Pendi Khoer Ependi
Universitas Islam KH Ruhiat Cipasung

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENGARUH PEMBIASAAN PENDIDIKAN AGAMA PADA ANAK TERHADAP LINGKUNGAN MASYARAKAT DI DESA BUNGBULANG Ependi, Pendi Khoer; Rofiah, Evi Siti
THORIQOTUNA: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 1 (2018)
Publisher : Prodi PAI IAILM Suryalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47971/tjpi.v1i1.95

Abstract

Habit is an educational process that takes place by accustomingchildren to behaving, speaking, thinking and carrying out certainactivities according to good habits. Habit has an effect on theindividual, if he is used to doing things or behavior well then he will getused to doing it and vice versa if he is accustomed to doing badbehavior then he will get used to it too. But in this case enlightenmentor education needs to accompany the habituation so that it becomesstronger and stronger.So, giving religious education to children is veryimportant. That will affectcharacter and personality of the child for the future. And it is also moreuseful especially in the community
Misrepresentasi penggunaan gadget terhadap akhlak peserta didik Aeni, Winda Nurul; Saripulloh, Asep; Ependi, Pendi Khoer
THORIQOTUNA: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 6 No. 1 (2023): THORIQOTUNA: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Prodi PAI IAILM Suryalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47971/tjpi.v6i1.685

Abstract

Salah satu faktor yang mempengaruhi akhlak peserta didik adalah penggunaan gadget. Penggunaan gadget dan pemanfaatan gadget yang berlebihan dan kurang bisa mengatur waktu dapat berpengaruh terhadap akhlak peserta didik. Tujuan penelitian ini diantaranya untuk mengetahui penggunaan gadget, akhlak peserta didik, dan untuk mengetahui Pengaruh Penggunaan Gadget Terhadap Akhlak Peserta Didik. Metode penelitian yang penulis gunakan adalah metode deskritif dengan pendekatan kuantitatif. Populasinya adalah seluruh kelas X MAN 3 Tasikmalaya sebanyak 348 orang. Sedangkan sampelnya adalah 50 responden. Teknik sampling yang digunakan adalah Proportionate Stratified Random Sampling. Sedangkan teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi, angket, dan wawancara. Teknik analisis data untuk masing-masing variabel dengan menggunakan rata-rata hitung, sedangkan analisis korelasi kedua variabel tersebut menggunakan korelasi rank spearman (rs). Analisis data dari penggunaan gadget berada pada klasifikasi cukup dengan rata-rata hitung 45,3, dan analisis data dari akhlak peserta didik berada pada klasifikasi cukup dengan rata-rata hitung 33,06, sedangkan analisis korelasi pengaruh penggunaan gadget terhadap akhlak peserta didik di kelas X MAN 3 Tasikmalaya berada pada klasifikasi moderate (cukup) dengan diperoleh nilai rs sebesar 0,45 berada pada interval 0,41-0,60. Dengan derajat determinasi yang diperoleh pada indikator penggunaan gadget dan akhlak peserta didik di kelas X Man 3 Tasikmalaya sebesar 20,25% dan 79,75% ditentukan oleh faktor lain diluar penelitian. Hasil uji hipotesis didapat t hitung sebesar 3,4875 > t tabel 1,677. Hal ini berarti hipotesis alternatif ( ) yang menyatakan ada pengaruh yang signifikan antara penggunaan gadget terhadap akhlak peserta didik di kelas X MAN 3 Tasikmalaya diterima dan ( ) ditolak
Representasi Kegiatan Ekstrakurikuler Kaligrafi Dalam Menguatkan Keterampilan Menulis Al-Qur’an Pendi Khoer Ependi; Iqbal Ansari Mumtaz
THORIQOTUNA: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 7 No. 2 (2024): THORIQOTUNA: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Prodi PAI IAILM Suryalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47971/tjpi.v7i2.1270

Abstract

Extracurricular activities are additional activities outside class hours which aim to develop students' interests, talents and skills in various fields. The aim of this research is to determine the influence of calligraphy extracurriculars on Al-Qur'an writing skills at MTs Darul Amira Cihaurbeuti. The research method used is a descriptive method with a quantitative approach. Data collection techniques use observation, questionnaires and documentation. The result of study shows that students' ability to write calligraphy is in a good classification. Al-Qur'an Writing Skills at MTs Darul Amira Cihaurbeuti which is in the good classification with a calculated average of 80,93.2. The influence of calligraphy extracurricular activities on Al-Qur'an writing skills at MTs Darul Amira Cihaurbeuti is 45.5%. And the remaining 54.5% is influenced by other variables outside this research, including internal factors such as physical condition, intelligence, talents and interests of students as well as external factors such as the students' environment. This research was also proven by testing the hypothesis with the t test, and produced a of 4,539 > 2,048. So it can be concluded that Ho was rejected and Ha was accepted, which means that there is a positive and significant influence of calligraphy extracurricular activities (X) on Al-Qur'an writing skills at MTs Darul Amira (Y).
Menginternalisasi Tiga Kata Ajaib dan Dua Sikap Positif pada Pendidikan Anak Usia Dini untuk Membangun Karakter Akhlak Mulia Euis Dewi Wijayanti; Zainal Abidin; Pendi Khoer Ependi
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 7 No. 2 (2026): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/syntaximperatif.v7i2.1069

