Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Integrasi Manajemen Risiko Pembangunan Nasional (MRPN) Dalam Perpres Nomor 39 Tahun 2023: Pilar Baru Penguatan Sistem Pertahanan Negara: Integration of National Development Risk Management (MRPN) on Presidential Regulation Number 39 Year 2023: A New Pillar of Strengthening National Defense System Putra, Arief Setiawan; Suryana, R.E.; Hartono, Untung
Citizen : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 6 (2025): CITIZEN: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia
Publisher : DAS Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53866/jimi.v5i6.1060

Abstract

Penelitian ini menganalisis Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 39 Tahun 2023 tentang Manajemen Risiko Pembangunan Nasional (MRPN) sebagai pilar arsitektur baru untuk memperkuat Sistem Pertahanan Negara, khususnya dalam menghadapi ancaman non-militer dan hibrida. Menggunakan pendekatan kualitatif sistematis dan studi pustaka, serta analisis isi normatif terhadap regulasi primer, ditemukan bahwa MRPN secara efektif menginstitusionalisasikan mandat Pasal 7 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 yang menempatkan institusi non-pertahanan sebagai elemen utama. Melalui Komite MRPN dan fungsi Peringatan Dini Strategis dari Pengawas Intern Lintas Sektor, MRPN mentransformasi risiko pembangunan (seperti kegagalan tata kelola) menjadi pertimbangan keamanan nasional. Kesimpulannya, MRPN menyediakan kerangka kerja Whole-of-Government yang kolaboratif dan terintegrasi, memperkuat ketahanan nasional,  menjamin kemandirian negara dari kerentanan internal, dan meningkatkan manajemen pertahanan yang efektif.
Manajemen Strategis Kesiapsiagaan Nasional: Diplomasi Hedging Indonesia: Strategic Management of National Preparedness: Indonesia's Hedging Diplomacy Tarigan, Benny Surya Abdi; Suryana, R.E.; Risdhianto, Agung
Citizen : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 6 No. 1 (2026): CITIZEN: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia
Publisher : DAS Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53866/jimi.v6i1.1148

Abstract

Indonesia's defense strategy faces unprecedented complexity in balancing military modernization, non-traditional security threats, and regional great power competition. This article examines how national preparedness (Kesiapsiagaan Nasional) can be effectively implemented through defense diplomacy, based on Indonesia's constitutional framework and strategic principles. Referencing a doctrinal analysis of Sishankamrata (Total People's Defense and Security System), official policy documents, and comparative regional security mechanisms, this study identifies institutional mechanisms, strategic principles, and implementation challenges in integrating defense diplomacy with national preparedness. The research shows that Indonesia's hedging strategy, operationalized through multilateral confidence-building measures and multilevel defense cooperation, provides a viable framework for managing security risks while maintaining strategic autonomy. However, civil-military coordination gaps, resource constraints, and institutional ambiguities related to the “Digital Sovereignty Doctrine” remain significant obstacles. The article concludes with specific policy recommendations to strengthen interagency coordination, capacity building, and the institutionalization of defense diplomacy as comprehensive tools for national security. These findings contribute to the understanding of how middle powers navigate contemporary security challenges through strategic autonomy and multilateral engagement in a competitive regional environment.