Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

GAMBARAN TINGKAT KECEMASAN PERAWAT COVID-19 DI RUANG ISOLASI RSUD KUDUNGGA SANGATTA 2020 Aries Abiyoga; Dian Handayani; Desy Ayu Wardani
Jurnal Keperawatan Wiyata Vol 3 No 1 (2022): Volume 3 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan ITKes Wiyata Husada Samarida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35728/jkw.v3i1.649

Abstract

Latar Belakang: Saat ini seluruh dunia mengalami pandemic Virus Corona Disease 19 (COVID-19). Penularan virus yang sangat cepat dari manusia ke manusia mengakibatkan jumlah dari pasien yang terkonfirmasi COVID-19 mengalami kenaikan. Perawat sebagai salah satu tenaga kesehatan dalam menjalankan tugas sebagai garda terdepan penanganan, pencegahan, dan perawatan pasien COVID-19 mengalami kecemasan. Tujuan: Penelitian ini ntuk mengetahui gambaran tingkat kecemasan perawat COVID-19 di Ruang Isolasi RSUD Kudungga. Metode: Jenis penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Teknik pada penelitian ini menggunakan total sampling yaitu jumlah populasi sama dengan sampel. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 55 responden. Instrumen pada penelitian menggunakan kuisioner Zung Self-Rating Anxiety Scale (ZSAS). Hasil Penelitian: Menunjukkan bahwa perawat yang mengalami tingkat kecemasan ringan sebanyak 48 responden (80%), tingkat kecemasan sedang sebanyak 7 responden (20%) dan tidak ada responden yang mengalami tingkat kecemasan berat (0%). Tingkat kecemasan perawat COVID-19 di ruang isolasi RSUD Kudungga Sangatta berada pada tingkat kecemasan ringan. Kesimpulan: Perlu perhatian yang besar dari RSUD Kudungga Sangatta agar tingkat kecemasan ringan tidak berubah menjadi kecemasan sedang.
HUBUNGAN ANTARA KEAKTIFAN IBU DALAM KEGIATAN POSYANDU DENGAN STATUS GIZI BALITA Aries Abiyoga
Jurnal Medika : Karya Ilmiah Kesehatan Vol 4 No 1 (2019)
Publisher : ITKES Wiyata Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.572 KB) | DOI: 10.35728/jmkik.v4i1.64

Abstract

The purpose of this study was to determine the correlation between the mother’s liveliness in Posyandu activities with the toddler nutritional status. This study was analytical survey with cross sectional design. The samples of this study were 38 samples with accidental sampling technique. The result of the study was kolmogorov alternative test obtained liveliness with nutrient status that significant p value 0,000 (<0,05) which mean that H0 was rejected and Ha was accepted. Mother activity in Posyandu activities is very important, mother's insight on how to overcome health problems and nutritional status of Toddler will be wider, because in Posyandu activities the Posyandu cadres will share their knowledge and experience on how to overcome the health mother’s problems, and infants and toddler, while the benefits the activity of Toddlers to Posyandu is the nutritional status of Toddlers can be monitored early so as to prevent the occurrence of nutritional problems in Toddlers, because Toddler is an important period in the process of growth and development (golden age). The conclusion in this study, there was significant correlation between correlation between the mother’s liveliness in Posyandu activities with the toddler nutritional status. It is suggested to mother of toddler to actively participate in Posyandu activity and to seek information about nutrition problem that happened to Toddler.
HUBUNGAN ANTARA GANGGUAN POLA TIDUR DENGAN FLOUR ALBUS (KEPUTIHAN) PADA REMAJA Aries Abiyoga; Gathut Pringgotomo; Nurul Azizah
Jurnal Medika : Karya Ilmiah Kesehatan Vol 3 No 2 (2018)
Publisher : ITKES Wiyata Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.395 KB) | DOI: 10.35728/jmkik.v3i2.41

