Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Makna Kehadiran, Paham dan Model Gerakan Keagamaan Muhammadiyah zaini, moh; Bachrul Ulum; Wiwik Kusmawati; Reno Siska Sari
Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya Vol. 31 No. 1 (2025): Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/paradigma.v31i1.1493

Abstract

This study examines the presence of the meaning, understanding and model of the Muhammadiyah religious movement. This mass organization has quite a large influence, especially in Indonesia. Founded by K. Ahmad Dahlan on November 18, 1912, with an important goal, namely: Upholding and Upholding the Islamic Religion so that a True Islamic Society is Realized. This paper focuses on the concept of the meaning of the presence, understanding and model of the Muhammadiyah religious movement. This study uses a type of library research, data collection is carried out by collecting various relevant sources of information, related to notes, papers, books, news, articles, to public journals, conducting analysis with a content analysis model, describing in depth, until finally drawing valid conclusions from various sources of documents studied. The results of the study show that the presence of Muhammadiyah is not just a religious organization, but as a socio-transformational movement that instills Islamic values ​​substantially into the structure of society. Its moderate and progressive religious understanding, as well as its movement model based on service and empowerment, make Muhammadiyah an important entity in the formation of the face of progressive Indonesian Islam and presenting His Grace to the universe.
Etika Digital & Akhlak dalam Islam: Studi Fenomenologis Media Sosial di Indonesia Moh. Zaini; Wiwik Kusmawati; Sudari; Reno Siska Sari; Yusfidha Ernata
Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya Vol. 32 No. 1 (2026): Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/paradigma.v32i1.2873

Abstract

Perkembangan teknologi informasi di era digital membawa dampak besar terhadap pola komunikasi masyarakat, khususnya dalam penggunaan media sosial. Media sosial yang seharusnya dimanfaatkan sebagai sarana interaksi positif dan dakwah justru sering digunakan untuk menyebarkan hoaks, ujaran kebencian, dan konten provokatif yang bertentangan dengan nilai-nilai akhlak Islam. Penelitian ini bertujuan menganalisis fenomena praktik komunikasi digital masyarakat Indonesia merujuk pada Qs. Al-Hujurat, 11), serta menguraikan relevansi dan penerapan nilai-nilai etika komunikasi Islam sebagai landasan moral bermedsos. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis library research, menggunakan analisis isi (content analysis) dengan model inter aktif (inter active model; Miles Huberman & Saldana). Hasil kajian menunjukkan bahwa Praktik komunikasi digital masyarakat Indonesia di media sosial menunjukkan krisis etika dan degradasi akhlak yang ditandai oleh maraknya hoaks, ujaran kebencian, fitnah, serta komunikasi tidak beradab, yang mencerminkan belum terinternalisasinya etika komunikasi Islam dalam perilaku bermedia. Padahal, secara kultural dan religius, masyarakat Indonesia memiliki fondasi moral yang kuat. Nilai-nilai etika komunikasi Islam yang bersumber dari Al-Qur’an, khususnya Qs. Al-Hujurat, 11, seperti tabayyun, kejujuran, penghormatan terhadap martabat manusia, dan tanggung jawab moral, sangat relevan dan aplikatif sebagai kerangka etik komunikasi digital. Penerapan nilai-nilai tersebut menjadi solusi strategis untuk membangun ruang digital yang sehat dan beradab, sekaligus menegaskan urgensi pendidikan etika digital berbasis akhlak Islam dalam membentuk karakter pengguna media sosial, terutama generasi muda.
Akhlak Bermasyarakat: Mewujudkan Kehidupan Sosial Yang Harmonis Dalam Islam Moh. Zaini; Wiwik Kusmawati; Reno Siska Sari; Bachrul Ulum
Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya Vol. 32 No. 1 (2026): Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/paradigma.v32i1.3383

Abstract

Kajian ini dimaksudkan untuk mengeksplorasi pengaruh akhlak terhadap pembentukan mutu hubungan antarmanusia dalam konteks kehidupan kolektif, sekaligus mengungkap prinsip-prinsip akhlak yang mendukung terciptanya tatanan sosial yang selaras. Pendekatan yang diadopsi bersifat kualitatif melalui metode penelitian pustaka, dengan mengkaji beragam sumber utama dan pendukung, meliputi teks-teks keislaman, publikasi jurnal akademik, serta karya ilmiah terkait gagasan akhlak dan dinamika sosial. Proses analisis bersifat deskriptif-kritis, yang berfokus pada integrasi gagasan antara prinsip akhlak normatif dan fenomena sosial empiris. Temuan utama mengindikasikan bahwa akhlak berperan sebagai faktor esensial yang secara substansial membentuk kualitas relasi sosial. Proses penanaman akhlak pada tingkat individu terbukti mampu memperkokoh ikatan sosial yang produktif, memperbesar tingkat kepercayaan kolektif, serta mengurangi risiko ketegangan dalam kelompok masyarakat. Di sisi lain, defisiensi akhlak cenderung memicu fragmentasi sosial dan erosi kepercayaan. Selain itu, prinsip akhlak semacam integritas, penerimaan perbedaan, saling bantu-membantu, serta persaudaraan berfungsi secara krusial sebagai fondasi normatif maupun praktis untuk mewujudkan keseimbangan sosial. Prinsip-prinsip ini bukan sekadar konseptual, melainkan juga efektif dalam membentuk struktur masyarakat yang merangkul, setara, dan beradab. Oleh karena itu, efektivitas penciptaan harmoni sosial bergantung secara krusial pada derajat penyerapan dan penerapan prinsip akhlak dalam rutinitas harian. Tulisan ini menekankan urgensi penguatan pendidikan akhlak secara terstruktur di berbagai lembaga sosial guna mencegah dan membangun ketahanan sosial.