Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Potensi Rimpang Kencur (Kaempferia galanga Linn.) sebagai Agen Imunomodulator terhadap Performa Ayam Broiler (Gallus domesticus sp.): Potential of Galangal Rhizome (Kaempferia galanga Linn.) as an Immunomodulatory Agent for Broiler Chicken (Gallus domesticus sp.) Performance Halisa; Hernawati
Life Science Vol. 14 No. 2 (2025): November 2025
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/unnesjlifesci.v14.i2.27522

Abstract

Broiler chickens (Gallus domesticus sp.) are one of the most sought-after commodities due to their high productivity, but on the other hand, they are susceptible to stress. Galangal rhizome (Kaempferia galanga) is a medicinal plant containing immunomodulatory compounds that play a role in enhancing and regulating the body's immune system. This study aimed to determine the potential of kencur rhizome on broiler chicken performance. The research design used was a Completely Randomized Design (CRD) with five treatments and five replications each. The treatments consisted of: KN (plain drinking water), KP (commercial vitamins), P1 (galangal rhizome 20 g/L), P2 (galangal rhizome 50 g/L), and P3 (galangal rhizome 80 g/L). Twenty-five one-day-old Ross 308 broilers were reared for 30 days. Parameters observed included water and feed intake, absolute body weight, relative growth rate, and morphological condition. Data were analyzed using ANOVA, followed by Duncan’s multiple range test at a 5% significance level. The results indicated that kencur supplementation significantly (p<0.05) affected water intake, absolute body weight, and relative growth rate. The P3 treatment (80 g/L) yielded the most favorable outcomes in growth and morphology. These findings suggest that galangal rhizome has potential as an immunomodulatory agent to enhance broiler performance
PENGENALAN QRIS SEBAGAI STRATEGI DIGITALISASI SISTEM PEMBAYARAN PADA UMKM DESA BATAH BARAT Moh. Soleh; Husnul Khotima; Dinar Chintya Dewi; Halisa; Sherly Anantha Dwi Tjahja
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 4 No. 1 (2026): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Januari
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/dqj0vf37

Abstract

Perkembangan teknologi digital mendorong perubahan signifikan dalam sistem pembayaran, termasuk pada sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Digitalisasi pembayaran menjadi salah satu strategi penting untuk meningkatkan efisiensi transaksi, keamanan, serta daya saing UMKM. Salah satu inovasi yang diperkenalkan oleh Bank Indonesia adalah Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai sistem pembayaran non tunai berbasis kode QR yang terintegrasi secara nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengenalkan QRIS sebagai strategi digitalisasi sistem pembayaran pada UMKM di Desa Batah Barat melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan pengabdian kepada masyarakat yang meliputi observasi lapangan, sosialisasi, pendampingan, dan evaluasi. Kegiatan ini melibatkan 15 pelaku UMKM yang bergerak di berbagai bidang usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesiapan UMKM di Desa Batah Barat dalam menerapkan QRIS masih tergolong rendah. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan literasi digital pelaku usaha, faktor usia yang relatif lanjut, serta rendahnya pemahaman konsumen terhadap sistem pembayaran digital. Selain itu, kebiasaan masyarakat yang masih mengandalkan transaksi tunai menjadi hambatan utama dalam adopsi QRIS. Meskipun demikian, kegiatan sosialisasi yang dilakukan mampu meningkatkan pemahaman dan kesadaran awal pelaku UMKM mengenai manfaat QRIS, seperti kemudahan transaksi, keamanan pembayaran, dan pencatatan keuangan yang lebih tertib. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan QRIS di Desa Batah Barat memerlukan pendekatan bertahap, pendampingan berkelanjutan, serta dukungan dari pemerintah desa dan lembaga terkait agar digitalisasi sistem pembayaran dapat berjalan secara efektif dan berkontribusi pada penguatan ekonomi lokal.