Abstract

The Flour Albus is abnormal vaginal secretions in women. The Flour Albus caused by infection usually accompanied by itching in the vagina and around the outer lip of the vagina, often accompanied by a bad smell and cause pain during urination or intercourse. Impact of Flour Albus which is not handled and persistently disrupts the function of the woman reproductive organs with the occurrencesexually transmitted disease(STD) in young women.Factors that affect the occurrence Flour Albus is many kinds, one of which is the lack of sleep that makes hormones in the body is not balanced. The aim of this study is to determine the correlation between sleep pattern disturbance with the flour albus in young women. The study design was cross sectional approach. The sampels of this study are 60respondents with a simple random sampling technique.The study result was Kolmogorov-Smirnov test, there are 58respondents(96,7%)experience sleep pattern disturbance with frequent and occasionalcategories and42 respondents (70%) experience Flour Albus not normal. Indicated that the p value of 0,000 (<0,05).The conclusion of this study there was a correlation between sleep pattern disturbance with the flour albus. In suggesting to the respondents order to pay attention and raise awareness about good sleep patterns.
HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI DALAM PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI WILAYAH KERJA UPT PUSKESMAS AIR PUTIH SAMARINDA Aries Abiyoga
Jurnal Medika : Karya Ilmiah Kesehatan Vol 4 No 2 (2019): Jurnal Medika : Karya Ilmiah Kesehatan Vol 4 No 2 Tahun 2019
Publisher : ITKES Wiyata Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.692 KB) | DOI: 10.35728/jmkik.v4i2.94

Abstract

Latar Belakang : Ibu berperan sangat penting dalam pemenuhan kebutuhan dan perkembangan anak dimulai dari saat kehamilan hingga pasca kelahiran. Pemberian Air Susu Ibu (ASI) Ekslusif sangatlah penting, karena ASI mempunyai nilai yang paling tinggi dibandingkan dengan makanan bayi ataupun susu hewan. ASI Ekslusif pada bayi baru lahir hingga enam bulan adalah cara terbaik untuk memenuhi pertumbuhan dan perkembangan bayi. Banyaknya bayi yang tidak mendapatkan ASI Eksklusifdi Indonesia disebabkan oleh berbagai faktor, diantaranya dukungan dariberbagai pihak yang masih kurang, salah satunya dukungan suami. Keberhasilan ASI Ekslusif akan lebih mudah bila dukungan dari suamiturut berperan di dalamanya. Saat ibu dalam masa menyusui memerlukan kondisi emosional yang stabil,mengingat faktor psikologis ibu sangat mempengaruhi produksi ASI.Tujuan :Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungandukungan suami dalam pemberian ASI Eksklusif di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Air Putih Samarinda Tahun 2019. Metode : Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik korelasi dengan metode cross sectional, yang dilakukan pada bulan Mei 2019. Jumlah populasi 182 ibu menyusui yang memiliki anak usia 6-24 bulan dan sampel yang diambil sebanyak 125 orang, yang dipilih menggunakan tehnik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner. Analisa data menggunakan uji Chi Square. Hasil : Setelah dilakukan uji analisis didapatkan bahwa nilai P value 0.037< dari nilai α 0.05. Kesimpulan :Terdapat hubungan antara dukungan suami dalam pemberian ASI Ekslusif. Ibu yang mendapatkan dukungan dari suami berpeluang lebih besar untuk memberikan ASI Eksklusif.
Asuhan Keperawatan Dengan Diagnosa Keperawatan Utama Ansietas Pada Pasien Anak Dengan Permasalahan Hospitalisasi Menggunakan Teknik Distraksi Story Telling Di Ruang Melati RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda Putri, Serina; Abiyoga, Aries; Fahnida, Aulya
Jurnal Keperawatan Galuh Vol 6, No 1 (2024): Januari
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jkg.v6i1.12795

Abstract

Hospitalisasi merupakan suatu kondisi yang tidak hanya berdampak terhadap kondisi fisik anak, tetapi juga kondisi psikologis anak salah satunya ansietas. Ansietas pada anak yang mengalami hospitalisasi dapat diberikan teknik story telling. Story telling merupakan salah satu teknik bermain terapeutik bercerita dalam menyampaikan isi perasaan, buah pikiran atau sebuah cerita kepada anak-anak. Menganalisis asuhan keperawatan pada anak post-operasi dengan intervensi inovasi teknik distraksi story telling untuk mengatasi ansietas pada anak yang mengalami hospitalisasi. Instrumen yang digunakan kuisioner: Human Anxiety Rating Scale(HARS). Berdasarkan landasan teori terkait dengan penerapan teknik distraksi menggunakan story telling untuk menurunkan tingkat ansietas pada anak, didapatkan bahwa penggunaan teknik distraksi story telling tersebut berhasil untuk menurunkan tingkat ansietas pada anak yang di rawat di Rumah Sakit. Penggunaan teknik distraksi menggunakan story telling memiliki pengaruh yang signifikan untuk menurunkan tingkat ansietas pada anak.
Penerapan Evidence Based Nursing Tepid Sponge Bath dalam Menurunkan Suhu Tubuh Anak Demam Rafael, Stefanus Evan; Yusuf, Ah; Nihayati, Hanik Endang; Abiyoga, Aries
Journal of Telenursing (JOTING) Vol 5 No 2 (2023): Journal of Telenursing (JOTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/joting.v5i2.5922

