Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Riset Pengembangan Pembelajaran Bahasa Indonesia Berbasis Nilai Kristiani di SMP Methodis 8 Medan Enjelina Pitri Simamora; Natalia Debrianty Siringo-Ringo; Tride Mayora Hutasoit; Yesna Enika Lingga; Grace Angel Sirait; Irzi Armando Panjaitan; Debora Manihuruk
Jurnal Budi Pekerti Agama Kristen dan Katolik Vol. 2 No. 4 (2024): Desember : Jurnal Budi Pekerti Agama Kristen dan Katolik
Publisher : Asosiasi Riset Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/jbpakk.v2i4.757

Abstract

This research aims to explore the integration of Christian values ​​in Indonesian language learning at Methodist 8 Medan Middle School. The main focus of this research is how Indonesian language teachers apply an integrative approach that not only educates academically but also shapes students' moral character through Christian values, such as love, patience and self-control. The research method used is qualitative, with interviews as the main data collection technique. The research results show that teachers use methods such as discussions and case studies to link religious teachings with language learning. Even though there are challenges, such as students' lack of interest in religious values ​​material, the implementation of Christian values ​​is still carried out through routine school activities such as monthly services and morning prayers, as well as collaboration between language teachers and religion teachers. This research provides an illustration that integrating Christian values ​​in learning can have a positive impact on student character, but requires a creative approach to attract student interest more effectively.
Mean Length Of Utterance Dan Pemerolehan Bahasa Anak Usia 4 Sampai 5 Tahun Ditinjau Dari Fonologi Morfologi Sintaksis Dan Semantik Eylen Yossi Siagian; Irzi Armando Panjaitan; Najla Haifa Maulidina Tarigan; Yasinta Theresya Claudia Malau; Nurul Azizah
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 3 (2025): MARET 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan bahasa anak usia 4-5 tahun ditinjau dari aspek fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik melalui pengamatan langsung. Data dikumpulkan dari percakapan empat anak dan dianalisis menggunakan jumlah morfem serta Mean Length of Utterance (MLU). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan bahasa anak usia 4-5 tahun masih dalam tahap perkembangan, yang ditandai dengan penggunaan kalimat sederhana, dominasi kosakata konkret, serta masih adanya kesalahan dalam pelafalan bunyi (fonologi) dan pembentukan kata (morfologi). Temuan ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam merancang stimulasi bahasa yang tepat bagi anak usia dini.
ANALISIS VALIDITAS ISI PADA BUKU TEKS BAHASA INDONESIA SMP KELAS VIII KURIKULUM MERDEKA TAHUN 2021 Agatha Olivia Purba; Baherianta Tarigan; Gabriella Br. Kembaren; Irzi Armando Panjaitan; Jesika Melissa Wati Simanjuntak; Inayah Hanum
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 1 No. 3 (2024): JUNI - JULI 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurikulum Merdeka adalah upaya terbaru dari pemerintah Indonesia untuk mereformasi sistem pendidikan agar lebih adaptif terhadap perubahan zaman. Inisiatif ini memberikan lebih banyak kebebasan kepada sekolah dan guru dalam menyusun materi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa. Aspek penting dalam Kurikulum Merdeka meliputi penyesuaian kurikulum, pembelajaran berpusat pada siswa, dan integrasi teknologi, dengan penekanan pada pendidikan karakter dan keterlibatan komunitas. Efektivitas pembelajaran dalam kurikulum ini mengharuskan guru berperan sebagai fasilitator, penggunaan penilaian otentik, dan penerapan proyek berbasis komunitas. Selain itu, Kurikulum Merdeka menawarkan pembelajaran intrakurikuler yang beragam dan konten yang dioptimalkan untuk mengembangkan karakter dan kompetensi siswa. Metode penelitian deskriptif kualitatif digunakan untuk memahami dan menggambarkan fenomena sosial atau perilaku manusia secara mendalam, dengan mengumpulkan data non-numerik melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Tujuan metode ini adalah menggali makna, perspektif, dan pengalaman individu atau kelompok dalam konteks tertentu, sering kali disajikan dalam bentuk naratif yang detail untuk mencerminkan kompleksitas fenomena yang diteliti. Penelitian ini menekankan kualitas, karakteristik, dan hubungan antar kegiatan, memberikan pemahaman mendalam dan komprehensif mengenai dinamika sosial yang ada.
INTEGRASI MEDIA DIGITAL POPULER DALAM PEMBELAJARAN BIPA: TINJAUAN LITERATUR NARATIF TENTANG TIKTOK, NETFLIX, DRAMA LOKAL, DAN PERAN MAHASISWA SEBAGAI MEDIATOR PEDAGOGIS Yesna Enika Br Lingga; Baherianta Tarigan; Irzi Armando Panjaitan; Safinatul Hasanah Harahap
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 2 (2026): JURNAL BASTRA EDISI APRIL 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i2.2620

