Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Status Sosial terhadap Kepemilikan Simbol-Simbol Ketorajaan di Kota Makassar Jayadi, Karta; Suyudi, Muhammad; Akbar, Arjun Subbanul
Indonesian Journal of Social and Educational Studies Vol 6, No 2 (2025): Indonesian Journal of Social and Educational Studies (Article in Press)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/ijses.v6i2.78492

Abstract

Abstrak. Penelitian ini adalah sebuah studi konseptual yang menelaah pengaruh status sosial terhadap kepemilikan simbol-simbol ketorajaan pada masyarakat Toraja di Kota Makassar. Dalam konteks diaspora, simbol budaya Toraja mengalami transformasi fungsi dari ranah ritual di Tana Toraja menuju ranah representasi identitas dan instrumen prestise di lingkungan urban. Kondisi ini menunjukkan bahwa simbol budaya mengalami transformasi fungsi; dari medium sakral menuju representasi identitas dan instrumen prestise sosial. Tujuan utama kajian ini adalah menganalisis bagaimana transformasi ini memengaruhi simbol sebagai alat diferensiasi sosial di komunitas perantauan. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui analisis konseptual dengan menelaah literatur seni, budaya, dan sosiologi yang relevan. Analisis dilakukan melalui integrasi tiga kerangka teori utama: konsep modal simbolik dan budaya Pierre Bourdieu, pendekatan simbol sebagai sistem makna Clifford Geertz, dan teori identitas sosial Tajfel dan Turner. Melalui kerangka ini, simbol ketorajaan dipahami tidak hanya sebagai penanda etnisitas, tetapi juga sebagai kapital estetis yang memperkuat kohesi komunitas sekaligus meneguhkan stratifikasi sosial di perantauan. Hasil sintesis literatur menunjukkan bahwa status sosial berperan signifikan dalam menentukan bentuk dan intensitas kepemilikan simbol ketorajaan di Makassar. Keluarga dengan modal ekonomi dan sosial lebih tinggi cenderung mampu menampilkan simbol budaya secara lebih menonjol. Simbol berfungsi ganda; tidak hanya mempertahankan identitas Toraja di tengah masyarakat multikultural, tetapi juga menjadi instrumen legitimasi sosial yang mengukuhkan hierarki internal komunitas diaspora melalui kerangka modal simbolik. Kata Kunci: status sosial, simbol ketorajaan, Toraja, diaspora, identitas budaya
PELATIHAN PENULISAN SKENARIO FILM REFLEKTIF BAGI MAHASISWA PROGRAM STUDI SENDRATASIK UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR Akbar, Arjun Subbanul; Aryani, Andi; Izmi, Siti Asmaulul; Hamka, Dwi Wahyuni; Pardamean, Buyung
Sureq: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Seni dan Desain Vol 4, No 2 (2025): Juli-Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/srq.v4i2.78550

Abstract

Pelatihan penulisan skenario film pendek reflektif ini dilaksanakan sebagai upaya pengembangan kompetensi mahasiswa dalam mengolah pengalaman personal dan realitas sosial menjadi gagasan cerita yang lebih bermakna. Pelatihan ini menggunakan pendekatan dialogis, reflektif, dan berbasis pengalaman yang menekankan proses penemuan makna, pembangunan empati, serta penyadaran estetis. Kegiatan dilaksanakan selama tiga sesi utama: eksplorasi refleksi diri, penyusunan struktur naratif, serta visualisasi cerita dan pembacaan karya. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa peserta mampu menghasilkan ide cerita, outline, mood board, dan skenario pendek yang berangkat dari pengalaman otentik serta memiliki nilai kemanusiaan yang kuat. Temuan ini menegaskan bahwa pendekatan reflektif efektif digunakan sebagai strategi pengembangan literasi sinematik dan kesadaran kreatif mahasiswa.
KEAKTORAN DALAM FRAME: PELATIHAN AKTING FILM BERBASIS PENGALAMAN SENSORIK DAN EMOSIONAL Akbar, Arjun Subbanul; Yusuf, Ayu Janianti; Izmi, Siti Asmaulul; Hamka, Dwi Wahyuni; Wati, Jenny Ratna Ika Setia
Sureq: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Seni dan Desain Vol 5, No 1 (2026): Januari-Juni
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/srq.v5i1.84735

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji model pelatihan akting film berbasis pengalaman sensorik dan emosional dalam meningkatkan kualitas keaktoran peserta. Metode yang digunakan adalah pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) yang dipadukan dengan embodied practice, melalui tahapan kesadaran tubuh, eksplorasi sensorik, pengolahan emosi, dan praktik adegan (scene work). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi video, dan refleksi peserta, yang dianalisis menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan ini efektif dalam meningkatkan kejujuran emosi, kesadaran tubuh, serta kemampuan peserta dalam merespons kamera secara subtil dan terkontrol. Selain itu, pelatihan ini juga berkontribusi pada pengembangan kesadaran diri dan kepekaan artistik aktor. Dengan demikian, model pelatihan ini memiliki potensi sebagai pendekatan alternatif dalam pendidikan dan praktik keaktoran film yang menekankan integrasi antara tubuh, pengalaman sensorik, dan emosi.