Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pengaruh Motivasi, Pengalaman Kerja Dan Kompetensi Dalam Meningkatkan Kinerja Kayawan PT. Dharma Lautan Nusantara Octy Avriani
Jurnal Pendidikan Manajemen Transportasi Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Pendidikan Manajemen Transportasi
Publisher : Sekolah Tinggi Manajemen Transportasi (STMT Malahayati Jakarta)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63352/jpmt.v4i1.63

Abstract

Performance is the result of one’s work and work behavior in a period of usually 1 year. The outpud produced varies in forms, depends on the organization itself. Manny factors affect performance. In this study, 3 factors were most influenced, namely : Motivation, work experience and competence, Problems regarding performance are also experienced by Pengaruh Motivasi, Pengalaman Kerja Dan Kompetensi Dalam Meningkatkan Kinerja Kayawan PT. Dharma Lautan Nusantara (DLN). The purpose of this research is to first analyze the effect of the independent variables namely Motivation (X1) on the dependent variable in the form of employee performance (Y) on Geyer Pengaruh Motivasi, Pengalaman Kerja Dan Kompetensi Dalam Meningkatkan Kinerja Kayawan PT. Dharma Lautan Nusantara (DLN). Second, to analyze the effect of independent variables, namely work experience (X2) on the dependent variable in the form of employee performance (Y) on Geyer Pengaruh Motivasi, Pengalaman Kerja Dan Kompetensi Dalam Meningkatkan Kinerja Kayawan PT. Dharma Lautan Nusantara (DLN).Third, to analyze the effect of independent variables, namely competence (X3) on the dependent variable in the form of employee performance on Geyer PT. Dharma Lautan Nusantara (DLN. PT. Dharma Lautan Nusantara (DLN. totaling 28 member. Based in the taken as a sampe using a questionnaire to find out their opinions about employee performance. The classic assumption test shows that regression model has fulfilled the normality assumption, there are no multicollinearity The population in the study were all police officer at Geyer Police Station (symptoms and the regsressioin model does not contain heteroscedasticity. The results showed that all the hypotheses submitted were proven true, namely, first, Motivation (X1) had a positive and significant effect on employee performance at Geyer PT. Dharma Lautan Nusantara (DLN), a second, work experience (X2) had a positive and significant effect on employee performance at PT. Dharma Lautan Nusantara (DLN.Third, competence (X3) had a positive and significant effect in employee performance at Geyer PT. Dharma Lautan Nusantara (DLN), and Work Experience (X2) has biggest influenced .This is also shown by the value R2 of 0.808 which means 80,8% of the dependent variable variation, namely employee performance (Y) on by Geyer PT. Dharma Lautan Nusantara (DLN. influenced by independent variables such as Motivation, work experience and competence. While the rest (19.2%) is influenced by other variables outside the model.
Pengaruh Pelayanan Muatan Petikemas terhadap Kinerja Operator RTG (Rubber Tyre Gantry) Diterminal Petikemas Koja Octy Avriani; Dedy Dedy
Jurnal Pendidikan Manajemen Transportasi Vol 4 No 3 (2024): Jurnal Pendidikan Manajemen Transportasi
Publisher : Sekolah Tinggi Manajemen Transportasi (STMT Malahayati Jakarta)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63352/jpmt.v4i3.79

Abstract

In an archipelagic country, the role of ports is very important for maritime affairs. The Koja Container Terminal (TPK) has been operating since 1997 in anticipation of the increasing demand for container services in the early 1990s in line with the rapid increase in export and import activities at the Port of Tanjung Priok. Based on statistics, 90% of international trade commodity activities are carried out through sea ports and 65% through the Asia Pacific route. The field of port activities is indeed very broad, including services for ships, services for goods and many other types of services. Service activities in the container stacking yard are the key to improving ship loading and unloading services, this is because the service in the container yard is the beginning of loading and unloading activities at the port. The service process in the container stacking field hampers the performance of RTG (Rubber Tire Gantry) operators when picking up container loads.
PENGARUH PELAKSANAAN DINAS JAGA UNTUK MENCEGAH TUBRUKAN DI MV. LINE 8 Octy Avriani; Arief Supriatna; Jaka Alkafalbadira
Jurnal Pendidikan Manajemen Transportasi Vol 5 No 1 (2025): Jurnal Pendidikan Manajemen Transportasi
Publisher : Sekolah Tinggi Manajemen Transportasi (STMT Malahayati Jakarta)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63352/jpmt.v5i1.113

