Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Administrasi Kelurahan Dalam Pengelolaan Bantuan Sosial (Studi Kasus Di Kelurahan Tuguiha, Kecamatan Tidore Selatan, Kota Tidore Kepulauan) Ibrahim, Dahlia; Yahya, Muhammad Taurid; Alwi, Zulaikha Rumaisha
Garolaha Social Humaniora Journal Vol. 2 No. 1 (2025): MARET
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Nuku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program Keluarga Harapan adalah program pemberian bantuan sosial bersyarat kepada Keluarga Miskin yaitu keluarga miskin terutama ibu hamil dan anak untuk memanfaatkan berbagai fasilitas layanan kesehatan dan fasilitas layanan pendidikan yang tersedia serta penyandang disabilitas dan lanjut usia dengan mempertahankan taraf kesejahteraan sosialnya. PKH harus dilakukan secara profesional, sehingga tidak ada lagi RTSM yang tidak mendapatkan bantuan dari Program PKH tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi prosedur dan kriteria yang digunakan oleh administrasi kelurahan dalam proses pendataan dan penyeleksian penerimaan bansos. Lokasi Penelitian di Kelurahan Tuguiha Kota Tidore Kepualaun, Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Menurut Sugiyono (2020:7) metode penelitian kualitatif deskriptif adalah pengumpulan data yang berbentuk katakata atau gambar-gambar, sehingga tidak menekankan pada angka. Berdasarkan penelitian yang dilakukan maka dapat ditarik kesimpullan bahwa Peran administrasi kelurahan dalam proses pendataan dan seleksi penerima bantuan sosial di Kelurahan Tuguiha sangatlah penting, yaitu untuk memastikan bahwa seluruh data penerima telah sesuai dengan ketentuan dan persyaratan yang ditetapkan oleh pemerintah. Langkah ini dilakukan guna mencegah kesalahan dalam penyaluran bantuan sosial, seperti pemberian bantuan yang hanya berfokus pada keluarga kepala kelurahan atau staf kelurahan lainnya. Dalam pelaksanaannya, proses pengumpulan data calon penerima bantuan sosial di Kelurahan Tuguiha berjalan dengan lancar tanpa mengalami kendala berarti. Kondisi ini mencerminkan adanya kerja sama yang solid antara kepala kelurahan, sekretaris, dan seluruh staf kelurahan, sehingga pendataan dapat dilakukan secara efektif dan tepat sasaran.
Edukasi Pemanfaatan Media Digital dalam Pengembangan Wisata di Desa Maitara Selatan Kota Tidore Kepulauan Ibrahim, Dahlia; Amarullah, Risqi A; Djohar , Putri Absary; Nasrun, Inka Yuniar; Marsaoly, M Rafli; Ibrahim, Surfila; Husen , Nursakina; Yahya, Muhammad Taurid
BARAKTI: Journal of Community Service Vol. 4 No. 2 (2026): Maret
Publisher : PT. Sangadji Media Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62394/barakati.v4i2.277

Abstract

Keberlangsungan pariwisata di Desa Maitara Selatan memberikan dampak terhadap aktivitas pelaku usaha, terutama pada aspek ekonomi dan sosial. Tantangan utama yang dihadapi adalah variasi promosi melalui media sosial serta kreativitas dalam pembuatan konten untuk meningkatkan jumlah wisatawan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan digital masyarakat, khususnya kelompok sadar wisata, pemuda-pemudi desa, dan perangkat desa. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pendekatan partisipatif melalui edukasi langsung, penyusunan strategi promosi digital wisata lokal, serta pelatihan teknis dalam pembuatan konten promosi wisata. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi lapangan, wawancara, dan diskusi langsung dengan peserta kegiatan. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan menguji kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi digital untuk promosi wisata lokal. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan, antara lain meningkatnya kemampuan dalam penggunaan media sosial serta meningkatnya kemampuan masyarakat dalam menghasilkan ide dan variasi konten promosi wisata. Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan perkembangan teknologi sebagai sarana pendukung promosi wisata dan pelayanan berbasis digital. Selain itu, kegiatan ini juga meningkatkan partisipasi antarwarga, mendorong pengembangan inovasi, serta memperkuat potensi keberlanjutan pengembangan desa wisata lokal. Untuk menjaga keberlangsungan dampak yang telah dicapai, disarankan agar dilakukan pelatihan lanjutan dan pendampingan rutin yang berfokus pada pengembangan wisata lokal berbasis digital.