Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

STUDI PROFIL KADAR NT-proBNP SEBAGAI LANGKAH AWAL NT-ProBNP GUIDED THERAPY PADA PASIEN GAGAL JANTUNG AKUT Anggraeni, Rieka Nurul Dwi; Nilamsari, Wenny Putri; Alsagaff, Mochamad Yusuf; Ratri, Dinda Monika Nusantara
Jurnal Farmasi Higea Vol 16, No 2 (2024)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v16i2.604

Abstract

Selain digunakan sebagai indikator signifikan untuk diagnosis klinis gagal jantung akut, pemeriksaan NT-proBNP juga dapat membantu menentukan tingkat keparahan, memandu strategi pengobatan yang relevan, dan menilai prognosis penyakit jantung. Dari penelitian yang sudah ada sebelumnya diketahui penerapan NT-proBNP guided therapy dapat menurunkan kadar NT-proBNP selama perawatan ≥ 30%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis profil kadar NT-ProBNP sebagai Langkah awal dalam NT-proBNP guided therapy. Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional dengan desain cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan di IGD Rumah Sakit Universitas Airlangga selama periode Juni-Agustus 2023 dengan kriteria inklusi pasien AHF berusia ≥ 18 tahun dan didiagnosis AHF secara klinis dengan adanya satu gejala pada HF (dispnea, ortopnea, atau edema) dan satu tanda (rales, edema perifer, asites, atau kongesti vaskular paru pada radiografi dada. Pemeriksaan kadar NT-proBNP menggunakan prinsip Enzyme-Linked Immunosorbent Assay (ELISA) menggunakan metode Chemiluminescent Microparticle Immunoassay (CMI). Analisis data secara deskriptif menunjukkan hasil bahwa daei 39 pasien yang masuk ke dalam kriteria inklusi, terdapat 32 sampel dengan profil kadar NT-proBNP meningkat ≥ 300 pg/mL.
Perbandingan Klinis Fluoroquinolone Generasi Baru dan Lama Pada Infeksi Saluran Kemih: dari Efikasi Hingga Keamanan Riandika, Andi Ameilia Sari; Anggraeni, Rieka Nurul Dwi
Illea : Journal of Health Sciences, Public Health and Medicine Vol.1, No.3 (2025): Oktober 2025
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infeksi saluran kemih (ISK) adalah salah satu infeksi bakteri yang sering terjadi di praktik klinik. Fluoroquinolone telah lama digunakan sebagai pilihan terapi, namun kemunculan generasi baru (seperti Levofloxacin, Moxifloxacin) menimbulkan pertanyaan mengenai apakah generasi baru ini membawa keuntungan klinis dibanding generasi lama (misalnya Ciprofloxacin). Artikel review ini membandingkan bukti klinis antara Fluoroquinolone generasi lama dan baru dalam hal efikasi dan keamanan. Metode pencarian literatur mencakup basis data PubMed, Scopus, dan ScienceDirect dengan kata kunci “fluoroquinolone”, “urinary tract infection”, “efficacy”, “safety”. Hasil menunjukkan bahwa efikasi antara generasi baru dan lama tidak signifikan, tetapi kelebihan generasi baru lebih terlihat dalam aspek spektrum aktivitas dan penetrasi jaringan, tetapi kelemahan utamanya adalah ekskresi urin yang lebih rendah (terutama pada Moxifloxacin). Risiko efek samping serius (tendinopati/ruptur tendon, neuropati perifer, serta efek neurologis dan kardiovaskular) tetap menjadi perhatian penting di kedua generasi. Kesimpulannya yaitu pemilihan Fluoroquinolone generasi baru atau lama dalam ISK harus mempertimbangkan karakteristik pasien, profil resistensi lokal, dan risiko keamanan, bukan hanya efikasi semata.
ANALYSIS OF DRUG UTILIZATION PATTERNS BASED ON THERAPEUTIC CLASSES AND CLINICAL INDICATIONS IN COMMUNITY PHARMACIES Hasdin, Fauziah; Anggraeni, Rieka Nurul Dwi; Sari Riandika, Andi Ameilia
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 8 No 1 (2026): Jurnal Kesehatan Farmasi
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkpharm.v8i1.3750

Abstract

Latar Belakang: Analisis pola penggunaan obat penting untuk mendukung penggunaan obat yang rasional di masyarakat. Apotek komunitas berperan sebagai fasilitas pelayanan kesehatan yang menyediakan layanan resep dan swamedikasi untuk berbagai indikasi klinis. Oleh karena itu, kajian pola penggunaan obat berdasarkan kelas terapi dan indikasi klinis diperlukan untuk menggambarkan praktik penggunaan obat di tingkat komunitas. Metode: Penelitian ini merupakan studi observasional deskriptif dengan desain potong lintang menggunakan data retrospektif dari catatan resep dan penjualan obat di satu apotek komunitas. Variabel yang dianalisis meliputi kelas terapi obat dan indikasi klinis. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan menggunakan Crosstab serta uji Chi-Square. Hasil: Analgesik–antipiretik merupakan kelas terapi terbanyak, sedangkan nyeri dan ISPA menjadi indikasi klinis dominan. Uji Chi-Square menunjukkan hubungan bermakna antara kelas terapi dan indikasi klinis (χ² = 6.761,98; p < 0,001). Pola penggunaan obat mencerminkan kesesuaian antara kelas terapi dan indikasi klinis sesuai prinsip penggunaan obat rasional pada studi potong lintang. Kesimpulan: Pola penggunaan obat di apotek komunitas didominasi oleh terapi keluhan ringan, sehingga peran apoteker perlu diperkuat untuk menjamin penggunaan obat yang rasional sesuai indikasi klinis.
Peningkatan Literasi Laboratorium melalui Kegiatan Pengenalan Alat dan Keselamatan Kerja Siswa SMA Agus, Wahyuni; Bunyamin, Andi Bulqiah Nur; Anggraeni, Rieka Nurul Dwi; Rahman, Noer Fauziah; Kartika, Andi Eka
Matano: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2026): Tahun 2026
Publisher : Education and Talent Development Center of Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/matano.v2i2.4777

Abstract

Pembelajaran sains abad ke-21 menuntut keterampilan proses ilmiah melalui kegiatan praktikum laboratorium. Namun, pemahaman siswa sekolah menengah mengenai penggunaan alat laboratorium dan penerapan keselamatan serta kesehatan kerja (K3) masih belum optimal. Kondisi ini juga ditemukan pada siswa SMA IT Al Qalam Gowa yang telah melaksanakan praktikum tetapi belum didukung program pengenalan laboratorium yang sistematis. Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan literasi laboratorium siswa melalui pemahaman fungsi alat, prosedur praktikum dasar, dan standar keselamatan kerja. Metode pelaksanaan meliputi tiga tahap utama, yaitu persiapan melalui koordinasi dan penyusunan materi, pelaksanaan berupa penyuluhan, demonstrasi, dan praktik sederhana, serta evaluasi melalui diskusi interaktif dan observasi partisipasi siswa. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa terhadap penggunaan alat laboratorium, kepatuhan terhadap prosedur praktikum, serta kesadaran penerapan K3. Pendekatan berbasis praktik langsung juga meningkatkan kepercayaan diri dan minat siswa terhadap pembelajaran sains berbasis eksperimen. Program pengenalan laboratorium ini efektif dalam menjembatani kesenjangan antara ketersediaan fasilitas dan kesiapan siswa, serta berpotensi memperkuat budaya keselamatan laboratorium dan kualitas pembelajaran sains di sekolah menengah.