Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Efektivitas dan Keamanan Ceftaroline VS Ceftriaxone dalam Terapi Community-Acquired Pneumonia: Bukti dari Satu Dekade Penelitian Riandika, Andi Ameilia Sari
JURNAL PHARMA BHAKTA Vol 5 No 2 (2025): November 2025
Publisher : FACULTY OF PHARMACY, INSTITUT ILMU KESEHATAN BHAKTI WIYATA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Community acquired pneumonia (CAP) remains a leading cause of morbidity and mortality among hospitalized adults. Appropriate selection of empirical antibiotics is crucial to prevent treatment failure and limit antimicrobial resistance. Ceftriaxone has long been the standard empirical therapy for moderate to severe CAP in many clinical guidelines. However, ceftaroline fosamil, a newer generation cephalosporin with activity against Streptococcus pneumoniae (including penicillin resistant strains), has emerged as a potential alternative. Objective: This review aims to evaluate randomized controlled trial (RCT) evidence published between 2015 and 2025 comparing the efficacy and safety of ceftaroline versus ceftriaxone in the treatment of CAP among hospitalized. Methods: A literature search was conducted in PubMed, ScienceDirect, and Scopus for RCTs published between 2015 and 2025 based on the checklist prism. Results: Evidence from RCTs (2015–2025) supports ceftaroline as an effective alternative to ceftriaxone for the management of CAP in hospitalized adults. Several pooled analyses suggest superiority of ceftaroline in terms of clinical cure, while no significant differences were observed in mortality outcomes. The safety profiles of both agents were generally comparable. Conclusion: This review supports ceftaroline as an effective empirical alternative to ceftriaxone for moderate to severe CAP, with evidence indicating potential advantages in clinical cure rates.
Target Molekuler Dalam Farmakoterapi Gagal Jantung: Implikasi Terhadap Pengembangan Terapi Jantung Modern Rieka Nurul Dwi Anggraeni; Riandika, Andi Ameilia Sari
Illea : Journal of Health Sciences, Public Health and Medicine Vol.2, No.1: Februari 2026
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/illea.v2i1.4675

Abstract

Gagal jantung merupakan sindrom klinis kompleks yang melibatkan perubahan hemodinamik, seluler, dan molekuler, serta menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas global. Perkembangan farmakoterapi modern menunjukkan pergeseran paradigma dari terapi simptomatik menuju terapi berbasis target molekuler. Artikel ini bertujuan untuk mengulas target molekuler utama dalam farmakoterapi gagal jantung dan implikasinya terhadap pengembangan terapi modern. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur naratif dengan analisis publikasi ilmiah dari tahun 2016–2026 melalui basis data PubMed, Scopus, dan Google Scholar. Hasil kajian menunjukkan bahwa jalur molekuler utama yang menjadi target terapi meliputi sistem renin–angiotensin–aldosterone (RAAS), sistem saraf simpatis, jalur natriuretic peptide, transporter glukosa SGLT2, serta jalur inflamasi dan fibrosis miokard. Terapi modern seperti ARNI dan inhibitor SGLT2 menunjukkan efek kardioprotektif melalui mekanisme pleiotropik, sementara biomarker molekuler dan farmakogenomik mendukung pendekatan precision medicine. Kesimpulannya, integrasi target molekuler dalam farmakoterapi gagal jantung memberikan peluang pengembangan terapi yang lebih efektif dan individualisasi terapi berbasis karakteristik molekuler pasien.
Pemeriksaan dan Edukasi Kadar Kolesterol Sebagai Upaya Peningkatan Kesadaran Masyarakat Sivitas Akademika terhadap Risiko Penyakit Degeneratif Riandika, Andi Ameilia Sari; Rahman, Noer Fauziah; Bunyamin, Andi Bulqiah Nur; Rieka Nurul Dwi Anggraeni; Agus, Wahyuni
Abdimas Toddopuli: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026): Volume 7, No 2, Juni 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/atjpm.v7i2.8191

Abstract

Penyakit degeneratif khususnya penyakit kardiovaskular masih menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas di dunia. Salah satu faktor risiko utama adalah tingginya kadar kolesterol dalam darah yang sering tidak disadari oleh masyarakat karena tidak menimbulkan gejala pada tahap awal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kadar kolesterol masyarakat di lingkungan Universitas(Dosen dan Staf) serta meningkatkan kesadaran masyarakat melalui pemeriksaan kesehatan dan edukasi pola hidup sehat. Metode yang digunakan adalah pemeriksaan kadar kolesterol menggunakan metode pemeriksaan darah kapiler dan pemberian edukasi kesehatan. Jumlah peserta sebanyak 40 orang dengan rentang usia 26–65 tahun. Hasil menunjukkan rata-rata kadar kolesterol sebesar 210,4 mg/dL dengan nilai tertinggi 258 mg/dL dan terendah 129 mg/dL. Sebagian besar peserta berada pada kategori borderline tinggi hingga tinggi. Diharapkan kegiatan pemeriksaan kesehatan dan edukasi secara langsung, efektif meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini dan pengendalian kadar kolesterol sebagai upaya pencegahan penyakit degeneratif.