Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENERAPAN APLIKASI ANDROID UNTUK MENINGKATKAN KEAMANAN DAN KEPATUHAN PENGGUNAAN OBAT PASIEN DIABETES DI KLINIK PRATAMA Mutawalli Sjahid Latief; Febri Hidayat
Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal) Vol. 10 No. 2 (2025): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v10i2.613

Abstract

Ketidakpatuhan pengobatan dan kejadian hipoglikemia merupakan hambatan signifikan dalam mencapai hasil terapi optimal pada pasien diabetes melitus tipe 2 (DMT2). Pendekatan mobile health berpotensi memperkuat pengelolaan mandiri pasien, khususnya di layanan primer. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas aplikasi Android "Gulik" terhadap kepatuhan pengobatan, kendali glikemik, dan keamanan terapi pada pasien DMT2, serta mengidentifikasi faktor psikososial yang memengaruhi kepatuhan. Randomized controlled trial dilakukan di salah satu klinik pratama di Jakarta (Juli-September 2025), melibatkan 72 pasien PROLANIS yang dibagi secara acak ke dalam kelompok intervensi ("Gulik" + perawatan rutin) atau kelompok kontrol (perawatan rutin). Hasil penelitian menunjukkan kelompok intervensi mencapai tingkat kepatuhan tinggi yang jauh lebih besar dibandingkan kontrol (83% vs 42%; p=0,001), dengan peluang patuh dua kali lipat lebih tinggi (RR=2,00; 95% CI 1,32–3,02). Penurunan kadar HbA1c yang lebih besar teramati pada kelompok intervensi (?0,8% vs ?0,3%; p=0,001). Selain itu, intervensi secara signifikan menurunkan risiko hipoglikemia (RR=0,30; p=0,032), dengan penurunan insiden sebesar ?14% dibandingkan peningkatan +3% pada kelompok kontrol (p=0,017). Analisis regresi logistik menunjukkan bahwa aplikasi meningkatkan peluang kepatuhan hingga tujuh kali lipat (OR=7,00). Faktor positif seperti keyakinan terhadap penyakit, dukungan sosial, dan motivasi diri meningkatkan kepatuhan, sedangkan kekhawatiran obat dan distres psikologis menghambatnya. Skor System Usability Scale (SUS) sebesar 79 mengindikasikan kegunaan yang baik. Kesimpulannya, aplikasi mobile health "Gulik" secara efektif meningkatkan kepatuhan, kendali glikemik, dan keamanan pada pasien DMT2, serta menegaskan peran penting faktor psikologis.
FORMULASI SEDIAAN KRIM EKSTRAK ETANOL 70% DAUN BAMBU APUS (GIGANTOCHLOA APUS) SEBAGAI PELEMBAB KULIT Kartika Ayu Wardani; In Rahmi Fatria Fajar; Mutawalli Sjahid Latief; Febri Hidayat
IONTech Journal Vol. 6 No. 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : Institut Sains dan Teknologi Al-Kamal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62702/ion.v6i2.132

Abstract

Bambu apus (Gigantochloa apus) merupakan tumbuhan yang berasal dari kawasan Asia tropis keluarga poaceae. Daun bambu apus mengandung bioaktif tinggi flavon, lakton, dan asam fenolat yang memiliki khasiat bagi kesehatan kulit, berpotensi sebagai pelindung kulit dari sengatan sinar matahari dan memberikan efek melembabkan. Selain itu juga terbukti, bersifat antioksidan dan anti mikrobial. Ekstrak daun bambu apus diformulasi menjadi sediaan krim pelembab. Tujuan penelitian ini, mengetahui nilai IC50, memformulasikan ekstrak etanol 70% daun bambu apus menjadi sediaan krim dan mengetahui apakah sediaan krim ekstrak daun bambu apus efektif dapat digunakan untuk pelembab kulit. Metode penelitian ini termasuk rancangan eksperimental. Evaluasi sediaan yang dilakukan meliputi uji mutu fisik, uji efektivitas antioksidan ekstrak,uji kelembaban, uji kesukaan dan uji stabilitas fisik sediaan krim.Hasil penilitian diketahui nilai IC50 ekstrak daun bambu apus sebesar 204,33 ppm. Ekstrak daun bambu apus dapat diformulasikan sebagai sediaan krim dan memiliki aktivitas kelembaban krim terbaik pada formulasi tiga (F3),berdasarkan alat uji kelembaban dengan kenaikan kelembaban kulit sukarelawan meningkat dari rata-rata kelembaban awal 23,3% menjadi 43,6% dengan presentase kenaikan sebesar 20,3%, nilai tersebut menunjukkan bahwa berdasarkan persyaratan skala nilai kelembaban alat skin moisture analyzer termasuk dalam kulit yang lembab. Kata Kunci : Krim, Pelembab, Daun bambu apus
EVALUATION OF RATIONAL USE OF AMLODIPINE AND CAPTOPRIL IN TYPE 2 DIABETES MELLITUS PATIENTS WITH COMORBIDITIES AT TANGERANG DISTRICT GENERAL HOSPITAL Ahsan Yusma; Rizki Amalia Syafitri; Mutawalli Sjahid Latief; Febri Hidayat
IONTech Journal Vol. 6 No. 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : Institut Sains dan Teknologi Al-Kamal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62702/ion.v6i2.136

Abstract

Rational use of antihypertensive drugs is essential for patients with Type 2 Diabetes Mellitus (T2DM) with comorbidities to optimize therapeutic efficacy and minimize adverse drug reactions. This study aimed to evaluate the appropriateness of antihypertensive therapy in outpatient BPJS T2DM patients at RSU Tangerang District. A descriptive retrospective study was conducted on 80 BPJS T2DM patients with comorbidities who received captopril or amlodipine from January to June 2021. Data were collected from medical records and analyzed for appropriateness regarding contraindications, indications, drug selection, and dosage according to clinical guidelines including JNC VII/VIII, ACC/AHA, Pharmaceutical Care, and PIONAS. All patients received medications without contraindications, resulting in a 100% appropriateness rate. Specifically, 68.8% of patients received captopril and 31.3% received amlodipine appropriately. All indications and drug selections were fully aligned with clinical guidelines, and dosing was correct for all patients: captopril 12.5 mg in 14 cases (17.50%) and 25 mg in 41 cases (51.25%), amlodipine 5 mg in 19 cases (23.75%) and 10 mg in 6 cases (7.50%). Antihypertensive therapy in BPJS T2DM patients at RSU Tangerang District was rational and fully adherent to clinical guidelines, ensuring patient safety and therapeutic efficacy. The study was limited to two drugs and outpatient care; therefore, future research should include additional antihypertensive medications and care settings to generalize the findings.