Abstract

This study aims to analyze tepid sponge baths' effect in reducing hyperthermic children's body temperature. The research method used by Quasy is an experimental pre-test and post-test design. This study's results show a significant change in pre-measurements in respondents with hyperthermic body temperature. The criteria for achieving body temperature within normal limits with the tepid sponge bath intervention for 10-15 minutes, the post-test results show a decrease in the average body temperature of respondents from 38.5℃ to 36.5℃ in 10 respondents, the results criteria were achieved. In conclusion, providing tepid sponge bath therapy effectively reduces body temperature in children who experience problems treating hyperthermia. Keywords: Hyperthermia, Childhood Concept, Increased Body Temperature, Tepid Sponge Bath
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Length of Stay di Instalasi Gawat Darurat Roselita, Windy; Kristi Layun Rining, Marina; Abiyoga, Aries; Rusdi, Rusdi
Jurnal Keperawatan Wiyata Vol. 5 No. 1 (2024): Volume 5 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan ITKes Wiyata Husada Samarida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35728/jkw.v5i1.1311

Abstract

Latar Belakang: Emergency Department Length of Stay, bisa berarti interval waktu antara kedatangan pasien ke UGD dengan waktu pasien secara fisik meninggalkan UGD. LOS di Emergency Department, ditandai dengan waktu yang tidak tepat lama sebelum keberangkatan akhir untuk  tempat tidur di rumah sakit, rumah, atau fasilitas lain diyakini mempengaruhi hasil klinis. Lamanya LOS tentu akan memicu risiko terjadinya hal yang tidak diinginkan, mempengaruhi tingkat keselamatan menurunkan mutu pelayanan rumah sakit dan kepuasan pasien. Tujuan: Tujuan dari studi ini guna mengetahui Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Length of Stay di Instalasi Gawat Darurat RSUD Akhmad Berahim Kabupaten Tana Tidung. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif berjenis deskriptif analitik. Sampel pada penelitian ini berjumlah 85responden menggunakan metode purposive sampling dengan pendekatan cross sectional. Menggunakan lembar observasi Length of Stay. Hasil: Analisa data bivariat memakai uji chi square pada faktor Waktu Pemeriksaan Diagnostik adalah p 0.003 kurang 0.05 yang berarti ada hubungan antara  Waktu Pemeriksaan Diagnostik dengan Length of Stay di Instalasi Gawat Darurat RSUD Akhmad  Berahim Tana Tidung. Sedangkan faktor Waktu Triase p 1.000 lebih 0.05, faktor Waktu Konsultasi p 0.057 lebih  0.05, faktor Cara Kedatangan p 0.743 lebih 0.05 dan faktor Jenis Kasus p 0.388 lebih 0.05 keempatnya tidak ada hubungan dengan Length of Stay di Instalasi Gawat Darurat RSUD Akhmad Berahim Tana Tidung. Kesimpulan: Adanya Hubungan Waktu Pemeriksaan Diagnostik dengan Length of Stay di Instalasi Gawat Darurat RSUD Akhmad Berahim Tana Tidung. Tidak adanya hubungan antara Waktu Triase, Waktu Konsultasi, Cara Kedatangan, dan Jenis kasus dengan Length of Stay di Instalasi Gawat Darurat RSUD Akhmad Berahim Tana Tidung.
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG PENANGANAN DIARE DENGAN DERAJAT DEHIDRASI BALITA DI RSUD ABDUL RIVAI BERAU Ain , Anisa; Kristina Layun, Marina; Abiyoga, Aries; Regia, Regia
Jurnal Keperawatan Wiyata Vol. 5 No. 2 (2024): Volume 5 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan ITKes Wiyata Husada Samarida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35728/jkw.v5i2.1459

