Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Pengaruh E-Market terhadap Keputusan Pembelian Mahasiswa Universitas Riau Nadya Montana; Nazwa Keysa Ningrum; Nehya Rahmadani; Zahratul Wahidah; Zaskiya Alpiyanti; Zikra Afdhila; Hambali; Fitri Rahmatullaila
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 3 No. 4 (2025): December : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin (ACCEPTED)
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v3i4.818

Abstract

Perkembangan e-market telah mengubah pola konsumsi masyarakat, termasuk mahasiswa, melalui kemudahan akses, efisiensi waktu, dan beragam fitur transaksi daring. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh e-market terhadap keputusan pembelian mahasiswa Universitas Riau serta mengidentifikasi faktor-faktor utama yang membentuk perilaku konsumen muda. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara, observasi, dan studi literatur yang melibatkan mahasiswa dari empat fakultas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa e-market mempermudah mahasiswa dalam mencari, membandingkan, dan membeli produk secara praktis. Faktor-faktor yang paling memengaruhi keputusan pembelian mencakup harga, diskon, ulasan pengguna, reputasi penjual, dan keamanan transaksi. Platform seperti Shopee, Tokopedia, dan Lazada menjadi pilihan dominan karena dianggap terpercaya dan menyediakan sistem perlindungan pembeli yang baik. Namun, mahasiswa tetap menghadapi tantangan berupa risiko penipuan, ketidaksesuaian produk, dan keterlambatan pengiriman, meskipun dapat diminimalkan melalui literasi digital dan kehati-hatian. Pembahasan menunjukkan bahwa kepercayaan, persepsi kemudahan, dan jaminan keamanan merupakan elemen inti yang menentukan keputusan pembelian. Penelitian ini menyimpulkan bahwa e-market memiliki pengaruh signifikan terhadap perilaku pembelian mahasiswa Universitas Riau dan berperan besar dalam membentuk pola konsumsi digital generasi muda. Temuan ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi pelaku usaha dalam merancang strategi pemasaran digital yang lebih efektif dan berorientasi pada kebutuhan konsumen muda.
Indikator Degradasi Ekosistem Perairan: Fenomena Ledakan Populasi Ikan Sapu-Sapu Ummi Maulinda Sari; Najwa Khairunnisa; Nazwa Keysa Ningrum; Asyifa Salsabila; Jesika Maretta Br Manullang; M. Alpharabie Zulwin Putra; Muhammad Hujjatul Isdihar; Ilyas Rahman; Muhammad Akiel Andwika Ettaqi; Kaka Noeca Pratama; Zullia Adhia Ayzila; Yen Norahma Yeni
Fauna: Jurnal Kajian Ilmu Hewani Vol. 4 No. 1 (2026): Juni : Fauna: Jurnal Kajian Ilmu Hewani
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Tanaman Dan Hewani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/fauna.v4i1.351

Abstract

Indonesia’s aquatic ecosystems play an important role in maintaining biodiversity and supporting community livelihoods. However, human activities such as waste disposal have reduced the quality of aquatic environments and triggered the emergence of invasive species, one of which is the suckermouth catfish (Pterygoplichthys). This study aims to analyze the population explosion of suckermouth catfish as an indicator of aquatic ecosystem degradation. The research employed a Systematic Literature Review (SLR) method using secondary data obtained from national and international journal articles accessed through Google Scholar, ScienceDirect, and the Garuda portal. Articles were selected based on predetermined inclusion and exclusion criteria. The results of the review indicate that suckermouth catfish have spread widely and dominate populations in several Indonesian aquatic regions. The population explosion is influenced by environmental pollution, high adaptability, the absence of natural predators, and human activities. The impacts include a decline in local fish biodiversity, disruption of food chains, and habitat degradation. The increasing population of suckermouth catfish can therefore be used as an indicator of declining aquatic environmental quality. Consequently, population control measures, ecosystem restoration, and improved waste management are needed through collaboration between the government and the community.