Helmi Handoko
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERAN GURU SEBAGAI FASILITATOR: MENINGKATKAN PEMBELAJARAN KELOMPOK ANAK SD BERDASARKAN PRINSIP KONSTRUKTIVISME. Helmi Handoko; M Soinun Amrillah; Kasinyo Harto; Irja Putra Pratama
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Terbit
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.35595

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui Bagaiaman Prinsip Kontruktivisme, Bagaimana peran guru sebagai fasilitator, bgaimana cara Meningkatkan pembelajaran kelompok anak sd berdasarkan prinsip kontruktivisme. Dalam penelitian ini menggunakan jenis metode penelitian kualitatif deskriptif artinya penelitian tentang penelitian yang bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis. Teknik analisis data yang dipakai: Observasi, Wawancara dan Dokumentasi.Hasil penelitian ini memiliki tiga implikasi praktis yang perlu ditindaklanjuti oleh pihak terkait. Pertama, bagi Guru, perlu dilakukan pelatihan profesional yang intensif dan berkelanjutan yang secara spesifik fokus pada teknik scaffolding kognitif, terutama bagaimana merancang dan menggunakan pertanyaan terbuka (pemantik) untuk memandu eksplorasi siswa tanpa memberikan solusi. Kedua, bagi Sekolah (SDN 01 Jatimulyo), perlu dikembangkan pedoman standar operasional yang menekankan peran guru sebagai ''penunda jawaban'' dan ''pengelola ZPD'', serta mengintegrasikan metode evaluasi yang menilai proses scaffolding di kelas.Kedua, bagi Sekolah (SDN 01 Jatimulyo), perlu mengembangkan pedoman operasional standar yang mengharuskan peran guru sebagai ''penunda jawaban'' dan ''pengelola ZPD'', serta mengintegrasikan metode evaluasi yang menilai proses scaffolding di kelas. Ketiga, bagi Institusi Pendidikan dan Pelatihan, temuan ini menjadi masukan penting untuk merevisi kurikulum guru pelatihan, agar tidak hanya mengajarkan apa itu konstruktivisme
PEMIKIRAN MUHAMMAD ABDUH: DARI TAKLID BUTA MENUJU NALAR TERBUKA DALAM APLIKASI KONSEP IJTIHAD PADA PEMBELAJARAN DI SDN 01 JATIMULYO Helmi Handoko; Leny Misdiyanti; Muhammad Fauzi; Abu Mansur
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01 Maret 2026 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.35265

Abstract

This study aims to analyze Muhammad Abduh’s concept of ijtihad and his critique of blind taqlid, as well as to describe the relevance and application of ijtihad principles in the learning process at SDN 01 Jatimulyo. The research employs a qualitative descriptive approach, utilizing interviews, observations, and documentation for data collection. The subjects include the school principal, Islamic Education (PAI) teachers, classroom teachers, and students from grades IV to VI. The findings reveal that Muhammad Abduh’s ideas on ijtihad can be applied in elementary education through the cultivation of critical thinking, rational reasoning, and the avoidance of blind imitation in learning. The relevance of ijtihad is reflected in the curriculum and teaching methods that integrate religious and general sciences, supported by the implementation of Problem Based Learning (PBL) to foster analytical and independent thinking. The application of this concept is a strategic effort to prepare Muslim generations who are spiritually devout, intellectually intelligent, and adaptive to modern challenges.