Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Ketidakadilan Akibat Ketiadaan Regulasi Artificial Intellegence dalam Pengembangan Pariwisata Indonesia Islami, Fariha Anabila; Kusumo, Ayub Torry Satriyo
PROSIDING SENADIKA : Seminar Nasional Akademik Vol 2 No 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL AKADEMIK (SENADIKA) 2025
Publisher : PROSIDING SENADIKA : Seminar Nasional Akademik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kehidupan modern tidak akan pernah luput dari derasnya arus perkembangan teknologi, menghadirkan transformasi baru yang secara garis besar merubah tatanan dunia terutama dari ekonomi dan bisnis. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis sejauh mana teknologi Artificial Intelligence (AI) telah dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat, serta menelaah potensi ketidakadilan yang muncul akibat perbedaan akses dan ketiadaan regulasi. Penelitan ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan studi kepustakaan dan pendekatan konseptual berbasis teori keadilan John Rawls. Hasil penelitian menemukan bahwa penerapan AI di masyarakat belum merata dikarenakan belum adanya regulasi yang mengatur secara khusus terkait penggunaan AI, sehingga hal ini menimbulkan ketidakpastian hukum dan ketidakadilan disektor ekonomi dan bisnis, terutama sektor pariwisata. Hasilnya menekankan pentingnya diadakan regulasi penerapan AI guna menciptakan keadilan dan mendukung prinsip keadilan distributif dalam bidangnya.
Strategi Pengembangan Pariwisata Berbasis Kolaborasi melalui Teknologi Digital dalam Menjamin Kepastian Hukum Islami, Fariha Anabila; Kusumo, Ayub Torry Satriyo
Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik Vol. 6 No. 3 (2026): (JIHHP) Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik
Publisher : Dinasti Review Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jihhp.v6i3.7841

Abstract

Penelitian ini menganalisis tentang strategi pengembangan destinasi wisata budaya sebagai upaya meningkatkan jumlah kunjungan sekaligus memastikan keberlanjutan pelestarian wisata. Fokus penelitian terletak pada integrasi pertunjukan budaya, sebagai daya tarik wisata yang tidak hanya bersifat rekreatif tetapi juga edukatif dan konservatif. Pengembangan strategi ini memerlukan kolaborasi multipihak yang mampu menyatukan seluruh potensi dalam satu desain yang terarah. Model kolaborasi ini mempertemukan pemerintah, pelaku usaha lokal, agen perjalanan, dan komunitas budaya dalam satu platform bersama. Pengelolaan destinasi wisata budaya berbasis kolaborasi multipihak memerlukan dukungan teknologi digital, khususnya kecerdasan buatan Artificial Intelligence, untuk meningkatkan efisiensi promosi, pengelolaan data, dan kualitas layanan wisata. Namun, ketiadaan regulasi yang jelas menimbulkan persoalan kepastian hukum, perlindungan data, dan tanggung jawab hukum, sehingga diperlukan pengaturan yang komprehensif guna menjamin pengelolaan wisata budaya yang berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Data penelitian diperoleh melalui studi kepustakaan terhadap bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang relevan, kemudian dianalisis secara kualitatif untuk mengkaji pengaturan hukum serta urgensi pembentukan regulasi terkait pemanfaatan kecerdasan buatan Artificial Intelligence dalam pengelolaan destinasi wisata budaya. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi konseptual dan normatif dalam strategi pengembangan pariwisata serta perumusan kebijakan hukum terkait pemanfaatan kecerdasan buatan Artificial Intelligence pada pengelolaan destinasi wisata budaya, sehingga mampu memperkuat kepastian hukum, melindungi kepentingan para pihak, serta mendukung keberlanjutan pelestarian budaya dan pengembangan pariwisata.