Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengembangan Pendidikan Karakter dalam Mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045 untuk Meningkatkan Berpikir Kritis dan Peduli Sosial Siswa Kelas V Sekolah Dasar Reni Setyowati
Jurnal Studi Pendidikan Dasar Vol. 3 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam YPBWI Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54180/jsped.v3i1.506

Abstract

Penelitian ini bertujuan meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan peduli sosial melalui pengembangan pendidikan karakter dalam mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu tahap pengembangan perangkat ajar mengikuti rancangan ADDIE (Analysis; Desain; Develop; Implement; Evaluate) yang dikembangkan oleh Reiser dan Mollenda (1990-an) dilanjutkan dengan tahap pelaksanaan pembelajaran di kelas menggunakan rancangan prettest-posttest control group design. Hasil penelitian perangkat ajar siswa sebesar 95% sehingga dapat dikatakan berkualitas. Kemudian rata-rata nilai keterlaksanaan pembelajaran dari semua aspek antara 3,8-4 dengan persentase 97%, sangat praktis. Dalam penelitian ini, peningkatan keterampilan berpikir kritis terlihat pada saat siswa menyampaikan pendapatnya atau diskusi kelas dalam mengikuti pembelajaran secara lisan maupun secara tertulis dan terciptanya peningkatan sikap peduli sosial setelah mengikuti pembelajaran yang dapat diterapkan dalam lingkungan keluarga, masyarakat maupun bangsa dan negara. Pendidikan karakter sangat berperan penting dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kepedulian sosial siswa. Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa pengembangan pendidikan karakter dalam mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045 dapat meningkatkan berpikir kritis dan peduli sosial siswa di kelas V Sekolah Dasar.
Identifikasi dan Diversifikasi Mikoriza pada Tanah yang Ditanami Kedelai hitam (Glycine Max. L. Merril) Reni Setyowati; Juhariah, Jujuk; Sri Hertini, Etty
AGROTECH Research Journal Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mikoriza termasuk ke dalam golongan jamur yang dapat melakukan suatu bentuk kerjasama dengan perakaran tanaman serta tidak bersifat patogenik. Identifikasi keberadaan mikoriza pada lahan vegetasi yang mengalami stress abiotik seperti kekeringan belum banyak diketahui. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan spora mikoriza pada lahan vegetasi yang sebelumnya mengalami stess kekeringan. Parameter penelitian ini adalah mengetahui jumlah, kerapatan, Indeks dominansi dan Indeks keragaman spora mikoriza yang ada pada tanaman kedelai hitam jenis malika dan detam 2. Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober – Desember 2024. Tempat penelitian Green House Agrotech Botanical Center. Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Boyolali. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif dengan materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah media tanam dari tanaman kedelai hitam yang sebelumnya telah mendapat perlakuan aplikasi mikoriza dan non mikoriza. Serta beberapa variasi dosis pemupukan bionanosilica yakni dengan konsentrasi S0 (0 ppm), S1 (50 ppm), S2 (100ppm), S3 (150 ppm), dan S4 (200 ppm). Mikoriza yang digunakan adalah mikoriza dengan bahan pembawa berupa zeolite (granule)dan larutan glukosa 60%. saringan tanah 425µm, 125 µm, 45 µm, sentrifuge, tabung sentrifuse, mikroskop cahaya, kamera mikroskop, laptop, counter, cawan petri, pipet. Kesimpulan dari penelitian ini adalah jumlah spora paling tinggi terdapat pada tanaman kedelai hitam malika dengan perlakuan inokulasi mikoriza pertanaman 10 gr serta dipupuk bionanosilika dengan konsentrasi 200 ppm. Indeks keragaman spora FMA memiliki rata – rata yang hampir sama. namun nilai tertinggi ada pada perlakuan tanaman kedelai hitam detam 2 non mikoriza serta penggunaan pupuk bionanosilika 150 ppm. Indeks dominansi spora paling banyak adalah gigaspora sp pada media tanam kedelai hitam malika perlakuan inokulasi mikoriza pertanaman 10 gr serta dipupuk bionanosilika dengan konsentrasi 50 ppm. Indeks keragaman komuditas mikoriza yang paling tinggi adalah genus gigaspora malika dengan perlakuan inokulasi mikoriza pertanaman 10 gr dan tidak dipupuk bionanosilika. Pada perlakuan kontrol memiliki beberapa spora mikoriza alami ini membuktikan bahwa media tanam yang digunakan sudah subur. Indeks dominansi spora berbanding terbalik dengan Indeks kerapatan spora. Ini karena kepadatan mengukur jumlah individu per satuan luas, sedangkan Indeks dominansi mengukur seberapa besar pengaruh beberapa spesies terhadap komunitas.