Abstract

Latar Belakang :Balita yang mengalami diare dapat menyebabkan dehidrasi dan kondisi yang mengancam nyawa.pengetahuan ibu menjadi dasar utama tindakan cepat guna memberikan pertolongan pertama ketika balita mengalami diare dan mencegah terjadinya dehidrasi. Tujuan : Mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang penanganan diare dengan derajat dehidrasi balita Metode : ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional,  melibatkan 44 ibu yang balitanya mengalami diare.Sample dikumpulkan dengan tehnik accidental sampling di Instalasi Gawat Darurat RSUD dr. Abdul Rivai Berau . Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil : Karakteristik responden usia ibu antara 20-35 tahun(56,8%), pendidikan ibu tamat SMA (59,1%), pekerjaan ibu sebagai IRT (54,5%), usia balita antara 25-36 bulan (34,1%) dan jenis kelamin balita perempuan (59,1%). Pengetahuan ibu memiliki proporsi yang sama antara kategori, cukup dan kurang (34,1%) dan derajat dehidrasi balita berat (40,9%).Analisa data menunjukkan nilai p value = 0,001 < α : 0,05. Kesimpulan :Terdapat hubungan Pengetahuan ibu tentang penanganan diare dengan derajat dehidrasi balita. Sehingga  diharapkan petugas kesehatan lebih aktif memberikan sosialisai tentang penanganan dini diare guna mencegah terjadinya dehidrasi dan komplikasi lanjutan akibat diare.
Anemia Awareness and Iron Supplement Adherence Among Adolescent Girls in East Kalimantan Sumiati, Sumiati; Halipah, Nur; Meihartati, Tuti; Abiyoga, Aries
Jurnal Kebidanan dan Kesehatan Tradisional Jurnal Kebidanan dan Kesehatan Tradisional Volume 11 Number 1 Year 2026
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37341/jkkt.v11i1.652

Abstract

Background: Anemia remains a prevalent health issue among adolescent girls, often resulting from menstrual blood loss and insufficient iron intake. Globally, anemia prevalence among adolescents ranges from 40 to 88%. In Indonesia, the rate is 32%, while in East Kalimantan it reaches 43.2%. At Senior High School 3 Penajam Paser Utara, 57.14% of female students were identified as anemic. This condition may impair health, reduce learning concentration, and increase the risk of pregnancy complications in later life. This study aimed to analyze the association between anemia awareness and adherence to iron supplement consumption among adolescent girls at Senior High School 3 Penajam Paser Utara, East Kalimantan Methods: A cross-sectional study with a descriptive-analytic design was employed, involving 74 adolescent girls through simple random sampling. Data were collected using the Morisky Medication Adherence Scale (MMAS) questionnaire, and statistical analysis was performed with the Chi-square test. Results: Among the 74 respondents, 53 (71.6%) demonstrated low awareness of anemia, and 55 (74.3%) were non-adherent to iron supplement consumption. The Chi-square test revealed a significant association between anemia awareness and adherence (p = 0.001 p < 0.05). Conclusion: Adolescent girls with higher awareness of anemia were more likely to adhere to iron supplement consumption compared to those with lower awareness.
Asuhan Keperawatan pada Anak Demam Hipertermia dengan Terapi Tepid Water Sponge di RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Armayanti, Dewi; Abiyoga, Aries
Jurnal Perempuan dan Anak Vol. 8 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jpa.v8i1.29561

Abstract

Background: Fever is an increase in body temperature > 37.5 C, which is the body's natural process of fighting infections that enter the body. One way to treat fever is non-pharmacological in the form of tepid water sponge therapy to reduce body temperature. Purpose: This study aimed to determine changes in temperature before and after tepid water sponge therapy. Method: The method used for children with hyperthermia started with assessment, diagnosis, intervention, implementation, and nursing evaluation. Results: This nursing care was conducted directly for three children. On An. Z before the tepid water sponge therapy was performed at 38 C, An. Before the treatment, tepid water sponge therapy was conducted at 38.9 C and An. Y, before the tepid water sponge therapy was performed at 37.7 C. Then, the tepid water sponge therapy was given for three days with 15 minutes of administration, and a decrease in body temperature occurred in An. Z's body temperature becomes 37 C, An. M's body temperature becomes 36.9 C, and An. Y's body temperature became 36.6 C. Based on these results, giving tepid water sponge therapy reduced body temperature in children. Conclusion: This indicates that the application of tepid water sponge therapy for three days given to 3 children affected reducing body temperature because when a compress was applied, the temperature control center received that the body temperature was in a warm condition, so the high body temperature would immediately decrease