Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Philosophical Risk Transformation: A Systematic Review From Protection to Radical Adaptation in Indonesian Coastal Ontology Sabriyati, Deni; AR, Haznah Faizah
Journal of Maritime Policy Science Vol. 2 No. 3 (2025): December, 2025
Publisher : Center for Maritime Policy and Governance Studies. Universitas Maritim Raja Ali Haji. Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/jmps.v2i3.7921

Abstract

Coastal regions in Indonesia are increasingly exposed to compound climate-related hazards sea-level rise, erosion, storm surges, and saltwater intrusion while also facing strong anthropogenic pressures, creating not only a management problem but a deeper philosophical crisis about how risk, nature, and human agency are understood.  Against this background, this study aims to systematically examine the philosophical transformation of coastal risk governance from a technocentric Protection, paradigm toward, Radical Adaptation within Indonesian coastal ontology, addressing the gap in philosophical (ontological, epistemological, and ethical) analysis of this transition.  Methodologically, the article applies a systematic literature review, synthesizing 94 selected sources (2010–2025, with seminal works for foundations) gathered through database searches (Scopus, Web of Science, ScienceDirect, and Garuda) and supplemented by semantic search, followed by structured extraction and content analysis using a priori thematic coding across ontology, epistemology, and axiology or ethics.  The findings indicate a clear shift in scholarship and practice: conventional protection strategies centered on engineering control are increasingly inadequate under accelerating uncertainty, while radical adaptation reframes risk as an intrinsic feature of coastal existence that requires coexistence, relationality, and transformative learning rather than defending the status quo.  This transformation is marked by (1) an ontological move from separation/domination to living-with-risk, (2) an epistemological move toward hybrid knowledge that integrates scientific approaches traditional ecological wisdom, (3) an ethical reorientation toward ecological solidarity, intergenerational justice, moral responsibility
Transformasi Limbah Jeruk Menjadi Biomaterial Pektin sebagai Filosofi Inovasi Medis untuk Pencegahan Adhesi Pasca Laparatomi dan Kontribusinya pada Ekologi Maritim Berkelanjutan Nurafni, Fenny; AR, Haznah Faizah
Khidmat: Journal of Community Service Vol 2 No 3 (2025): Desember, 2025
Publisher : Pusat Studi Kebijakan dan Tata Kelola Maritim, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/khidmat.v2i3.7928

Abstract

Limbah kulit jeruk yang terus meningkat di berbagai wilayah pesisir berpotensi menurunkan kualitas lingkungan karena aliran limbah organik ke sungai dan laut, sementara dunia medis masih menghadapi persoalan adhesi pasca laparatomi yang menimbulkan nyeri kronis, gangguan kualitas hidup, biaya perawatan tinggi, dan kebutuhan re-operasi. Telaah ini bertujuan merumuskan kerangka konseptual program pengabdian kepada masyarakat pesisir yang memanfaatkan transformasi limbah kulit jeruk menjadi biomaterial pektin sebagai upaya pencegahan adhesi sekaligus pengurangan beban limbah dan pencemaran. Metode yang digunakan adalah studi literatur dan analisis konseptual-filosofis terhadap penelitian mengenai karakteristik pektin, mekanisme terbentuknya adhesi, pendekatan bioekonomi sirkular, serta perspektif ekologi maritim dan kesehatan masyarakat, yang kemudian disintesis untuk merancang model edukasi, sosialisasi, pelatihan sederhana ekstraksi pektin, serta pendampingan masyarakat dalam pengelolaan limbah jeruk berbasis partisipasi warga. Hasil dan pembahasan telaah menunjukkan bahwa pektin kulit jeruk memiliki sifat fisikokimia, biokompatibilitas, dan biodegradabilitas yang mendukung sebagai kandidat barrier anti-adhesi, sekaligus memperkuat narasi etis tentang tanggung jawab pengelolaan limbah, perlindungan ekosistem pesisir, dan pengembangan ekonomi lokal berbasis inovasi biomaterial. Kesimpulannya, transformasi limbah kulit jeruk menjadi biomaterial pektin berpotensi menjadi basis program pengabdian yang mengintegrasikan peningkatan pengetahuan dan keterampilan warga, inovasi kesehatan, pengelolaan lingkungan yang lebih baik, serta penguatan ekologi maritim berkelanjutan yang memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat sehingga hasil ini bisa memberikan dampak yang signifikan bagi kebutuhan lingkungan dan sosial dalam implementasinya.