Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ANALISIS DAMPAK PAJAK PENGHASILAN (PPH) TERHADAP SUBJEK DAN OBJEK PAJAK PENGHASILAN DALAM KONTEKS PERPAJAKAN Siska Permata Sari Hrahap; Thasya Virdinia; Husnul Khotima; Panisa Panisa; Dini Vientiany
JURNAL ILMIAH EKONOMI, MANAJEMEN, BISNIS DAN AKUNTANSI Vol. 1 No. 2 (2024): Juli
Publisher : CV. KAMPUSA AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jemba.v1i2.183

Abstract

This article discusses the impact of Income Tax (PPh) on Tax Subjects and Tax Objects in the context of taxation. PPh is a tax obligation imposed on income received or earned by the tax subject in the tax year. Tax subjects can be individuals, business entities, or other legal entities that earn income. The tax object is income which is the basis for being subject to PPh. The author acknowledges that there are shortcomings in the preparation of this article and hopes for input for future improvements. It is hoped that this article can contribute to understanding the basics of taxation, increase awareness of the importance of paying taxes, and increase efficiency in the tax administration system.
PERKEMBANGAN DAN POTENSI ASURANSI SYARIAH DI INDONESIA Zainarti Zainarti; Husnul Khotima
JURNAL ILMIAH EKONOMI DAN MANAJEMEN Vol. 3 No. 2 (2025): Februari
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jiem.v3i2.3780

Abstract

Studi ini mengkaji evolusi dan prospek asuransi syariah (Takaful) di Indonesia. Sebagai negara dengan populasi Muslim tertinggi di dunia, Indonesia menyaksikan peningkatan kesadaran dan permintaan terhadap layanan keuangan yang mematuhi prinsip-prinsip syariah, termasuk asuransi syariah. Bidang ini menghadirkan keunggulan tersendiri seperti hasil dan larangan riba, selaras dengan ajaran Islam. Meskipun pertumbuhannya konsisten, namun masih terdapat kendala seperti terbatasnya pengetahuan masyarakat, kurangnya sumber daya manusia, dan lambatnya integrasi pasar. Namun demikian, dukungan dari pemerintah, kerangka peraturan, dan inisiatif kolaboratif antar pemangku kepentingan memberikan peluang untuk kemajuan lebih lanjut.
PENGENALAN QRIS SEBAGAI STRATEGI DIGITALISASI SISTEM PEMBAYARAN PADA UMKM DESA BATAH BARAT Moh. Soleh; Husnul Khotima; Dinar Chintya Dewi; Halisa; Sherly Anantha Dwi Tjahja
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 4 No. 1 (2026): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Januari
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/dqj0vf37

Abstract

Perkembangan teknologi digital mendorong perubahan signifikan dalam sistem pembayaran, termasuk pada sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Digitalisasi pembayaran menjadi salah satu strategi penting untuk meningkatkan efisiensi transaksi, keamanan, serta daya saing UMKM. Salah satu inovasi yang diperkenalkan oleh Bank Indonesia adalah Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai sistem pembayaran non tunai berbasis kode QR yang terintegrasi secara nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengenalkan QRIS sebagai strategi digitalisasi sistem pembayaran pada UMKM di Desa Batah Barat melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan pengabdian kepada masyarakat yang meliputi observasi lapangan, sosialisasi, pendampingan, dan evaluasi. Kegiatan ini melibatkan 15 pelaku UMKM yang bergerak di berbagai bidang usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesiapan UMKM di Desa Batah Barat dalam menerapkan QRIS masih tergolong rendah. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan literasi digital pelaku usaha, faktor usia yang relatif lanjut, serta rendahnya pemahaman konsumen terhadap sistem pembayaran digital. Selain itu, kebiasaan masyarakat yang masih mengandalkan transaksi tunai menjadi hambatan utama dalam adopsi QRIS. Meskipun demikian, kegiatan sosialisasi yang dilakukan mampu meningkatkan pemahaman dan kesadaran awal pelaku UMKM mengenai manfaat QRIS, seperti kemudahan transaksi, keamanan pembayaran, dan pencatatan keuangan yang lebih tertib. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan QRIS di Desa Batah Barat memerlukan pendekatan bertahap, pendampingan berkelanjutan, serta dukungan dari pemerintah desa dan lembaga terkait agar digitalisasi sistem pembayaran dapat berjalan secara efektif dan berkontribusi pada penguatan ekonomi lokal.
KETIDAKMAMPUAN SISWA DALAM MENILAI DIRI SENDIRI DENGAN JUJUR (SELF ASSESMENT) DI SMP Husnul Khotima; Tiara Sani; Mardianah Mardianah; Mutmainah Mutmainah; Nurfadhilah Nurfadhilah; Nita anggreani; Nurul Hasanah; Eka Selvi Anggita Sari; Erniati Erniati
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis ketidakmampuan siswa dalam menilai diri sendiri dengan jujur melalui metode self-assessment di SMP Negeri 5 Palu. Ketidakmampuan siswa menilai diri secara objektif merupakan isu penting yang berdampak pada integritas akademik dan perilaku belajar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kuasi-eksperimen one-shot case study melibatkan 21 siswa kelas IX. Instrumen berupa angket skala Likert dan dokumentasi hasil belajar siswa, dengan analisis statistik deskriptif dan uji korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah diberikan pemahaman mengenai tujuan dan indikator self-assessment serta umpan balik guru, 19 dari 21 siswa (90,48%) mampu melakukan penilaian diri secara jujur sesuai dengan pengamatan guru. Analisis korelasi memperlihatkan adanya hubungan positif signifikan antara kesadaran diri (r = 0,742, p < 0,01) dan kepercayaan diri (r = 0,681, p < 0,01) dengan kejujuran siswa, serta hubungan negatif signifikan antara rasa takut dinilai buruk dengan kejujuran (r = -0,623, p < 0,01). Temuan ini menegaskan bahwa faktor psikologis berperan penting dalam kejujuran self-assessment. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya pelatihan self-assessment yang sistematis dan berkelanjutan, pendampingan guru yang intensif, serta integrasi pendidikan karakter untuk menumbuhkan kejujuran siswa dalam menilai diri. Dengan demikian, self-assessment tidak hanya berfungsi sebagai instrumen evaluasi, tetapi juga sebagai sarana pembentukan integritas akademik dan kesadaran metakognitif siswa.