Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Tinjauan Terhadap Penyalahgunaan Dana dalam Yayasan Kemanusiaan: Studi Kasus pada Lembaga ACT Jenniviera, Johana; Maryam, Salsabilla; Arief, Aisah Putri; Bestari, Qodri; Mahipal, Mahipal
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 2 No. 1 (2024): Contemporary Insights into Islamic Jurisprudence: Exploring Commerce, Culture,
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v2i1.460

Abstract

Abstract This research analyzes the Islamic perspective, legal outlook, media role, and humanitarian foundation's responsibility concerning cases of fund misappropriation, focusing on the controversy involving the Aksi Cepat Tanggap (ACT) Foundation in Indonesia. From an Islamic standpoint, corruption and fund misuse are considered serious violations of justice, honesty, and trustworthiness values. The Quran and Hadith provide guidance on the importance of transparency, integrity, and responsible fund management. Legally, fund misappropriation violates regulations governing fundraising and management, as seen in the ACT case, which exceeded government-permitted limits. Media also play a crucial role in highlighting fund misappropriation cases, framing them as ethical breaches and betrayals of trust. Finally, the humanitarian foundation's responsibility, particularly ACT, in adhering to laws and financial principles, comes under scrutiny, with assessments of the foundation's organizational involvement in fund management. In conclusion, fund misappropriation by humanitarian foundations is not just a legal issue but also threatens the integrity and public trust in humanitarian missions. Law enforcement, transparency, and good governance are key to addressing challenges of corruption and fund misuse in the humanitarian sector. Abstrak Penelitian ini menganalisis pandangan Islam, perspektif hukum, peran media, dan tanggung jawab yayasan kemanusiaan terhadap kasus penyelewengan dana, dengan fokus pada kontroversi yang melibatkan Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT) di Indonesia. Dari sudut pandang Islam, korupsi dan penyalahgunaan dana dianggap sebagai pelanggaran serius terhadap nilai-nilai keadilan, kejujuran, dan amanah. Al-Qur'an dan hadis memberikan pedoman tentang pentingnya transparansi, integritas, dan pengelolaan yang bertanggung jawab terhadap dana. Dari segi hukum, penyalahgunaan dana melanggar peraturan yang mengatur pengumpulan dan pengelolaan dana, seperti yang terjadi dalam kasus ACT yang melebihi batas yang diizinkan oleh pemerintah. Media juga memainkan peran penting dalam menyoroti kasus penyelewengan dana, dengan framing yang menggambarkan pelanggaran etika dan kepercayaan. Terakhir, tanggung jawab yayasan kemanusiaan, khususnya ACT, dalam mematuhi undang-undang dan prinsip-prinsip keuangan menjadi sorotan utama, dengan penilaian terhadap keterlibatan organ yayasan dalam pengelolaan dana. Kesimpulannya, penyelewengan dana oleh yayasan kemanusiaan bukan hanya masalah hukum, tetapi juga mengancam integritas dan kepercayaan publik terhadap misi kemanusiaan. Penegakan hukum, transparansi, dan tata kelola yang baik menjadi kunci dalam mengatasi tantangan korupsi dan penyalahgunaan dana di sektor kemanusiaan.
Analisis Sengketa Tata Ruang Dalam Pembangunan Hotel Pullman Bandung: Studi Kasus Pelanggaran Peraturan Dan Dampaknya Jenniviera, Johana; Bestari, Qodri; Fitriani, Adila; Maryam, Salsabilla; Mahipal, Mahipal
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 2 No. 4 (2024): This volume covers topics such as women's rights, inheritance law, crime preven
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v2i4.740

Abstract

Abstract This study analyzes the spatial planning dispute surrounding the construction of the Pullman Hotel in Bandung, involving the Bandung City Government and the West Java Provincial Government. The hotel development in an area designated for government office use has sparked criticism from the community and environmental organizations. The lack of oversight and unclear permitting processes are key factors in this dispute, despite the project being expected to stimulate local economic growth. This study emphasizes the importance of inter-agency coordination, transparency in the permitting process, and the strict enforcement of sanctions against spatial planning violations to prevent similar conflicts in the future. The findings provide insights into the need for synchronized spatial planning policies to ensure sustainable development. Keywords: Spatial planning dispute, Pullman Hotel Bandung, government coordination, regulatory violations. Abstrak Penelitian ini menganalisis sengketa tata ruang dalam pembangunan Hotel Pullman Bandung yang melibatkan Pemkot Bandung dan Pemprov Jawa Barat. Pembangunan hotel di kawasan yang seharusnya diperuntukkan bagi perkantoran pemerintah telah memicu kritik dari masyarakat dan organisasi lingkungan. Kurangnya pengawasan dan ketidakjelasan perizinan menjadi faktor utama sengketa ini, meskipun proyek ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Studi ini menekankan pentingnya koordinasi antarlembaga pemerintah, transparansi dalam proses perizinan, dan penegakan sanksi yang tegas terhadap pelanggaran tata ruang untuk mencegah konflik serupa di masa depan. Hasil penelitian ini memberikan wawasan mengenai perlunya sinkronisasi kebijakan tata ruang demi pembangunan berkelanjutan. Kata Kunci: Sengketa tata ruang, Hotel Pullman Bandung, koordinasi pemerintah, pelanggaran peraturan.
Menganalisis Faktor dan Upaya Pencegahan Kekerasan dalam Rumah Tangga: Studi Kasus Panca Darmansyah Jenniviera, Johana; Maryam, Salsabilla; Hosnah, SH. MH, Dr. Asmak Ul
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 2 No. 4 (2024): This volume covers topics such as women's rights, inheritance law, crime preven
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v2i4.811

Abstract

Domestic violence (DV) is a complex social issue with widespread impacts. The case of Panca Darmansyah, who murdered his four children, highlights the high level of extreme domestic violence, triggered by gender inequality, economic pressure, and emotional incapacity. This study analyzes the causes of DV, law enforcement responses, and preventive measures against fatal violence. Despite the existence of regulations such as Law No. 23 of 2004, inadequate legal responses exacerbate the situation. Preventing DV requires a holistic approach, including gender equality education, psychological support, and mental health evaluations of perpetrators. This research recommends strengthening law enforcement mechanisms and early interventions to protect victims and prevent further violence