Ferdinand Simbolon
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kajian Pragmatik Tindak Tutur Ekspresif Netizen pada Kolom Komentar Akun TikTok @UyaKuyaTV Esti Yolanda Munthe; Diana Permata Sari; Triaviranda Triaviranda; Jusca Santanovalina Samosir; Jamila Nasution; Ferdinand Simbolon
JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol. 15 No. 4 (2025): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpb.v15i4.3531

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena maraknya penggunaan media sosial, khususnya TikTok, sebagai platform untuk interaksi digital yang kaya dengan ungkapan emosi dan pendapat pengguna. Komunikasi yang berlangsung pada kolom komentar bukan hanya sebagai media penyampaian informasi, tetapi juga memuat tindakan tutur ekspresif yang merefleksikan sikap, emosi, dan sudut pandang netizen terhadap sebuah konten. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk tindak tutur ekspresif netizen serta menjelaskan fungsi pragmatisnya dalam komunikasi digital di platform TikTok. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan cara pengumpulan data melalui dokumentasi berupa tangkapan layar komentar di akun TikTok @UyaKuyaTV. Teknik analisis data dilakukan melalui pencatatan, pengelompokan, dan pencocokan komentar dengan kategori tindak tutur ekspresif seperti kritik, sindiran, ejekan, menyalahkan, humor sinis, dukungan, dan doa. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa tindakan tutur ekspresif yang dipergunakan oleh netizen meliputi kritik, sindiran, ejekan, menyalahkan, humor sinis, serta ucapan positif yang berupa dukungan dan doa. Secara pragmatis, tindakan tutur ekspresif ini berfungsi untuk mengungkapkan penilaian, menyampaikan protes, menjatuhkan martabat orang lain, membina solidaritas, hingga memberikan hiburan. Temuan ini menunjukkan bahwa komentar dari netizen di TikTok tidak hanya berperan sebagai sarana ekspresi individu, tetapi juga mencerminkan dinamika komunikasi budaya dalam masyarakat di ruang digital.
PERAN LEKSIKOGRAFI DALAM PENDOKUMENTASIAN DAN PELESTARIAN BAHASA DAERAH: RELEVANSINYA BAGI BAHASA NIAS Daniela Maretty Situmorang; Fenny Yuliani Pasaribu; Irzi Armando Panjaitan; Nanda Claudia Pardede; Ferdinand Simbolon
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 2 (2026): JURNAL BASTRA EDISI APRIL 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i2.2707

Abstract

Ancaman terhadap keberlangsungan bahasa daerah di Indonesia, termasuk bahasa Nias, semakin nyata seiring menguatnya pergeseran bahasa, melemahnya transmisi antargenerasi, dan terbatasnya dokumentasi leksikal yang dapat diakses publik. Dalam konteks tersebut, leksikografi dipandang sebagai instrumen strategis untuk mendokumentasikan kosakata, merekam pengetahuan budaya, dan mendukung revitalisasi bahasa. Artikel ini bertujuan menganalisis peran leksikografi dalam pendokumentasian dan pelestarian bahasa daerah serta merumuskan relevansinya bagi pengembangan dokumentasi bahasa Nias. Penelitian menggunakan studi pustaka naratif-analitis dengan menelaah buku linguistik, artikel jurnal, dan dokumen kelembagaan yang relevan dengan leksikografi, dokumentasi bahasa, bahasa Nias, dan pelestarian bahasa daerah. Analisis dilakukan melalui reduksi data, pengelompokan tema, sintesis temuan, dan interpretasi kritis. Hasil kajian menunjukkan bahwa leksikografi tidak hanya berfungsi sebagai penyusunan daftar kata, tetapi juga sebagai kerja ilmiah untuk menafsirkan makna, mencatat variasi pemakaian, dan mengarsipkan pengetahuan budaya. Bagi bahasa Nias, leksikografi relevan untuk mendokumentasikan kosakata kekerabatan, adat, ekologi, tradisi lisan, dan ungkapan sosial yang berpotensi melemah penggunaannya pada generasi muda. Kajian ini mengimplikasikan perlunya pengembangan kamus digital bahasa Nias berbasis komunitas yang memadukan validasi penutur, analisis linguistik, dan teknologi digital agar dokumentasi bahasa tidak berhenti sebagai arsip pasif, tetapi berfungsi sebagai sarana pembelajaran dan revitalisasi.