Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Spasial dalam Rencana Pengembangan Kota Mandiri di Kecamatan Palaran Kota Samarinda Akhmad Yani
Jurnal Riset Perencanaan Wilayah dan Kota Volume 5, No. 1, Juli 2025, Jurnal Riset Perencanaan Wilayah dan Kota (JRPWK)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpwk.v5i1.6963

Abstract

Abstrak. Pengembangan kota mandiri di Kecamatan Palaran, Kota Samarinda, membutuhkan analisis komprehensif terhadap potensi kesesuaian lahan agar bersinergi antara pembangunan infrastruktur dan sistem utilitas perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kesesuaian lahan di kawasan tersebut sebagai landasan perencanaan pengembangan kota mandiri. Metode yang digunakan menggunakan  pendekatan deskriptif-kualitatif yang dikombinasikan dengan teknik analisis spasial berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG). Data dikumpulkan melalui kegiatan observasi langsung, dokumentasi visual, analisis terhadap peta Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), interpretasi citra satelit, serta kajian topografi wilayah. Hasil analisis menunjukkan seluas 1.380,89 Ha lahan di Kecamatan Palaran memenuhi kriteria fisik dan spasial sebagai kawasan yang layak untuk dikembangkan menjadi kota mandiri. Kawasan tersebut menunjukkan kemampuan untuk mendukung penyediaan infrastruktur dan utilitas dasar, seperti sistem distribusi air bersih, pasokan energi, jaringan drainase, pengelolaan limbah, infrastruktur komunikasi dan mitigasi bencana. Konsep pengembangan berbasis klaster diimplementasikan untuk mewujudkan lingkungan perkotaan yang tangguh, aman, dan berkelanjutan. Hasil Temuan memberikan dasar ilmiah yang kuat bagi perumusan kebijakan pembangunan wilayah, terutama dalam menyusun strategi pengembangan kota mandiri yang berbasis data spasial dan mengedepankan aspek keberlanjutan serta ketahanan wilayah. Abstract. The development of a self-sustaining city in Palaran District, Samarinda City, requires a comprehensive analysis of land suitability potential to ensure synergy between infrastructure development and urban utility systems. This study aims to assess the level of land suitability in the area as a foundation for planning a self-sustaining urban development. The research adopts a descriptive-qualitative approach, combined with spatial analysis techniques utilizing Geographic Information Systems (GIS). Data were collected through direct field observation, visual documentation, analysis of the Regional Spatial Plan (RTRW) maps, satellite imagery interpretation, and topographical assessment. The analysis indicates that approximately 1,380.89 hectares of land in Palaran District meet the physical and spatial criteria necessary for self-sustaining city development. This area demonstrates the capacity to support the provision of essential infrastructure and utility systems, including clean water distribution, energy supply, drainage networks, waste management, communication infrastructure, and disaster mitigation. A cluster-based development approach is applied to establish a resilient, secure, and sustainable urban environment. The findings offer a strong scientific foundation for formulating regional development policies, particularly in designing spatial data–driven strategies for self-sustaining urban development that emphasize sustainability and regional resilience.
OPTIMALISASI PELAYANAN PUBLIK MELALUI DIGITALISASI ARSIP SURAT MENYURAT DI KANTOR KELURAHAN Akhmad Yani, Akhmad Yani; Doviyanto, Rusdi; Mulyadi, Mulyadi; Ansari
Komunikasi Vol 2 No 2 (2025): Volume 2 No 2 Agustus 2025
Publisher : Forum Komunikasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65055/bhaktijivana.v2i2.41

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengoptimalisasi pelayanan publik di Kantor Kelurahan Karang Mumus, Samarinda, melalui digitalisasi arsip surat menyurat yang selama ini masih dilakukan secara konvensional. Metode yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat ini adalah pelatihan dan pendampingan praktis yang dilaksanakan dalam satu hari, yaitu pada 20 Juni 2025. Efektivitas program diukur secara kuantitatif dengan menggunakan pendekatan pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada rata-rata nilai staf, dari 46 pada pre-test menjadi 92 pada post-test. Peningkatan hampir sebesar 100% ini membuktikan bahwa program pelatihan dan pendampingan yang singkat sangat efektif dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan staf. Meskipun program satu hari ini berhasil memberikan bekal dasar, disimpulkan bahwa keberlanjutan dan keberhasilan jangka panjang membutuhkan pengembangan lebih lanjut, seperti pendampingan berkala dan implementasi sistem manajemen arsip elektronik (E-Arsip) yang lebih komprehensif.
Peningkatan Literasi Tata Ruang Pada Masyarakat Desa Salo Palai Melalui Pendampingan Spasial Akhmad Yani; Andi Sitti Astati; Lisa Astria Milasari; Rusdi Doviyanto; Mulyadi Mulyadi
Jurnal Abdimas Untag Samarinda Vol 4, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/jaus.v4i1.9650

Abstract

Desa Salo Palai merupakan wilayah pesisir di Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara, yang memiliki potensi sumber daya alam cukup besar namun belum didukung oleh literasi tata ruang yang memadai di kalangan masyarakat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terkait perencanaan dan pengelolaan ruang melalui pendekatan pendampingan spasial secara partisipatif. Metode pelaksanaan mencakup observasi lapangan, diskusi kelompok, dan pemetaan partisipatif dengan melibatkan mahasiswa dan dosen dari Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda. Hasil dari kegiatan ini adalah tersusunnya peta wilayah desa yang dibuat secara kolaboratif menggunakan perangkat lunak ArcGIS 10.8, yang memvisualisasikan batas wilayah, zonasi ruang, dan potensi lokal. Dengan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai konsep dasar tata ruang, sekaligus keterlibatan aktif mereka dalam proses perencanaan wilayah. Selain memberikan manfaat edukatif, kegiatan ini juga membangun kemitraan antara institusi akademik dan masyarakat dalam menyusun tata ruang desa yang lebih berbasis data dan responsif terhadap kebutuhan lokal.