Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH FAKTOR INTERNAL DAN EKSTERNAL TERHADAP EFEKTIFITAS PEMBELAJARAN IPS DI KELAS IV SD NEGERI 25 KOTO KACIAK Difa Nikita; Fani Dwi Rosyta; Tiara Putri3; Fitriani
Jurnal Pendidikan Widyaswara Indonesia Vol. 1 No. 1 (2025): JPWI-MEI
Publisher : Jurnal Pendidikan Widyaswara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari studi ini adalah untuk mengenali masalah yang berkaitan dengan pembelajaran IPS pada siswa kelas IV di SD Negeri 25 Koto Kaciak. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap pengajar kelasIV disekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan berbagai permasalahan serta tantangan yang dihadapi oleh guru dalam menerapkan pembelajaran IPS di kelas IV di sekolah tersebut melalui wawancara dengan pengajar di SD Negeri 25 Koto Kaciak. Temuan yang didapat menunjukkan adanya beberapa masalah dalam pembelajaran IPS di antara siswa sekolah dasar, yang diakibatkan oleh berbagai faktor, baik internal maupun eksternal. Faktor internal mencakup kurangnya minatsiswa terhadap pelajaran IPS, rendahnya motivasi belajar disebabkan kurangnya dukungan dari orang tua atau lingkungan sekitar, serta variasi dalam kemampuan belajar siswa. Sementara faktor eksternal mencakup metode pengajaran yang dianggap membosankan sehingga siswa cepat kehilangan ketertarikan, pendekatan belajar yang kurang tepat, dan alat bantu belajar yang kurang menarik.
PELAKSANAAN BIMBINGAN BELAJAR DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN BELAJAR SISWA DI SD Difa Nikita; Leni Murni Hayati
Jurnal Pendidikan Widyaswara Indonesia Vol. 1 No. 2 (2025): JPWI-AGUSTUS
Publisher : Jurnal Pendidikan Widyaswara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menganalisis pelaksanaan program bimbingan belajar agar dapat meningkatkan keterampilan belajar para peserta didik, dengan menerapkan teori pengawasan yang dijelaskan oleh Oemar Hamalik. Hasil ini menunjukkan bahwa program bimbingan belajar dirancang dengan sistematis untuk meningkatkan keterampilan berpikir sistematis, dan kemandirian belajar. Pengawasan menurut teori Hamalik terdiri dari empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan tindak lanjut, yang dilaksanakan secara terus-menerus. Hambatan utama yang dihadapi mencakup perbedaan kemampuan peserta didik, kekurangan waktu, dan sumber daya. Refleksi dan evaluasi menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar sebesar 20% dalam waktu dua bulan. Sebagai langkah selanjutnya, program perbaikan, keterlibatan orang tua, dan pelatihan bagi guru dilaksanakan. Penelitian ini menekankan signifikansi model pengawasan Hamalik dalam meningkatkan efektivitas bimbingan belajar yang mendukung pembelajaran yang terfokus pada siswa serta pengembangan keterampilan.
Pentingnya Pendidikan Inklusi Bagi Anak Berkebutuhan Khusus Untuk Mendapatkan Pendidikan Setara Difa Nikita; Sandra Lidia; Ayu Herma Nengsih; Rio Tri Putra; Eka Puji Lestari
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 1 (2026): Menulis - Januari
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i1.973

Abstract

Pendidikan inklusi bertujuan memberikan kesempatan belajar yang setara bagi seluruh peserta didik, termasuk anak berkebutuhan khusus, dalam satu lingkungan pendidikan yang sama. Jurnal ini menggunakan metode literature review dengan menelaah berbagai sumber pustaka yang relevan untuk mengkaji penerapan pendidikan inklusi di sekolah. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan inklusi berkontribusi positif terhadap peningkatan akses pendidikan, perkembangan kemampuan sosial, dan prestasi akademik peserta didik. Strategi seperti penyesuaian kurikulum, pembelajaran diferensiasi, dukungan guru, pemanfaatan teknologi bantuan, serta penciptaan lingkungan belajar yang inklusif berperan penting dalam keberhasilan implementasi pendidikan inklusi. Namun, pelaksanaannya masih menghadapi kendala berupa keterbatasan sumber daya dan kesiapan guru, sehingga diperlukan dukungan dan kerja sama berbagai pihak agar pendidikan inklusi dapat berjalan secara optimal.