Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Influence of Dediphobia on Early Classroom Management in the Context of Islamic Religious Education Ulpa, Ulpa Nurjanah; Astuti, Astuti Darmiyanti
Qoumun: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 1 (2025): Qoumun: Journal of Social and Humanities
Publisher : Cv. Kayaswara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65097/qoumun.v1i1.9

Abstract

Effective character education for elementary school children focuses on intrinsic motivation rather than external fear. The phenomenon of "Dediphobia", which is a child's fear of external figures due to threatening stories, has become an important case study of the negative effects of extrinsic motivation that causes superficial obedience and can hinder psychological development. This study looks at the phenomenon of Dediphobia in the management of 1st grade elementary school, specifically in Islamic Religious Education (PAI), and how it impacts student discipline and psychological well-being. The study found that intrinsic motivation—based on autonomy, competence, and social connectedness—was far superior. This was achieved through the application of descriptive qualitative methodology with literature study. These results are in line with the principles of PAI which emphasize compassion, role models, and sincerity rather than violence. This shows how important it is to use a humanistic and safe classroom management approach, which encourages teachers and parents to be role models who instill values ​​through real knowledge and experience. The goal is to produce children who are disciplined, independent, and have noble character throughout life. Keywords: Intrinsic Motivation, Dediphobia, Islamic Religious Education, Classroom Management, Children's Character. Abstrak : Pendidikan karakter yang efektif untuk anak sekolah dasar berfokus pada dorongan intrinsik daripada ketakutan luar. Fenomena "Dediphobia", yang merupakan ketakutan anak figur di luar karena cerita ancaman, telah menjadi studi kasus penting tentang efek negatif dari motivasi ekstrinsik yang menyebabkan kepatuhan superfisial dan dapat menghambat perkembangan psikologis. Studi ini melihat fenomena Dediphobia dalam pengelolaan kelas 1 SD, khususnya dalam Pendidikan Agama Islam (PAI), dan bagaimana hal itu berdampak pada disiplin dan kesejahteraan psikologis siswa. Kajian ini menemukan bahwa motivasi intrinsik—yang didasarkan pada otonomi, kompetensi, dan keterhubungan sosial—jauh lebih unggul. Ini dicapai melalui penerapan metodologi kualitatif deskriptif dengan studi pustaka. Hasil ini sejalan dengan prinsip PAI yang menekankan kasih sayang, keteladanan, dan keikhlasan daripada kekerasan. Ini menunjukkan betapa pentingnya menggunakan pendekatan pengelolaan kelas yang humanis dan aman, yang mendorong guru dan orang tua untuk menjadi teladan yang menanamkan nilai melalui pengetahuan dan pengalaman nyata. Tujuannya adalah untuk menghasilkan anak yang disiplin, mandiri, dan berakhlak mulia sepanjang masa.   Kata Kunci: Motivasi Intrinsik, Dediphobia, Pendidikan Agama Islam, Pengelolaan Kelas, Karakter Anak.  
Implementasi Revitalisasi Nilai Pendidikan Islam Dalam Tradisi Tari Saman Rahma Alfirdaus; Ulpa, Ulpa Nurjanah; Latifah, Siti Latifah; Ratu, Ratu Talitha Wachdhah Chamid; Raihan, Raihan Samsul Arifin
At-Tathbīq: Journal of Education and Learning Vol. 1 No. 2 (2025): At-Tathbīq: Journal of Education and Learning
Publisher : CV. Kayaswara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi revitalisasi nilai pendidikan Islam dalam tradisi Tari Saman sebagai warisan budaya dan media dakwah. Tari Saman merupakan salah satu tarian tradisional masyarakat Gayo, Aceh, yang mengandung nilai-nilai keimanan, kedisiplinan, etika, sosial, persaudaraan, ketaatan, dakwah, dan ketawadhuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka. Data diperoleh dari sumber primer berupa penelitian terdahulu tentang Tari Saman, dan sumber sekunder seperti artikel, buku, dan dokumen terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa revitalisasi nilai pendidikan Islam dalam Tari Saman dilakukan melalui berbagai strategi seperti internalisasi pesan moral dalam pelatihan, integrasi dalam acara keagamaan, serta penguatan peran lembaga pendidikan dan tokoh agama. Bentuk revitalisasi meliputi penguatan nilai adab, ukhuwah Islamiyah, ummah wahidah, dan dakwah melalui syair-syair religius. Tari Saman tidak hanya berfungsi sebagai seni pertunjukan, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran karakter Islami dan media pelestarian budaya yang memperkuat identitas keislaman masyarakat Gayo.