Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dinamika dan Problematika Sistem Pembuktian dalam Proses Hukum Peradilan Tata Usaha Negara Christian, Geal Aditya; Fodhi, Azhari Sellomitha; Lestari, Eky; Pangaribuan, Neysa Natalie; Ghustomi, Muhammad Imam
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3759

Abstract

Artikel ini membahas secara komprehensif dinamika dan problematika sistem pembuktian dalam Peradilan Tata Usaha Negara (PTUN) sebagai instrumen fundamental dalam mengontrol legalitas tindakan administrasi pemerintahan. Melalui pendekatan yuridis normatif, penelitian ini menelaah ketentuan hukum acara PTUN dan bagaimana aturan tersebut diterapkan dalam praktik penyelesaian sengketa tata usaha negara. Kajian menunjukkan bahwa proses pembuktian di PTUN masih menghadapi berbagai tantangan serius yang berpengaruh terhadap efektivitas peradilan. Salah satu kendala utama adalah ketimpangan akses informasi antara warga dan pejabat pemerintahan, di mana pihak pemerintah sering memiliki dokumen dan data yang lebih lengkap. Dominasi bukti tertulis juga menjadi persoalan karena dokumen yang diajukan sering kali tidak utuh atau sulit diverifikasi. Selain itu, penggunaan diskresi oleh pejabat publik menimbulkan kesulitan pembuktian karena tindakan tersebut kerap tidak terdokumentasi dengan baik. Permasalahan lainnya mencakup keterbatasan pemanfaatan bukti elektronik serta kurang optimalnya kehadiran dan peran ahli dalam memberikan keterangan yang objektif. Perluasan objek sengketa pasca UU Administrasi Pemerintahan Tahun 2014 semakin menambah kompleksitas pembuktian, terutama pada perkara fiktif-positif dan fiktif-negatif yang membutuhkan standar pembuktian lebih ketat dan prosedur yang jelas. Rendahnya transparansi birokrasi turut memperdalam kesenjangan antara teori dan praktik peradilan. Artikel ini menegaskan bahwa reformasi hukum acara, peningkatan kapasitas hakim dan advokat, serta modernisasi mekanisme pembuktian termasuk optimalisasi bukti digital sangat diperlukan untuk mewujudkan peradilan administrasi yang lebih adil, transparan, efisien, dan adaptif terhadap perkembangan administrasi pemerintahan modern.
Penerapan Restorative Justice Dalam Penanganan Kenakalan Remaja Di Indonesia Fodhi, Azhari Sellomitha; Lestari, Eky; Novita, Anik; Pangaribuan, Neysa Natalie; Kamal, Ubaidillah
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 11 No 12.B (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kenakalan remaja merupakan permasalahan sosial yang semakin kompleks di Indonesia, ditandai dengan meningkatnya jumlah kasus pelanggaran hukum yang melibatkan anak-anak. Pendekatan sistem peradilan pidana konvensional yang bersifat represif terbukti tidak efektif dalam memberikan solusi jangka panjang, bahkan seringkali berdampak negatif terhadap perkembangan psikologis remaja. Oleh karena itu, pendekatan Restorative Justice muncul sebagai alternatif strategis yang lebih humanis, dengan menitikberatkan pada pemulihan hubungan antara pelaku, korban, dan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan sumber data sekunder berupa literatur hukum, artikel ilmiah, dan dokumen resmi. Hasil kajian menunjukkan bahwa Restorative Justice efektif dalam menurunkan tingkat residivisme, mencegah stigmatisasi, serta mempercepat reintegrasi sosial anak. Kendati demikian, penerapan pendekatan ini masih menghadapi tantangan seperti kurangnya pemahaman aparat penegak hukum, keterbatasan fasilitator, dan resistensi budaya masyarakat terhadap pendekatan non-hukuman. Oleh karena itu, sinergi antara sekolah, keluarga, masyarakat, dan aparat penegak hukum sangat penting untuk memastikan efektivitas dan keberlanjutan pelaksanaan Restorative Justice dalam penanganan kenakalan remaja di Indonesia.