Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pathology of Silver Rasbora (Rasbora argyrotaenia) After Injection of Polyhhenol From Kappaphycus alvarezii Kumalaningrum, Dwi Retna; Mauludia, Farida; Asyabil, Alin; Wahyudi, Diki; Amalya, Tria; Prayogi , M. Fahmi Dimas
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 9 No. 3 (2025): JFMR on November
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2025.009.03.9

Abstract

Rasbora argyrotaenia is an endemic Indonesian freshwater fish with high economic value. However, its population has decreased due to overexploitation and environmental pollution. One of the sustainable aquaculture approaches that is being developed is the utilisation of natural bioactive compounds such as polyphenol from Kappaphycus alvarezii seaweed. This study aimed to evaluate the pathological impact of polyphenol extract injections from K. alvarezii at various doses on the liver of silver rasbora.  The test fish were given injections into their abdomens at doses of 5.4, 7.2, and 9.0 mg/kg body weight. Tannic acid was used as the positive control, and no injection was given as the negative control. Histopathological results revealed hepatocyte degeneration and necrosis, which worsened at a dose of 9.0 mg/kg, indicating oxidative stress as the primary mechanism of tissue damage. Water quality parameters during the study were within the optimal range for fish life. These findings suggest that while polyphenols have the potential to act as immunostimulants, their use at high doses may cause significant liver toxicity. Therefore, their utilisation in aquaculture must be carefully managed and based on optimal dosages.
MANAJEMEN PEMBERIAN PAKAN TERHADAP PERKEMBANGAN LARVA IKAN KERAPU CANTANG (Epinephelus sp.) DI BALAI PERIKANAN BUDIDAYA AIR PAYAU (BPBAP) SITUBONDO Amalya, Tria
FISHERIES Jurnal Perikanan dan Ilmu Kelautan Vol 7 No 2 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/fisheries.v7i2.100

Abstract

kan Kerapu Cantang (Epinephelus sp.) merupakan komoditas yang sedang dikembangkan sebagai hasil unggulan untuk diekspor dengan nilai ekonomis yang cukup tinggi. Sifat ikan kerapu ini lebih cepat tumbuh danmudah beradaptasi dengan berbagai kondisi lingkungan. Akan tetapi, terdapat masalah dalam budidaya ikanKerapu Cantang, yaitu tingkat kematian yang tinggi selama masa peralihan antara mengkonsumsi pakan alamidan pakan buatan. Maka dari itu, perlu adanya manajemen pakan untuk menyesuaikan pakan dengan kebutuhanikan sehingga ikan mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahuimanajemen pemberian pakan terhadap perkembangan larva ikan Kerapu Cantang di Balai Perikanan BudidayaAir Payau (BPBAP) Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Metode penelitian yang dilakukan dengan melakukanobservasi mengenai semua aktivitas yang berkaitan dengan manajemen pemeberian pakan terhadapperkembangan larva ikan Kerapu Cantang (Epinephelus sp.) kemudian hasil yang didapatkan dideskripsikan untukmenggambarkan hasil temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pakan dari larva Ikan Kerapu Cantang terdiridari dua jenis yaitu pakan alami dan pakan buatan yang diberikan secara Ad libitum. Pemberian pakan pada larvaikan Kerapu Cantang dilakukan dengan pencampuran pakan atau overlead. Selanjutnya, penambahan dosispemberian pakan sesuai dengan umur larva yang diikuti oleh perkembangan organ dan metabolismenya. Hasilperhitungan Hatching Rate (HR) sebesar 34% dan 28% atau di bawah standar sedangkan Survival Rate (SR)sebesar 21,61% atau tergolong rendah. Hal tersebut disebabkan karena padat tebar yang tinggi dan adanyakanibalisme.