Bimo Kuncoro Jati
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGEMBANGAN KURIKULUM TVET UNTUK INDUSTRI PERHOTELAN YANG BERKELANJUTAN: ANALISIS BIBLIOMETRIK ATAS TREN GLOBAL riswano; Bimo Kuncoro Jati; Rachmadina Rafika Triani
Jurnal Pendidikan dan Perhotelan (JPP) Vol. 5 No. 2 (2025): JURNAL PENDIDIKAN DAN PERHOTELAN
Publisher : Family Welfare Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JPPV5i2.03

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tren global dalam pengembangan kurikulum Pendidikan dan Pelatihan Vokasi dan Teknik (TVET) untuk industri perhotelan yang berkelanjutan melalui pendekatan bibliometrik. Transformasi hijau di sektor perhotelan menuntut adaptasi signifikan dalam kompetensi tenaga kerja, menjadikan peran TVET krusial dalam menyiapkan masa depan profesional dengan keterampilan hijau (green skills). Dengan menggunakan metode analisis bibliometrik pada data ilmiah terkemuka, studi ini memetakan publikasi perkembangan, mengidentifikasi aktor kunci (penulis, institusi, negara), serta mengeksplorasi topik dan kata kunci yang dominan dalam sastra global. Hasil analisis menunjukkan peningkatan tajam dalam publikasi terkait kemiskinan dalam kurikulum TVET perhotelan, menyoroti pentingnya efisiensi energi, pengelolaan limbah, pengadaan berkelanjutan, dan pelayanan tamu yang ramah lingkungan. Tantangan utama yang teridentifikasi meliputi kesenjangan antara teori dan praktik, kebutuhan akan kolaborasi industri-akademisi yang lebih kuat, serta standarisasi kompetensi hijau. Penelitian ini menggarisbawahi perlunya kurikulum TVET yang dinamis dan adaptif, yang tidak hanya membekali peserta didik dengan pengetahuan teknis, tetapi juga menumbuhkan pola pikir berkelanjutan. Temuan ini diharapkan dapat memberikan panduan bagi pengambil kebijakan, lembaga TVET, dan praktisi industri dalam merancang program pendidikan yang relevan dan efektif untuk mendukung industri perhotelan yang lebih hijau dan bertanggung jawab secara sosial.
Implementasi HACCP dan SSOP dalam Menjamin Kualitas Produk di Industri Pangan UMKM. Narrative Literature Review Bimo Kuncoro Jati; Putri Viona Amalia; Sheryl Candra Sasi
TOBA: Journal of Tourism, Hospitality, and Destination Vol. 5 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/toba.v5i1.7286

Abstract

Food safety is a critical issue in the food industry, as each stage of production poses potential hazards that may reduce product quality and endanger consumer health, particularly in micro, small, and medium enterprises (MSMEs). Inadequate sanitation practices and weak process control remain major causes of food contamination. This study aims to examine the effectiveness of implementing Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) and Sanitation Standard Operating Procedures (SSOP) in ensuring food quality and safety based on previous research findings. The study employed a Narrative Literature Review approach with qualitative analysis through document review and content analysis of relevant scientific articles published between 2015 and 2025. The literature was analyzed to identify HACCP and SSOP implementation practices, types of food industries, hazard control measures, and challenges in their application. The results indicate that consistent implementation of HACCP and SSOP is effective in reducing microbiological contamination risks, improving product quality, and enhancing production processes. However, several obstacles remain, including limited sanitation facilities, low worker discipline, weak documentation systems, and insufficient internal supervision, particularly among MSMEs and online food businesses. It can be concluded that HACCP and SSOP are fundamental pillars of food safety management systems, yet their effectiveness strongly depends on human resource commitment, hygienic work culture, and continuous training and facility support. Therefore, strengthened assistance, capacity building, and collaboration among stakeholders are essential to achieve effective and sustainable food safety implementation.