Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENDIDIKAN MULTIKULTURAL SEBAGAI PONDASI PEMBENTUKAN KARAKTER BANGSA Nur maulidina Zahrotul Afiyah; Hasna Abiyyu; Nurul Mubin
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 4 No. 6: November 2025
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran pendidikan multikultural dalam membentuk karakter bangsa di tengah masyarakat Indonesia yang beragam. Dengan menggunakan metode penelitian kepustakaan dan pendekatan kualitatif, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana pendidikan multikultural mampu menumbuhkan pengakuan, penghargaan, dan integrasi terhadap perbedaan budaya dalam proses pembelajaran. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan multikultural berkontribusi dalam membangun karakter peserta didik yang toleran, empatik, dan mampu hidup harmonis dalam keberagaman. Pendidikan multikultural juga memperkuat karakter kebangsaan melalui internalisasi nilai-nilai kemanusiaan, nilai kewargaan, serta rasa cinta tanah air. Melalui implementasi yang tepat, seperti pengembangan sikap inklusif, kesadaran kritis, sensitivitas gender, dan anti-diskriminasi, pendidikan multikultural menjadi fondasi strategis dalam mempersiapkan generasi yang berdaya saing global dan menjaga keutuhan identitas multikultural Indonesia.
Belajar Islam dari Wayang: Perspektif Generasi Muda Pecinta Wayang Tutur lanang Sutrisno; Riza Maysharoh; Nur Maulidina Zahrotul Afiyah; Vava Imam Agus Faisal
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6697

Abstract

Wayang sebagai warisan budaya nusantara tidak hanya hadir sebagai seni pertunjukan, tetapi juga sarana penyampaian nilai moral, spiritual, dan sosial. Dalam dinamika Islam di Indonesia, wayang digunakan sebagai dakwah kultural yang lentur dan dialogis, meski di era modern dengan arus globalisasi dan dominasi media digital posisinya kerap dianggap menjauh dari generasi muda. Artikel ini menelaah pemaknaan generasi muda pecinta wayang terhadap nilai-nilai Islam dalam cerita pewayangan serta relevansinya bagi kehidupan mereka, menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam dan penguatan studi pustaka ilmiah lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) wayang dipahami sebagai narasi kehidupan yang menyediakan ruang refleksi keislaman secara kontekstual, 2) nilai akhlak, amanah, pengendalian diri, kebijaksanaan sosial, dan sikap moderat dipelajari melalui tokoh serta konflik cerita yang dekat dengan realitas manusia, 3) cara penyampaian nilai dalam wayang dinilai selaras dengan Islam Nusantara karena berwatak inklusif dan tidak konfrontatif. Walau menghadapi perubahan selera hiburan dan pola konsumsi budaya, wayang tetap potensial sebagai media pembelajaran nilai Islam jika dikembangkan secara kritis dan adaptif, terutama untuk memperkuat kesadaran keislaman generasi muda yang berakar pada konteks sosial-budaya lokal.