Niki Amanatul Utami
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KONSEP, PRINSIP, DAN IMPLEMENTASI INTEGRASI-INTERKONEKSI DALAM REKONSILIASI SAINS ISLAM Niki Amanatul Utami; Arditya Prayogi; Maulana Abdillah; Ahmad Khamdani
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 4 No. 6: November 2025
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas tentang konsep, prinsip, dan cara menerapkan integrasi- interkoneksi sebagai pendekatan epistemologis untuk menyelaraskan perbedaan antara sains dan Islam dalam konteks ilmu pengetahuan modern. Dari sejarah, diketahui bahwa wahyu, akal, dan pengalaman empiris dalam tradisi Islam pernah berjalan seimbang. Penelitian ini mempelajari pemikiran M. Amin Abdullah sebagai model baru yang bisa mengatasi perbedaan antara ilmu agama dan ilmu umum. Metode yang digunakan adalah library research, di mana artikel ini menjelaskan ciri-ciri teoantroposentris-integralistik, paradigma jaring laba-laba, dan pentingnya dialog antar disiplin ilmu, baik multidisipliner, interdisipliner, maupun transdisipliner, dalam menjawab permasalahan keagamaan dan kemanusiaan di masa kini. Artikel ini juga menganalisis kontribusi tokoh-tokoh lain seperti Ibnu Rusyd, Jasser Auda, dan Nidhal Guessoum dalam memperkuat hubungan antara agama dan sains. Penerapan pendekatan integrasi-interkoneksi terlihat dalam penyempurnaan kurikulum PTKI, kajian lintas disiplin, serta penggunaan metode ilmiah dalam memahami teks keagamaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan integrasi-interkoneksi mampu membentuk model ilmu pengetahuan Islam yang lebih menyeluruh, manusiawi, dan relevan dengan tantangan dunia global, sekaligus memperkuat peran etika Islam dalam pengembangan ilmu pengetahuan modern.
BATAS ETIS INTERAKSI GURU-SISWA DIGITAL: ANALISIS KODE ETIK PERMENDIKBUDRISTEK 67/2024 DAN FATWA MUI 24/2017 Slamet Faturrohman; Niki Amanatul Utami; Waqiatus Salamah; Ma’mun Hanif
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 02, Juni 2026 Produce
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.52757

Abstract

The expansion of digital technology has significantly reshaped communication practices within educational settings, enabling teachers and students to interact through various digital platforms, including WhatsApp, Instagram, and other social media applications. While these platforms facilitate learning and information exchange, they also create new ethical challenges. During 2024–2025, several incidents involving inappropriate teacher-student digital interactions attracted public attention, ranging from excessive personal communication and inappropriate online comments to behaviors that blurred professional boundaries. Such phenomena underline the need for clearer ethical standards governing digital communication in education. This study aims to examine the ethical boundaries of teacher-student interactions in digital environments through the perspective of the Minister of Education, Culture, Research, and Technology Regulation Number 67 of 2024 and the Indonesian Ulema Council Fatwa Number 24 of 2017. Employing a qualitative library research design with a normative legal approach, this study analyzes regulatory documents, fatwas, and relevant scholarly literature using content analysis techniques. The findings indicate four essential ethical principles that should guide digital interactions between teachers and students: maintaining professional communication boundaries, protecting student privacy and personal data, promoting respectful and educational communication, and ensuring that digital engagement remains aligned with educational objectives and character formation. These findings suggest that the integration of legal regulations and religious ethical values can provide a comprehensive framework for strengthening teacher professionalism and safeguarding students in digital learning environments. Accordingly, schools are encouraged to formulate practical digital communication guidelines to support ethical and responsible educational interactions.