Abstract

TikTok, Netflix, dan drama lokal sebagai sumber input autentik dan multimodal dalam pembelajaran BIPA, serta merumuskan peran mahasiswa sebagai mediator pedagogis pada ekosistem pembelajaran digital. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan literatur naratif dengan penelusuran sumber ilmiah dan relevan pada rentang 2018-2024, kemudian dianalisis secara tematik berdasarkan tiga fokus: karakteristik media, peluang pedagogis, dan model mediasi mahasiswa. Hasil kajian menunjukkan bahwa TikTok berpotensi mendukung pembelajaran mikro dan praktik pragmatik bahasa, Netflix mendukung pemahaman menyimak melalui kombinasi audio-visual dan subtitle, sedangkan drama lokal memperkaya kompetensi sosiokultural pemelajar BIPA. Mahasiswa dapat berperan sebagai kurator konten, desainer kegiatan belajar, fasilitator interaksi, penghubung budaya, dan penyusun evaluasi formatif. Kajian ini menegaskan bahwa media digital populer tidak dapat digunakan secara spontan tanpa desain pedagogis; efektivitasnya bergantung pada kesesuaian level pemelajar, tujuan pembelajaran, akurasi bahasa, sensitivitas budaya, dan kepatuhan terhadap etika serta hak cipta. Artikel ini menawarkan kerangka integrasi media digital dalam pembelajaran BIPA yang dapat dikembangkan melalui penelitian empiris di kelas BIPA.
PERAN LEKSIKOGRAFI DALAM PENDOKUMENTASIAN DAN PELESTARIAN BAHASA DAERAH: RELEVANSINYA BAGI BAHASA NIAS Daniela Maretty Situmorang; Fenny Yuliani Pasaribu; Irzi Armando Panjaitan; Nanda Claudia Pardede; Ferdinand Simbolon
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 2 (2026): JURNAL BASTRA EDISI APRIL 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i2.2707

Abstract

Ancaman terhadap keberlangsungan bahasa daerah di Indonesia, termasuk bahasa Nias, semakin nyata seiring menguatnya pergeseran bahasa, melemahnya transmisi antargenerasi, dan terbatasnya dokumentasi leksikal yang dapat diakses publik. Dalam konteks tersebut, leksikografi dipandang sebagai instrumen strategis untuk mendokumentasikan kosakata, merekam pengetahuan budaya, dan mendukung revitalisasi bahasa. Artikel ini bertujuan menganalisis peran leksikografi dalam pendokumentasian dan pelestarian bahasa daerah serta merumuskan relevansinya bagi pengembangan dokumentasi bahasa Nias. Penelitian menggunakan studi pustaka naratif-analitis dengan menelaah buku linguistik, artikel jurnal, dan dokumen kelembagaan yang relevan dengan leksikografi, dokumentasi bahasa, bahasa Nias, dan pelestarian bahasa daerah. Analisis dilakukan melalui reduksi data, pengelompokan tema, sintesis temuan, dan interpretasi kritis. Hasil kajian menunjukkan bahwa leksikografi tidak hanya berfungsi sebagai penyusunan daftar kata, tetapi juga sebagai kerja ilmiah untuk menafsirkan makna, mencatat variasi pemakaian, dan mengarsipkan pengetahuan budaya. Bagi bahasa Nias, leksikografi relevan untuk mendokumentasikan kosakata kekerabatan, adat, ekologi, tradisi lisan, dan ungkapan sosial yang berpotensi melemah penggunaannya pada generasi muda. Kajian ini mengimplikasikan perlunya pengembangan kamus digital bahasa Nias berbasis komunitas yang memadukan validasi penutur, analisis linguistik, dan teknologi digital agar dokumentasi bahasa tidak berhenti sebagai arsip pasif, tetapi berfungsi sebagai sarana pembelajaran dan revitalisasi.