalasi Gawat Darurat RSUD dr. Abdul Rivai Berau . Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil : Karakteristik responden usia ibu antara 20-35 tahun(56,8%), pendidikan ibu tamat SMA (59,1%), pekerjaan ibu sebagai IRT (54,5%), usia balita antara 25-36 bulan (34,1%) dan jenis kelamin balita perempuan (59,1%). Pengetahuan ibu memiliki proporsi yang sama antara kategori, cukup dan kurang (34,1%) dan derajat dehidrasi balita berat (40,9%).Analisa data menunjukkan nilai p value = 0,001 < α : 0,05. Kesimpulan :Terdapat hubungan Pengetahuan ibu tentang penanganan diare dengan derajat dehidrasi balita. Sehingga  diharapkan petugas kesehatan lebih aktif memberikan sosialisai tentang penanganan dini diare guna mencegah terjadinya dehidrasi dan komplikasi lanjutan akibat diare.
Asuhan Keperawatan pada Anak Demam Hipertermia dengan Terapi Tepid Water Sponge di RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Armayanti, Dewi; Abiyoga, Aries
Jurnal Perempuan dan Anak Vol. 8 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jpa.v8i1.29561

Abstract

Background: Fever is an increase in body temperature > 37.5 C, which is the body's natural process of fighting infections that enter the body. One way to treat fever is non-pharmacological in the form of tepid water sponge therapy to reduce body temperature. Purpose: This study aimed to determine changes in temperature before and after tepid water sponge therapy. Method: The method used for children with hyperthermia started with assessment, diagnosis, intervention, implementation, and nursing evaluation. Results: This nursing care was conducted directly for three children. On An. Z before the tepid water sponge therapy was performed at 38 C, An. Before the treatment, tepid water sponge therapy was conducted at 38.9 C and An. Y, before the tepid water sponge therapy was performed at 37.7 C. Then, the tepid water sponge therapy was given for three days with 15 minutes of administration, and a decrease in body temperature occurred in An. Z's body temperature becomes 37 C, An. M's body temperature becomes 36.9 C, and An. Y's body temperature became 36.6 C. Based on these results, giving tepid water sponge therapy reduced body temperature in children. Conclusion: This indicates that the application of tepid water sponge therapy for three days given to 3 children affected reducing body temperature because when a compress was applied, the temperature control center received that the body temperature was in a warm condition, so the high body temperature would immediately decrease
Cultural Beliefs and Pregnancy Care among the Dayak Kenyah Community in East Kutai, Indonesia: An Ethnographic Study Meihartati, Tuti; Ringgit, Ringgit; Sumiati, Sumiati; Abiyoga, Aries
Journal of Applied Nursing and Health Vol. 8 No. 1 (2026): Journal of Applied Nursing and Health
Publisher : Chakra Brahmanda Lentera Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55018/janh.v8i1.482

Abstract

Background: Maternal health during pregnancy, childbirth, and the postpartum period serves as one of the key indicators of community well-being. Various studies have emphasized that cultural practices exert a significant influence on maternal care across different communities. This study aims to explore and analyze cultural beliefs and pregnancy care among the Dayak Kenyah community in East Kutai, Indonesia. Methods: This qualitative ethnographic study used purposive sampling with maximum variation. Data were gathered from 10 informants (6 pregnant women, 2 traditional leaders, 2 healthcare providers) through in-depth interviews and field notes. Analysis followed Braun and Clarke’s thematic approach. The study adheres to SRQR reporting guidelines to ensure rigor. Results: Five interpretive themes emerged: (1) Cultural Practices and Beliefs, involving dietary and behavioral taboos to protect against supernatural risks; (2) Traditional and Social Support, where traditional birth attendants (TBAs) provide physical and diagnostic assurance; (3) Integration with Formal Healthcare, highlighting midwives as cultural mediators; (4) Healthcare Quality Improvement, focusing on cultural competency to reduce stigma; and (5) Service Expectations, emphasizing a need for home-based care. Conclusion: Maternal care among the Dayak Kenyah is a hybrid process where ancestral rituals and clinical services coexist. Success in improving outcomes depends on integrating traditional practices with formal systems through culturally sensitive approaches.
Effectiveness of Hindmilk Feeding on Weight Gain Among Low-Birth-Weight Infants Abiyoga, Aries; Meihartati, Tuti; Kristiani, Denny; Bandung, Murti
Journal of Applied Nursing and Health Vol. 8 No. 2 (2026): Journal of Applied Nursing and Health
Publisher : Chakra Brahmanda Lentera Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55018/janh.v8i2.637

Abstract

Background: Low Birth Weight (LBW) infants are at high risk of morbidity and growth problems. Hindmilk, which is rich in fat and calories, is proposed to improve weight gain, but evidence remains limited. This study examined the effect of hindmilk feeding on weight gain in LBW infants. Methods: This pre-experiment design and was reported in accordance with the TREND guideline. A total of 15 LBW infants admitted to the Perinatology Unit of Malinau Hospital were recruited using purposive sampling. The independent variable was hindmilk feeding, while the dependent variable was infant weight gain. Data were collected using the Standardised Human Observation Sheet (SHOS) and analysed using the paired sample t-test. Results: The findings showed a significant increase in infant body weight after the hindmilk intervention compared with baseline measurements. The mean body weight after intervention was higher than before intervention, with a statistically significant difference (p = 0.001). These results indicate that hindmilk feeding contributed positively to weight gain among LBW infants. Conclusion: Hindmilk feeding significantly improved weight gain among LBW infants at Malinau Hospital. Therefore, hindmilk feeding may be recommended as an effective nutritional intervention for the management of LBW infants, particularly in resource-limited and remote healthcare settings.