Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pemanfaatan Bank Sampah untuk Meningkatkan Kesadaran Lingkungan di Kelurahan Gunung Panjang, Samarinda Seberang Astati, Andi Sitti; Suriaty, Andi Sitti Asti; Sukma, Adji Ananta
Jurnal Teknik Industri Terintegrasi (JUTIN) Vol. 8 No. 3 (2025): July
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jutin.v8i3.47008

Abstract

Waste management issues in Indonesia’s rapidly urbanizing areas have driven the emergence of community-based initiatives such as waste banks. This study examines the role of Pinang Lestari Waste Bank, located in Gunung Panjang Subdistrict, Samarinda Seberang, in reducing landfill-bound waste and empowering the local economy. Using a mixed-methods approach, data were collected through interviews with managers and residents, alongside quantitative records of waste volumes and recycled products. The findings show a monthly waste reduction of approximately 7 tons and annual revenue of around IDR 40,000,000 from compost, eco-enzymes, and plastic-glass crafts. Community participation in waste sorting increased, reflecting the effective application of circular economy principles. These results offer a foundation for replicating this waste bank model in other regions as a sustainable waste management strategy
Peningkatan Literasi Tata Ruang pada Masyarakat Desa Salo Palai Melalui Pendampingan Spasial Yani, Akhmad; Astati, Andi Sitti; Milasari, Lisa Astria; Doviyanto, Rusdi; Mulyadi, Mulyadi
Jurnal Abdimas Untag Samarinda Vol 4, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/jaus.v4i1.9426

Abstract

Desa Salo Palai merupakan wilayah pesisir di Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara, yang memiliki potensi sumber daya alam cukup besar namun belum didukung oleh literasi tata ruang yang memadai di kalangan masyarakat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terkait perencanaan dan pengelolaan ruang melalui pendekatan pendampingan spasial secara partisipatif. Metode pelaksanaan mencakup observasi lapangan, diskusi kelompok, dan pemetaan partisipatif dengan melibatkan mahasiswa dan dosen dari Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda. Hasil dari kegiatan ini adalah tersusunnya peta wilayah desa yang dibuat secara kolaboratif menggunakan perangkat lunak ArcGIS 10.8, yang memvisualisasikan batas wilayah, zonasi ruang, dan potensi lokal. Dengan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai konsep dasar tata ruang, sekaligus keterlibatan aktif mereka dalam proses perencanaan wilayah. Selain memberikan manfaat edukatif, kegiatan ini juga membangun kemitraan antara institusi akademik dan masyarakat dalam menyusun tata ruang desa yang lebih berbasis data dan responsif terhadap kebutuhan lokal.
Peningkatan Literasi Tata Ruang Pada Masyarakat Desa Salo Palai Melalui Pendampingan Spasial Akhmad Yani; Andi Sitti Astati; Lisa Astria Milasari; Rusdi Doviyanto; Mulyadi Mulyadi
Jurnal Abdimas Untag Samarinda Vol 4, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/jaus.v4i1.9650

Abstract

Desa Salo Palai merupakan wilayah pesisir di Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara, yang memiliki potensi sumber daya alam cukup besar namun belum didukung oleh literasi tata ruang yang memadai di kalangan masyarakat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terkait perencanaan dan pengelolaan ruang melalui pendekatan pendampingan spasial secara partisipatif. Metode pelaksanaan mencakup observasi lapangan, diskusi kelompok, dan pemetaan partisipatif dengan melibatkan mahasiswa dan dosen dari Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda. Hasil dari kegiatan ini adalah tersusunnya peta wilayah desa yang dibuat secara kolaboratif menggunakan perangkat lunak ArcGIS 10.8, yang memvisualisasikan batas wilayah, zonasi ruang, dan potensi lokal. Dengan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai konsep dasar tata ruang, sekaligus keterlibatan aktif mereka dalam proses perencanaan wilayah. Selain memberikan manfaat edukatif, kegiatan ini juga membangun kemitraan antara institusi akademik dan masyarakat dalam menyusun tata ruang desa yang lebih berbasis data dan responsif terhadap kebutuhan lokal.
Edukasi Tata Ruang Berbasis Pemetaan Partisipatif GIS pada Masyarakat Desa Salo Palai Andi Sitti Astati Sitti Astati; Lisa Astria Milasari; Charisma T. Tandiayu; Aqmal Nabil Nabawi; Adji Ananta Sukma; Januar Mahendri; M. Rizki Rizki
Jurnal Pengabdian Masyarakat Lamin Vol 5, No 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/jpml.v5i2.9618

Abstract

Pembangunan wilayah desa yang berkelanjutan memerlukan pemahaman masyarakat terhadap tata ruang sebagai dasar pengelolaan sumber daya dan pemanfaatan lahan secara terarah. Desa Salo Palai yang berada di Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara, memiliki potensi sumber daya alam yang cukup besar, namun belum diimbangi dengan kapasitas masyarakat dalam memahami konsep penataan ruang. Rendahnya literasi tata ruang berpotensi menimbulkan konflik pemanfaatan lahan, degradasi lingkungan, serta kurang optimalnya perencanaan pembangunan desa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pendampingan spasial melalui pemetaan partisipatif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap tata ruang desa. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan tahapan observasi lapangan, diskusi kelompok terarah, wawancara, serta penyusunan peta partisipatif berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG). Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan aktif masyarakat dalam proses identifikasi wilayah, zonasi fungsi ruang, serta pemetaan potensi lokal mampu meningkatkan pengetahuan warga mengenai tata ruang. Selain itu, peta digital desa yang dihasilkan dapat menjadi dokumen awal dalam mendukung perencanaan pembangunan berbasis data. Program ini juga memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mendorong tata kelola wilayah yang lebih inklusif. Dengan demikian, pendekatan partisipatif berbasis spasial terbukti efektif sebagai strategi peningkatan literasi tata ruang masyarakat desa