Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Nilai-Nilai Anti Kekerasan dalam Al-Qur'an: Kajian Tafsir Tematik tentang Manajemen Konflik Ummi Sa'adah; Hamidullah Mahmud
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 3 No 6 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v3i6.2697

Abstract

Konflik adalah salah satu bagian tak terpisahkan dari dinamika sosial, apabila tidak dikelola secara tepat maka dapat berkembang menjadi kekerasan dan perpecahan. Dalam Islam, Al-Qur’an memberikan pedoman yang komprehensif untuk mengelola konflik secara damai, adil dan beretika. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap nilai-nilai anti kekerasan dalam perspektif Al-Qur’an melalui pendekatan tafsir tematik (maudhui) dengan menitikberatkan pada penerapan nilai-nilai Al-Qur’an dalam manajemen konflik. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan desain pendekatan studi literature (library research). Data dikumpulkan dari buku-buku akademik, artikel jurnal dan penelitian terdahulu yang relevan dengan tema anti kekerasan dan manajemen konflik dalam Islam. Artikel ini menemukan bahwa Al-Qur’an menolak segala bentuk kekerasan karena sangat bertentangan dengan prinsip rahmatan lil’alamin. Temuan nilai-nilai anti kekerasan dalam artikel ini meliputi negosiasi, tabayyun, musyawarah, tahkim dan islah. Kelima nilai ini berfungsi sebagai instrument manajemen konflik Islami yang berorientasi pada keadilan, perdamaian dan kemaslahatan sosial. Implementasi nilai-nilai tersebut membentuk paradigm manajemen Qur’ani yang menolak dengan tegas pendekatan represif serta menumbuhkan budaya damai yang konstruktif, dialogis dan solutif ditengah masyarakat multicultural.
Gerak Bersama Menuju Desa Sejahtera dan Cerdas: Implementasi Program KKN Tematik dalam Pemberdayaan Masyarakat Desa Pangkemiri, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo Bintang Fajar Rahmatulloh; Maria Alvira Ayu Chrisnaningrum Cahyoko; Fachtur Andi Susanto; Cantika Lutfiana Eriyanti; Frans Ivan Nababan; Shelly Shafitri Arisanty; Ahmad Yusuf Sastra Pratama; Abram Seprian Soares; James Polando Hutabarat; Zildan Fajar Permadi; Cinta Sukma Rada; Marco Faiz Saifullah Santoso; Ahlul Mahabah; Fitria Rahmadani; Rossita Indah Parawangsa; Sinarianda Kurnia Hartantien; Ummi Sa'adah
urn:multiple://2988-7828multiple.v4i15
Publisher : Institute of Educational, Research, and Community Service

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kuliah Kerja Nyata (KKN) sebagai bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi memiliki peran strategis dalam mendorong pemberdayaan masyarakat berbasis kebutuhan lokal dan partisipasi aktif warga. Pengabdian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi Program KKN Tematik Wijayamartha 002 Universitas Bhayangkara Surabaya dalam meningkatkan kapasitas sosial, pendidikan, lingkungan, dan ekonomi masyarakat Desa Pangkemiri, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo. Metode yang digunakan adalah pendekatan pengabdian berbasis partisipatif dengan teknik observasi lapangan, sosialisasi, pendampingan, praktik langsung, serta kolaborasi dengan perangkat desa dan lembaga pendidikan setempat, yang melibatkan masyarakat sebagai subjek utama kegiatan. Data dikumpulkan melalui pengamatan langsung, dokumentasi kegiatan, dan evaluasi partisipasi masyarakat, kemudian dianalisis secara deskriptif-kualitatif. Hasil pelaksanaan menunjukkan peningkatan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan lingkungan melalui sosialisasi bank sampah, tumbuhnya minat baca anak melalui penyediaan pojok membaca, serta meningkatnya pemahaman sosial dan hukum melalui edukasi anti-bullying dan pencegahan kenakalan remaja. Selain itu, pemasangan kaca cembung di titik rawan kecelakaan memberikan kontribusi nyata terhadap keselamatan lingkungan. Secara keseluruhan, program KKN Tematik ini terbukti efektif dalam memperkuat kapasitas masyarakat menuju desa yang lebih sejahtera, cerdas, dan berkelanjutan melalui sinergi antara perguruan tinggi dan komunitas lokal.