Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Perbandingan antara Efektivitas Penggunaan Fluorokuinolon VS Beta-Laktam dan/atau Makrolida pada Pasien Pneumonia Komunitas Rawat Inap: Sebuah Kajian Literatur Riandika, Andi Amelia Sari; Yasin, Nanang Munif; Nuryastuti, Titik
Majalah Farmaseutik Vol 21, No 1 (2025)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v21i1.94339

Abstract

Pneumonia komunitas merupakan infeksi pneumonia yang diperoleh dari lingkungan masyarakat atau dari luar rumah sakit, di mana rejimen antibiotik pasien dengan pneumonia komunitas adalah monoterapi fluorokuinolon (FK) atau dengan kombinasi beta laktam (BL) dan  makrolida (MD). Review ini membandingkan efektivitas penggunaan antara monoterapi FK dengan BL±MD pada pasien dewasa pneumonia komunitas yang dirawat inap. Studi kontrol terandomisasi dilibatkan dalam review artikel ini mengikuti daftar checklist PRISMA. Hasil review dari 6 studi kontrol terandomisasi menunjukkan bahwa monoterapi dengan FK memiliki efektivitas yang serupa dengan terapi rejimen BL+MD pada pasien pneumonia komunitas mild hingga moderate. Monoterapi BL, rejimen BL+MD, dan monoterapi FK memiliki efektivitas yang serupa pada pasien pneumonia komunitas mild hingga moderate dan yang dirawat inap di ruangan non intensive care unit (non-ICU). Monoterapi MD tidak kalah dengan monoterapi FK dari segi efektivitas pada pasien pneumonia komunitas bakterial mild hingga moderate. Kesimpulannya, antara monoterapi FK, monoterapi BL, monoterapi MD, dan kombinasi BL+MD memiliki profile efektivitas yang serupa.
Perbandingan Klinis Fluoroquinolone Generasi Baru dan Lama Pada Infeksi Saluran Kemih: dari Efikasi Hingga Keamanan Riandika, Andi Ameilia Sari; Anggraeni, Rieka Nurul Dwi
Illea : Journal of Health Sciences, Public Health and Medicine Vol.1, No.3 (2025): Oktober 2025
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infeksi saluran kemih (ISK) adalah salah satu infeksi bakteri yang sering terjadi di praktik klinik. Fluoroquinolone telah lama digunakan sebagai pilihan terapi, namun kemunculan generasi baru (seperti Levofloxacin, Moxifloxacin) menimbulkan pertanyaan mengenai apakah generasi baru ini membawa keuntungan klinis dibanding generasi lama (misalnya Ciprofloxacin). Artikel review ini membandingkan bukti klinis antara Fluoroquinolone generasi lama dan baru dalam hal efikasi dan keamanan. Metode pencarian literatur mencakup basis data PubMed, Scopus, dan ScienceDirect dengan kata kunci “fluoroquinolone”, “urinary tract infection”, “efficacy”, “safety”. Hasil menunjukkan bahwa efikasi antara generasi baru dan lama tidak signifikan, tetapi kelebihan generasi baru lebih terlihat dalam aspek spektrum aktivitas dan penetrasi jaringan, tetapi kelemahan utamanya adalah ekskresi urin yang lebih rendah (terutama pada Moxifloxacin). Risiko efek samping serius (tendinopati/ruptur tendon, neuropati perifer, serta efek neurologis dan kardiovaskular) tetap menjadi perhatian penting di kedua generasi. Kesimpulannya yaitu pemilihan Fluoroquinolone generasi baru atau lama dalam ISK harus mempertimbangkan karakteristik pasien, profil resistensi lokal, dan risiko keamanan, bukan hanya efikasi semata.
Pelatihan Pencatatan Keuangan pada Kelompok Usaha Pengolahan Telur Bebek di Desa Baji Mangngai, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros Rahman, Noer Fauziah; Nur Afni; Akira Syam; Bunyamin, Andi Bulqiah Nur; Andi Ameilia Sari Riandika
Abdimas Toddopuli: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2025): Volume 7, No 1, Desember 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/atjpm.v7i1.7270

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kelompok usaha masyarakat Desa Baji Mangngai, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros dalam melakukan pencatatan keuangan sederhana. Mitra kegiatan adalah dua kelompok usaha, yaitu Kelompok Laleng Kessie dan Kelompok Adatongeng, yang bergerak dalam pengolahan hasil ternak bebek seperti telur bebek, bebek potong, dan telur asin. Permasalahan utama mitra adalah belum adanya sistem pencatatan keuangan yang terstruktur sehingga sulit untuk memantau arus kas, menghitung keuangan, dan mengembangkan usaha. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan, pendampingan langsung, serta evaluasi hasil pencatatan keuangan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta telah mampu membuat pencatatan transaksi harian, laporan laba rugi sederhana, serta memisahkan antara uang pribadi dan uang hasil usaha. Selain itu, pelatihan ini meningkatkan kesadaran pentingnya pencatatan keuangan dalam keberlanjutan usaha kecil. Kegiatan ini diharapkan menjadi Langkah awal menuju pembukuan usaha yang lebih profesional dan mendukung pengembangan ekonomi masyarakat desa.