Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Menelaah Sebelas (11) Hukum Sistem Dalam Fifth Discipline (Peter Senge): Examining The Eleven (11) Laws Of The System In The Fifth Discipline (Peter Senge) Dewi Agustina; Ravena Felisha; Syfa Ardhia Putri; Ayu Maulidia; Wira Anjani Br Sembiring; Alifa Fatiha; Miftahul Nur Zahrah; Fatimah Zuhra; Shasy Kirana Zahrani; Natasya Aulia; Fauzan Alhamdi Lubis; Khairani Natasya; Fazri Khoirunnisa Purba
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 11: November 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i11.9189

Abstract

Pemahaman terhadap sistem berpikir menjadi landasan penting dalam upaya membangun organisasi pembelajar di berbagai bidang, termasuk kesehatan masyarakat. Konsep The Fifth Discipline yang dikemukakan oleh Peter Senge menekankan pentingnya kemampuan melihat keterkaitan antar elemen dalam suatu sistem. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah secara mendalam sebelas (11) hukum sistem sebagaimana dijelaskan oleh Senge dalam konteks pengelolaan organisasi dan pembelajaran berkelanjutan. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah buku The Fifth Discipline serta berbagai literatur pendukung lainnya, baik nasional maupun internasional. Hasil kajian menunjukkan bahwa sebelas hukum sistem tersebut mengandung prinsip berpikir sistematis, seperti keterlambatan umpan balik, akumulasi sebab-akibat, serta dinamika antara tindakan jangka pendek dan jangka panjang. Penerapan hukum sistem ini dapat memperkuat efektivitas organisasi, meningkatkan kemampuan adaptasi terhadap perubahan, dan mendorong kolaborasi lintas sektor. Dalam konteks kesehatan masyarakat, pemahaman hukum sistem dapat membantu dalam perencanaan dan evaluasi program kesehatan yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan. Dengan demikian, pendekatan berpikir sistem menurut Senge relevan untuk diterapkan dalam manajemen dan kebijakan kesehatan di Indonesia
Prevalensi dan Faktor Risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) Pada Masyarakat Dewasa di Wilayah Pesisir Medan Labuhan Nasution , Fiola Syfa Azura; Br Purba , Saskia Khairunnisa; Nasution , Nursanita; Br Sembiring , Wira Anjani; Ravena Felisha; Nofi Susanti
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 1: Januari 2026 -In Progress
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.9793

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang masih sering ditemukan, khususnya pada wilayah pesisir dengan karakteristik lingkungan dan sosial tertentu. Penentuan fokus penelitian ini didasarkan pada hasil telaah data laporan morbiditas Puskesmas Medan Labuhan bulan Oktober, yang menunjukkan bahwa ISPA merupakan penyakit dengan jumlah kasus tertinggi di wilayah tersebut, sehingga relevan dijadikan prioritas kajian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi ISPA serta menggambarkan faktor risiko lingkungan dan perilaku yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada masyarakat pesisir Medan Labuhan. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan deskriptif, melibatkan 50 responden masyarakat dewasa yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan pada awal November menggunakan kuesioner terstruktur yang mencakup karakteristik responden, kejadian ISPA dalam tiga bulan terakhir, faktor lingkungan rumah, faktor perilaku berisiko, serta upaya pencegahan ISPA. Analisis data dilakukan secara univariat dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi ISPA sebesar 34%, dengan faktor risiko dominan meliputi ventilasi rumah yang tidak memenuhi syarat, pencahayaan rumah yang kurang, serta paparan asap rokok di dalam rumah. Upaya pencegahan ISPA pada masyarakat pesisir masih belum optimal. Penelitian ini menegaskan perlunya penguatan intervensi promotif dan preventif oleh puskesmas untuk menurunkan risiko ISPA di wilayah pesisir.