Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Faktor-faktor gaya hidup yang berpengaruh terhadap peningkatan risiko sindrom metabolik di kalangan mahasiswa Wahyuddin, Ahmad; Putri, Try Kartika Eka
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 6 (2025): November Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i6.1744

Abstract

Background: Metabolic syndrome is increasingly common among young people, including college students, as a result of modern lifestyle changes. Shifts in eating behavior toward high-fat and high-sugar foods, low physical activity, and high academic pressure lead to metabolic imbalance. Purpose: To analyze lifestyle factors contributing to the increased risk of metabolic syndrome among college students. Method: This was a descriptive qualitative study utilizing in-depth interviews and focus group discussions (FGDs) with students from various study programs. Data were analyzed thematically, emphasizing health behavior patterns, eating habits, physical activity, and students' perceptions of metabolic syndrome prevention efforts. Results: Three main factors are indicated to interact and influence the risk of metabolic syndrome: an unbalanced lifestyle, low physical activity and a predominantly sedentary lifestyle, and low preventive awareness and minimal campus institutional support, which undermine the implementation of healthy lifestyle behaviors. Conclusion: Preventing metabolic syndrome in college students requires a holistic approach based on a healthy campus (Healthy Campus Framework) that includes the integration of health education, increased physical activity, and strengthening institutional policies that support sustainable healthy lifestyle behaviors.   Keywords: College Students; Metabolic Syndrome; Physical Activity; Prevention; Sedentary Lifestyle.   Pendahuluan: Sindrom metabolik semakin umum di kalangan anak muda termasuk mahasiswa, sebagai akibat dari perubahan gaya hidup modern. Pergeseran perilaku makan ke arah makanan tinggi lemak dan tinggi gula, aktivitas fisik yang rendah, dan tekanan akademik yang tinggi menyebabkan ketidakseimbangan metabolik. Tujuan: Untuk menganalisis faktor-faktor gaya hidup yang berkontribusi terhadap peningkatan risiko sindrom metabolik di kalangan mahasiswa. Metode: Penelitian kualitatif deskriptif dengan memanfaatkan wawancara mendalam dan diskusi kelompok terfokus (FGD) kepada mahasiswa dari berbagai program studi. Data dianalisis secara tematik, menekankan pola perilaku kesehatan, kebiasaan makan, aktivitas fisik, dan persepsi mahasiswa terhadap upaya pencegahan sindrom metabolik. Hasil: Terindikasi ada tiga faktor utama yang berinteraksi dan memengaruhi risiko sindrom metabolik, yaitu gaya hidup tidak seimbang, aktivitas fisik yang rendah dan gaya hidup yang didominasi sedenter, dan kesadaran preventif yang rendah dan minimnya dukungan institusi kampus yang melemahkan penerapan perilaku hidup sehat. Simpulan: Pencegahan sindrom metabolik pada mahasiswa memerlukan pendekatan holistik berbasis kampus sehat (Healthy Campus Framework) yang mencakup integrasi edukasi kesehatan, peningkatan aktivitas fisik, dan penguatan kebijakan institusi yang mendukung perilaku hidup sehat berkelanjutan.   Kata Kunci: Aktivitas Fisik; Gaya Hidup Sedentary; Mahasiswa; Pencegahan; Sindrom Metabolik
Pengaruh Kebiasaan Pola Makan terhadap Insiden terjadinya Tonsilitis: Impact of Eating Habits on the Incidence of Tonsillitis Zainal, Putri Natasya; Astuti, Lilies Anggarwati; Tandirogang, Nataniel; Wahyuddin, Ahmad
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 7 No. 6 (2025): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v7i6.2569

Abstract

This study aimed to identify the association between dietary habits and the incidence of tonsilitis among university students. The research was conducted at the medical faculty of Hasanuddin University, Makassar. It was conducted from September to October 2022. A total of 156 students participated in this study. The students filled out a questionnaire that was prepared using Google Forms. This study measured two variables: the consumption habits of fried foods and the incidence of tonsilitis. The incidence of tonsilitis was assessed through questions related to the presence of tonsil inflammation, such as pain during swallowing, dry/sore throat, fever, runny nose, headache, and ear pain. Data processing was carried out in four steps, editing, coding, data entry, and cleaning. Subsequently, statistical analysis was performed to identify the relationship between fried food consumption habits and the symptoms of tonsilitis. The data was identified with chi square test and Mann-Whitney test. This study did not find an association between consumption of unhealthy food and the incidence of tonsilitis in Hasanuddin University medical students. Keywords:          Tonsilitis, eating habits   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kebiasaan pola makan (Dietary habits) seseorang dengan kejadian tonsilitis pada mahasiswa fakultas kedokteran Universitas Hasanuddin tahun 2019. Penelitian dilakukan pada bulan September-Oktober 2022 di Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, Makassar. Sebanyak 156 mahasiswa berpartisipasi dalam penelitian dengan mengisi kuesioner Google Forms. Penelitian ini mengukur 2 (dua) variabel yaitu kebiasaan mengonsumsi makanan gorengan dan gejala tonsilitis (The incidence of Tonsilitis). Tonsilitis dinilai melalui pertanyaan apakah terdapat peradangan pada tonsil seperti nyeri saat menelan, sakit/nyeri tenggorokan, demam, pilek, sakit kepala, dan sakit telinga. Data diolah dengan melalui 4 (empat) tahap yaitu editing, coding, entry dan cleaning. Selanjutnya data dianalisis untuk menemukan hubungan antara kebiasaan mengonsumsi makanan gorengan dan gejala tonsilitis dengan uji Chi-square dan uji Mann-whitney. Penelitian ini tidak menemukan hubungan yang signifikan antara konsumsi makanan tidak sehat dan kejadian tonsilitis pada mahasiswa fakultas kedokteran Universitas Hasanuddin tahun 2019. Kata Kunci:        Tonsilitis, kebiasaan pola makan