Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengolahan Penanganan Sampah Non-Organik Melalui Ecobrik dalam Progam KKN ABCD di Desa Mandirejo Moch. Raja Al-Afwu; Siti Febriana Lestari; Khofifah Habibul Ulum; Faiqotun Nufus; Devi Zulia Fatma; Silvy Qudrotun Nada; M. Syarif Maulana Aditya; Siti Kholifah; Mar’atus Imamah; Asmaul Amiludiyah; Rr. Kusuma Dwi Nur Ma'rifati
PEKAT: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): April
Publisher : Puslitbang Sinergis Asa Professional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37148/pekat.v5i1.81

Abstract

Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) ABCD di Desa Mandirejo dilaksanakan sebagai bentuk pengabdian siswa kepada masyarakat melalui pengolahan sampah non-organik dengan metode ecobrik . Ecobrik merupakan teknik pemadatan sampah plastik bersih ke dalam botol bekas yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bangunan sederhana, furnitur, maupun produk kreatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif melalui studi lapangan di Tempat Pengelolaan Sampah (TPS) Dusun Kebondalem, Desa Mandirejo, Kabupaten Tuban pada tanggal 14 Juli–15 Agustus 2025. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, serta dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum pelaksanaan program, sistem pengelolaan sampah non-organik di desa masih terbatas pada pemilahan dan penjualan plastik bernilai ekonomis. Melalui program ecobrik, mahasiswa KKN berhasil mengedukasi masyarakat mengenai pengolahan sampah plastik menjadi produk tepat guna, seperti spot foto di Wisata Silowo. Dampak yang diperoleh antara lain pengurangan sampah plastik yang dibuang atau dibuang sembarangan, peningkatan kesadaran masyarakat, serta dukungan terhadap pengembangan potensi pariwisata desa. Namun tantangan utama dalam penerapan ecobrik meliputi ketidakseragaman kualitas, proses yang padat karya, risiko jangka panjang pelepasan mikroplastik, potensi bahaya kebakaran, serta kendala kebersihan dan logistik. Dengan demikian, ecobrik dapat menjadi solusi alternatif ramah lingkungan sekaligus bernilai edukatif dan ekonomis, meskipun penerapannya memerlukan pengelolaan yang berkelanjutan serta standar teknis yang lebih ketat.
PEMANFAATAN MEDIA DIGITAL DALAM PEMBELAJARAN DI MADRASAH IBTIDAIYAH AL-ASYHAR KARANGAGUNG PALANG TUBAN PADA ERA DIGITAL Nur Laili Dina Hafni; Siti Mardhiyah; Mar’atus Imamah; Qoimatul, Izzah; Uut Kenanga Sari; Ika Winarti; Izzah Qoimatul Isti’adah; Fatkhul Amin
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 No. 03, September 2026 Release
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.59069

Abstract

This study discusses the utilization of digital media in learning at MI Al-Asyhar Palang Tuban in the digital era. The research aims to describe the implementation of digital media in the learning process, identify the obstacles faced by teachers and students, and formulate solutions to improve the effectiveness of digital-based learning. This study employed a qualitative descriptive approach conducted for one month. Data were collected through interviews and observations, while data validity was tested using source triangulation. Data analysis was carried out using the Miles and Huberman model, including data collection, data reduction, and conclusion drawing. The findings indicate that digital media such as learning videos, YouTube, podcasts, and audio learning have been implemented in several subjects and contributed positively to the learning process. The use of digital media increased students’ motivation, participation, understanding, and digital literacy skills. In addition, digital media supported the development of 21st-century skills and strengthened character and religious values through teacher guidance. However, the implementation still faced several challenges, including limited facilities, unstable internet access, and unequal teacher competence in utilizing technology. Therefore, support for infrastructure, teacher training, and collaboration between schools and parents is needed to optimize digital learning in Madrasah Ibtidaiyah.