Abstract

Mualim jaga memiliki peran penting dalam mengolah gerak kapal pada saat berlayar untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan untuk menghindari bahaya-bahaya tubrukan. Perumusan masalah yang diambil penulis dalam skripsi ini adalah pelaksanaan dinas jaga untuk mencegah terjadinya bahaya tubrukan di MV. Dumai Line 8 optimalisasi penggunaan alat-alat navigasi untuk mencegah terjadinya bahaya tubrukan dan upaya yang dilakukan dalam kondisi darurat dinas jaga. Dengan metode penelitian kualitatif yang mengahasilkan data deskriptif, pelaksanaan dinas jaga dapat digambarkan secara jelas dan nyata karena data diperoleh dari interview secara langsung serta ditunjang metode kepustakaan yang memberikan gambaran lebih jelas mengenai gambaran yang lebih jelas mengenai informasi yang disampaikan.
UPAYA MENINGKATKAN KETEPATAN WAKTU PELAYANAN PENUNDAAN DENGAN MENGGUNAKAN KAPAL TUNDA SISTEM ASD TUG MV. TRANSKO MURAI Octy Avriani; Nurpadi, Ryan
Jurnal Pendidikan Manajemen Transportasi Vol 5 No 2 (2025): Jurnal Pendidikan Manajemen Transportasi
Publisher : Sekolah Tinggi Manajemen Transportasi (STMT Malahayati Jakarta)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semakin meningkatnya kegiatan Bongkar muat di pelabuhan sangat berpengaruh dengan jumlah kapal yang akan sandar dan yang akan berlayar menuntut adanya sarana pendukung salah satunya yaitu kapal tunda atau lebih sering dikenal dengan sebutan ASD TUG, kapal tunda yang merupakan tipe kapal yang di desain sedemikian rupa untuk dapat melayani kegiatan operasional pada pelabuhan secara cepat dan efisien tentunya dibutuhkan kapal ASD TUG dan sumber daya manusia yang berpengalaman pada bidang tersebut, Dengan keterbatasan jumlah kapal ASD yang tersedia juga akan sangat memungkinkan menyebabkan keterlambatan proses kapal sandar dan yang akan berlayar Lokasi penelitian dilakukan di ASD Transko Murai dengan menggunakan metode observasi, meneliti dan mengumpulkan data-data. Dari kejadian yang pernah ada terjadi saat kegiatan proses melakukan olah gerak kapal untuk membantu kapal MT. Cntic Power keluar dari dermaga, yang di lakukan oleh ASD TUG Transko Murai yang sudah memasang tali tunda di Haluan kiri dan Kapal konvensional TB. Amir Cuu memasang tali tunda di buritan kiri, setelah kedua assist tug menarik kapal secara bersamaan dengan kekuatan maksimal tersebut, TB. Amir Cuu tidak dapat mengimbangi tenaga MV. Transko Murai dan akhirnya tertinggal jauh. Melihat kejadian ini penulis berusaha mengimbangi kekuatan dari TB. Amir Cuu dengan cara mengurangi kekuatan mesin sampai posisinya seimbang dengan TB. Maung 1. Apabila MV. Transko Murai tidak melakukan hal tersebut maka buritan MT. Gentong Berkah akan merewang dan bisa membentur dermaga. Peningkatan Jumlah menggunakan ASD TUG untuk mendukung dan efisien kapal berlayar maupun kapal yang akan sandar itu, sangat berperan penting untuk kelancaran kegiatan operasional di pelabuhan.
KEBIJAKAN GO GREEN PADA TRANSPORTASI LAUT ; TINJAUAN LINGKUNGAN DAN EKONOMI Octy Avriani; Mardiana, Mardiana; Laksmana, Boy; Harmuzan, Harmuzan
Jurnal Pendidikan Manajemen Transportasi Vol 5 No 3 (2025): Jurnal Pendidikan Manajemen Transportasi
Publisher : Sekolah Tinggi Manajemen Transportasi (STMT Malahayati Jakarta)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transportasi laut merupakan tulang punggung perdagangan global, namun aktivitasnya berkontribusi signifikan terhadap emisi gas rumah kaca, pencemaran laut, dan kerusakan ekosistem. Kebijakan go green dalam sektor ini diarahkan untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan sekaligus mendorong efisiensi ekonomi. Artikel ini meninjau kebijakan hijau pada transportasi laut dari perspektif lingkungan dan ekonomi. Tinjauan literatur dan regulasi menunjukkan bahwa penerapan energi alternatif, efisiensi bahan bakar, serta penggunaan teknologi ramah lingkungan mampu menurunkan emisi sekaligus meningkatkan daya saing pelaku usaha. Namun, tantangan utama terletak pada biaya investasi awal dan keterbatasan infrastruktur.