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis proses internalisasi tiga kata ajaib: tolong, maaf, dan terima kasih, serta dua sikap positif: sapa dan salam pada Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Taman Kanak-Kanak (TK) Fitrah Insani, Cimone, Kota Tangerang. Sekolah yang dibuka sejak tahun 2008 ini tetap bertahan ditengah persaingan lembaga pendidikan lainnya yang sejenis dikarenakan mengedepanka pendidikan akhlak bagi para siswa TK dan juga penerapan dengan berbagai aktivitas yang khas. Sekolah ini juga telah mengimplementasikan penggunaan tiga kata ajaib sejak tahun 2017 dan mulai menanamkan dua sikap positif sapa dan salam sejak tahun 2020 ditengah masa pandemi Covid19 dengan teknik ‘jemput bola’ yaitu mendatangi lokasi tinggal beberapa siswa yang berdekatan menjadi satu rombongan belajar (rombel). Penelitian ini berfokus pada bagaimana praktik ini diterapkan dalam pembelajaran sehari-hari, respons anak didik terhadap proses internalisasi, serta dampaknya terhadap pembentukan karakter akhlak mulia anak-anak. Metodologi yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data; observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi tiga kata ajaib telah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya sekolah, sedangkan penerapan sapa dan salam membutuhkan strategi tambahan agar lebih membumi dalam perilaku anak yang terus mengedepankan sikap hormat, santun, dan menghargai lingkungan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi nilai-nilai sederhana namun bermakna ini efektif membangun landasan karakter akhlak mulia anak usia dini
Implementasi moderasi beragama berdasarkan pemikiran Abdurrahman Wahid : Studi kasus di SMAN 10 Kota Tangerang Zainal Abidin; Euis Dewi Wijayanti; Pendi Khoer Ependi; Moh. Syaeful Ulum; Lelah Nurjamilah; Sri Utami Dewi
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 6 No. 5 (2025): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/syntaximperatif.v6i5.854

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi implementasi moderasi beragama di SMAN 10 Kota Tangerang, dengan landasan pemikiran Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang menempatkan keberagaman sebagai anugerah dan pentingnya toleransi dalam kehidupan bersama. Gus Dur, yang dikenal sebagai tokoh pluralisme dan pembela hak asasi manusia, memandang agama sebagai sarana memperkokoh hubungan sosial dalam masyarakat majemuk. Pemikirannya menekankan bahwa agama harus mengajarkan cinta, kemanusiaan, dan kebersamaan tanpa mengorbankan nilai-nilai keyakinan masing-masing individu. Di dunia pendidikan, prinsip moderasi ini diterapkan melalui berbagai kebijakan yang menyesuaikan dengan karakter siswa dalam menghormati perbedaan dan menolak segala bentuk ekstremisme. Dalam penelitian ini, metode kuesioner digunakan untuk mengetahui tanggapan siswa mengenai penerapan moderasi beragama. Hasilnya menunjukkan bahwa seluruh siswa memberikan respons positif, mendukung pentingnya penerapan nilai moderasi beragama. Untuk mengimplementasikan konsep ini secara efektif, SMAN 10 Kota Tangerang telah memasukkan nilai-nilai moderasi dalam kurikulum pendidikan agama Islam dan dalam kegiatan ekstrakurikuler. Hal ini terlihat khususnya dalam Program Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), di mana siswa terlibat dalam kegiatan-kegiatan yang mendorong penghormatan terhadap keberagaman dan peningkatan pemahaman lintas agama. Dengan menanamkan nilai-nilai moderasi ini dalam kurikulum dan kegiatan sekolah, kebijakan pendidikan di SMAN 10 mencerminkan pemikiran Gus Dur yang mengutamakan pengembangan karakter siswa sebagai warga negara yang toleran dan siap hidup di tengah keberagaman. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan kebijakan berbasis moderasi beragama dapat memperkuat harmoni sosial di kalangan siswa. Nilai-nilai yang diambil dari pemikiran Gus Dur, seperti toleransi, penghargaan terhadap perbedaan, dan sikap saling menghormati, memungkinkan siswa untuk berinteraksi dalam lingkungan pendidikan yang aman dan damai. Dengan demikian, pendidikan moderasi beragama yang diterapkan di sekolah tidak hanya meningkatkan pemahaman tentang agama, tetapi juga membentuk generasi yang toleran dan menghargai keberagaman sesuai dengan prinsip-prinsip kemanusiaan yang diajarkan oleh Gus Dur.