Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Promoting Responsible Ecotourism through Environmental Initiatives at Coban Glotak, Malang Regency, East Java, Indonesia M Febri Pujiansyah; Mochammad Nugroho Nastangin; Muhammad Qamar Arshad; Moch Gybrant Putra Wibowo; Mochammad Riski Saputra; Putra, Rivandi Pranandita; Mochammad Tri Herwanto; Vita Ayu Kusuma Dewi
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Patikala Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal PkM PATIKALA
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Bakat Indonesia/Education and Talent Development Center of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/patikala.v5i2.4009

Abstract

Coban Glotak tourism area, located in Malang Regency, East Java, represents a natural attraction with substantial ecological and aesthetic value. Nevertheless, it continues to encounter significant challenges in terms of management. Inadequate accessibility, the lack of proper directional signage, and an ineffective waste management system constitute the principal obstacles to its development as a sustainable tourism destination. This initiative was undertaken as a contribution towards the achievement of the Sustainable Development Goals (SDGs), particularly SDG 3 (good health and well-being), SDG 11 (sustainable cities and communities), and SDG 15 (life on land). The approach adopted included environmental observation to identify prevailing issues, interviews with local site managers, and the implementation of field-based actions. The interventions comprised litter removal along the tourist pathways, installation of directional and safety signage, placement of safety ropes on steep or hazardous trails, and trimming of overgrown vegetation that impeded access. The outcomes indicated marked improvements in cleanliness, visitor comfort, and overall safety, in addition to fostering a collective sense of environmental awareness. These findings demonstrate that modest yet well-structured interventions, grounded in local community involvement, can yield positive impacts on the sustainable management of tourism sites. Furthermore, such practices may serve as replicable models for the development and conservation of other natural tourism destinations.
Evaluasi Permasalahan Sampah Anorganik DAS Kedak Kota Kediri Berdasarkan Kerangka DPSIR Mochammad Tri Herwanto; Bismarq Pulungan Aulia Al Amien; Adi Wicaksono; Novika Adi Wibowo; Waode Yunia Silviariza; Ifan Deffinika; Rivandi Pranandita Putra
Jurnal Geografi, Edukasi dan Lingkungan (JGEL) Vol. 10 No. 1 (2026): Edisi Bulan Januari
Publisher : Pendidikan Geografi Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jgel.v10i1.19415

Abstract

Permasalahan sampah anorganik khususnya plastik menjadi isu kritis yang mengancam keberlanjutan ekosistem perairan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Kedak di Kota Kediri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab serta merumuskan strategi penanganan pencemaran sampah anorganik berdasarkan pendekatan kerangka DPSIR (Driving Forces, Pressures, State, Impact, Response). Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui observasi lapangan dan dokumentasi visual di delapan titik strategis DAS Kedak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan penduduk, alih fungsi lahan, dan pola konsumsi produk sekali pakai merupakan faktor pendorong utama yang memicu tekanan berupa pembuangan sampah langsung ke sungai dan lemahnya sistem pengelolaan limbah. Kondisi lingkungan DAS mengakibatkan degradasi fisik dan ekologis dengan dampak berupa penurunan kualitas air, akumulasi mikroplastik, serta risiko terhadap kesehatan masyarakat. Strategi terpadu melalui penguatan kebijakan, pembangunan infrastruktur pengelolaan sampah berbasis Circular Economy (CE), serta penguatan gerakan komunitas seperti Clean River Movement (CRM) menjadi solusi alternatif permasalahan sampah anorganik. Kerangka DPSIR terbukti efektif dalam mengurai permasalahan lingkungan perkotaan secara sistematis dan dapat dijadikan dasar perumusan kebijakan pengelolaan DAS yang adaptif dan berkelanjutan.